KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
74


__ADS_3

4 bulan berlalu, makin hari makin terlihat jelas kondisi Kayyisha semakin melemah, namun tidak pernah ia tunjukkan rasa lemahnya pada sang suami, sama seperti saat ini, Mami Papi tengah mengadakan acara 4 bulanan untuk 3 calon cucu kembarnya, wajah mereka tampak sumringah menyapa semua tamu yang hadir, Kayyisha justru sedih karena dalam hatinya ia membohongi semua orang yang sangat menyayangi nya


Kayyisha menatap kosong ke sembarang arah dalam hatinya ia berkata


"Aku percaya


Tuhan tidak pernah salah dalam menentukan takdir. Dia tidak pernah keliru dalam menentukan pundak siapa saja yang sanggup menahan getir. Bahkan disaat banyak manusia datang dengan seringainya yang penuh cibir, Tuhan tidak akan begitu mudah membuatmu tergelincir, Dan ketika hatimu mulai salah tafsir, Satu hal yang harus terus membuatmu berpikir, Disaat Tuhan mengijinkan sebuah ujian hadir dalam kehidupanmu, Dia amat sangat percaya kita sanggup melewatinya, Lalu mengapa masih peduli pada setiap penilaian yang datangnya dari mulut manusia? Bukankah dunia hanyalah tentang kita dan Sang Pencipta? Hai kamu, Jangan pernah berhenti berjuang, karena Sang Maha sedang menguji sebatas mana usaha dan doa-doa terkuatmu.." Katanya menguatkan dirinya sendiri


"Sayang, kenapa ngelamun?" Tanya Zuumar yang langsung menggenggam jemari istrinya itu


"aaah, nggak ko Bi, cuma seneng ajah, kamu lihat deh, bidadari spek Korea disana!" Tunjuk Kayyisha kearah Ji Soo, Dokter Shin dan Dokter Yumi duduk, mereka semua menggunakan pakaian warna yang senada dengan Kayyisha lengkap dengan hijab menutup auratnya


"kalau kamu buka niqab, dokter Shin tuh persis banget kaya kamu loh sayang" ucap Zuumar berujar


"alhamdulillah bi" Jawab Kayyisha menggantung


"alhamdulillah apa sayang?" Tanya Zuumar heran


"alhamdulillah, nanti kalau aku berpulang anak-anakku masih bisa melihat wajahku walau tidak secara langsung" Jawabnya dalam hati


"kenapa malah bengong lagi si sayang?" Tanya Zuumar lagi gemas mencubit hidung milik istrinya


"nggak ko, cuma capek ajah aku" jawabnya manja melingkarkan tangannya pada lengan gagah milik Zuumar, membuat SAKTI SQUAD dan para wanita Korea menatap iri kearah mereka


"tuh ya kalo udah halal mah, lendotan mesra begitu didepan jomblo kaya kita hayu ajah, nggak peduli banget sama ke jomblo an gw yang meronta-ronta" Ucap Naresh yang diamini Asher


"gw yang nggak jomblo ajah nggak bisa begitu" Jawab Rayyan sedih


"Sabar" Ucap semua nya kompak ke arah Rayyan menepuk-nepuk pundak milik Rayyan

__ADS_1


"Udah sabar banget guys, udah mau enam bulan, semoga sebelum Kayyisha melahirkan Hana udah bangun dari komanya, supaya bisa belajar ngasuh bayi sebelum punya bayi beneran aamiin" Doa tulus Rayyan


"Aamiin" semua mengaminkan, tapi dalam hati Dokter Yumi dan Shin cukup menggores membuat luka di hati, seolah ucapan Rayyan doa yang sangat ingin mereka semua harapkan menjadi nyata, karena melahirkan adalah proses yang sejujurnya sangat ingin Dokter Yumi hindari karena kondisi Kayyisha


"eh tante, eh maaf noona, kenapa mukanya sedih begitu? iri ya Kayyisha udah punya bocil noona pacar ajah belum punya wleee?" Tanya Asher meledek, namun air mata justru semakin mengalir deras di wajah cantik Dokter Yumi


"lu ngomong apa oncom? sampe bikin dokter Yumi mewek begitu?" Tanya Darrel kaget menoyor kepala Asher gemas


"nggak ada, gw tadi cuma ngasal ajah! Maaf dok, becanda saya, nggak ada niat nyakitin hati dokter, maaf kalau becanda data kelewatan" Uajr Asher tulus sekaligus tak enak hati melihat tangisan Dokter Yumi semakin sesak didengar


"Noona jinjeonghae" (kak tenanglah) Ujar Dokter Shin mengelus lembut lengan Dokter Yumi, sementara Ji Soo yang sampai detik ini tak ada keberanian untuk bertanya kondisi sesungguhnya Kayyisha hanya memperhatikan semua drama yang disembunyikan Dou dokter hebat didepannya


"Maaf, aku hanya kebawa perasaan ajah, nggak owlru nggak enak hati Sher, ini nggak ada sangkut pautnya dengan pacar jodoh atau anak atau semacamnya, saya permisi dulu" Ujar Dokter Yumi terburu-buru meninggalkan tempat duduk dimana mereka berkumpul


"eonni, jinjja museun il-i!" (kak, sebenernya apa yang terjadi?) Tanya Ji Soo menatap tajam kearah dokter Shin


"nuga al-a! nado molla!" (entahlah, aku juga nggak tau) Jawab Dokter Shin kemudian ikut pamit ingin menenangkan Dokter Yumi


"apa yang mereka sembunyiin ya?" Tanya Darrel curiga


"kita se faham, lu semua tau kan, kaya apa tegarnya Dokter Yumi, kaya apa setrongnya manusia galak itu, tapi sejak tau Kayyisha hamil kenapa gw sering lihat mata Dokter Yumi bengkak, bahkan hampir setiap hari, nggak tau kenapa, tapi pasti ada yang mereka sembunyiin dari kita, termasuk ke Zuumar" Ujar Asher menatap satu persatu sahabatnya


"gw juga ngerasain hal yang sama, waktu Hana di vonis koma, Dokter Yumi nggak se sedih itu, bahkan waktu virus yang Ezra suntik ke Hana Dokter Yumi tetep tenang dan masih bisa bantu gw ikutan jadi tenang, tapi kenapa Kayyisha hamil justru Dokter Yumi kaya frustasi ya?" Tanya Rayyan menimpali


"Jadi kita harus gimana? nggak mungkin kita nanya langsung kan ke Dou Dokter itu?" Tanya Darrel lagi


"minta bantuan JI Soo Rel, gw lihat mereka nggak ngelibatin Ji Soo" Usul Naresh


"Hubungan gw lagi nggak baik-baik ajah sama si bocil itu" Ucap Darrel kecewa

__ADS_1


"lu lagi, pacaran berulah mulu, dikit-dikit marahan, gw heran" Cela Asher


"mending kaya kita ya Sher, Jojoba huhuhu" jawab Naresh bangga


"apalagi Jojoba artinya Resh?" Tanya Asher tak faham


"JOMBLO JOMBLO BAHAGIA lah apalagi?" Jawab Naresh


"bukan saatnya bahas status kejombloan yang kalian banggakan itu, kita masih harus atur strategi supaya teka teki yang lagi ditutupi Dou Dokter beda usia itu bisa kita pecahkan!" Ujar Rayyan lagi


"Zuumar jangan sampai tahu" Usul Darrel


"Paman" Tiba-tiba Manzar datang ditengah mereka kemudian menarik Rayyan untuk mengikuti nya


"ikutin ajah, kita disini" Bisik Darrel pada Rayyan


"Manzar mau kemana? ayo paman antar" Ujar Rayyan menuruti permintaan SAKTI SQUAD


"kita ke kamar Hanashiq Noona" ajaknya


"hah? kenapa kesana?" Tanya Rayyan bingung


"ikut ajah, tadi Yumishi Noona suruh aku jaga Hanashi Noona, terus tangan Noona bergerak-gerak, aku cari Shin Bagsanim nggak ketemu, aku ingat Paman pakai cincin yang sama kana Hanashi Noona, makanya aku panggil paman untuk ikut aku" Ujar anak cerdas dihadapan nya


"ayo kita segera kesana!" Ajak Rayyan bersemangat


"ayo paman, nanti tolong paman jaga Hanashi Noona ya, aku akan cari Bagsanim Shin lagi" Pinta Manzar lagi


"semoga kamu kembali pulih Hana" Ujar Rayyan dalam hati

__ADS_1


💕🍀💕🍀💕🍀💕🍀💕


__ADS_2