
Arhan sudah kembali ke kelasnya, sementara Za dan Zu tengah sibuk apa dengan gadgetnya sementara si bungsu Zea tengah sibuk mendengarkan laporan dari pasukan bayangan yang ia tempatkan di seluruh penjuru sekolah bahkan hapir disemua kelas ada satu sampai dua pasukan bayangan yang ia siapkan untuk menjaga keselamatan dirinya berikut dua kakak tampannya
Za yang terlihat pura-pura sibuk dengan gadget nyatanya tengah memperhatikan si bungus yang seperti tengah berkomunikasi entah dengan siapa, bahkan Za sempat mendengar suara Zea yang sangat pelan "ikuti cara main mereka, tapi jangan lemah, kita masih belum tau siapa musuh siapa kawan" cicitnya masih dapat di dengar Za
"Zu, Ze mau makan disini apa kantin?" Tanya Za yang sudah mengambil bekal makan dari sang eomma, Ya eomma Isha yang tidak mengizinkan mereka makan diluar terlalu berbahaya kalau ada musuh yang entah siapa mencampurkan racun dalam makanan anak-anaknya itu
"adek nggak makan, cuma mau keliling kantin boleh?" Tanyanya manja yang langsung di sambut anggukan oleh Za dan Zu
"Abang sama Hyeongi makan dulu disini nggk apa? kalo adek ke kantin sendiri?" tanya Za
"iya nggak apa, adek duluan ya Bang" Ujar Zea pamit
Zea terus mengamati seluruh sekolah dengan mata elang nya "Hari ini harus ada hasil" ujarnya setelah menekan airpods di telinga nya itu, namun tiba-tiba ada senior yang sengaja berlari kearahnya dan menarik paksa niqab yang selalu menuti seluruh wajahnya, Niqab Zea lepas namun dengan cepas Zea menutupi wajahnya dengan dua telapak tangannya, Arhan yang diam-diam mengikuti Zea segera memberikan sapu tangan untuk membantu Zea menutupi wajah gadis pujaan hatinya itu
"Ze, cukup?" Tanya Arhan gelisah
"cukup, alhamdulillah, makasih Han, aku balik ke kelas dulu ya, di kelas ada niqab cadangan" Ujar Zea, tapi matanya mengingat jelas wajah senior yang melepas paksa niqab nya itu terlihat berlari memasuki kelas XII IPA 2
Masuk ke kelas Zea segera mengganti sapu tangan Arhan dengan niqab cadangannya dan berlari sekuat tenaga kembali ke kelas XII IPA 2 utnuk memberi pelajaran padanya namun kelas yang ia tuju sudah ramai di kerubuti siswa siswi yang berteriak meminta berhenti
Zea kaget bukan main, saat Abang tengahnya sudah berlumur darah pada seragam kemeja putih nya
__ADS_1
"Abang, cukup" teriak Zea histeris melihat si kaka kelas yang sudah berlumur darah segar yang keluar dari hidung dan mulutnya, begitupula dengan Zulfan yang sudah menginjak tubuh senior yang ber name tage Adyatama itu
"Oppa, Abang, stop" pinta Zea memohon memeluk erat keduanya
"Dek, kamu nggak apa-apa?" Tanya Zayyan khawatir
"Adek nggak apa Bang, nggak ada juga yang lihat wajah adek! Ini tangan Abang sama Oppa luka, ayo kita obati, adek panggil ambulance buat dia dulu" Ucap si bungsu
Kepala sekolah langsung turun tangan begitu mendengar ada keributan di kelas XII IPA 2 tersebut, Lagi-lagi anak-anak para pemilik sekolah yang membuat ulah
"Za, Zu, Ze ikut ke Ruang Pendisiplinan!" Ujar nya sinis
"Adek nyusul Bang, adek tunggu ambulance dulu" Jelasnya membuat Zayyan mengangguk faham
"Yeoni'shi gwaenchana?" Tanya Shin Bangsanim
"aku baik-baik ajah imoo, tolong Adyatama dulu" Ujar Zea memohon
"Imoo, tolong segera beri Adyatama perawatan, aku sama Abang di panggil kepala sekolah, akan ku beritahu eomma appa segera!" Pinta Zea sekali lagi
Adyatama segera dilarikan kerumah sakit, Ze Zu dan Za sedang dalam ruang Pendisiplinan, Arhan yang baru selesai membantu Shin Bangsanim menolong Adyatama baru akan menyusul keruang Pendisiplinan tempat si kembar tiga disidang, namun saat melewati satu lorong sepi ia mendengar suara tangisan dari orang yang sangat ia kenal
__ADS_1
"Maysun?" Cicit Arhan mencoba mencuri dengar apa yang tengah Maysun lakukan
"Bang, aku nggak mau lagi Bang, bagaimanapun mereka kawan aku" lirih Maysun dalam tangisnya
....
"Bang, apa semua nggak bisa dibicarakan baik-baik?" terdengar Maysun memohon pada orang disebrang sambungan telponnya itu
....
"Tapi...!! Arrrghht...!!" Ujar Maysun bereriak frustasi
Saat Arhan ingin mendekat ke arah Maysun,
"Han, lu di panggil kepasek, lu saksi nya kan?" Tanya siswa 1
"iya, ini gw mau kesana!" Ujar Arhan bergegas
Sambil terus melangkah, Arhan berperang dengan fikirannya sendiri
"apa semua ini ulah Maysun? tapi kenapa? kenapa dia setega itu?" tanya Arhan pada dirinya sendiri seraya menggelengkan kepalanya seolah tak percaya Maysun bisa melakukan hal segila ini
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃