KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
35


__ADS_3

Zuumar sudah dipindah diruang perawatan setelah melewati waktu krisis nya, bersebelahan dengan ranjang perawatan milik istri cantiknya, untuk memudahkan Papi Mami serta SAKTI SQUAD menjaga nya


"Mi, Pi, ini udah mau larut, kalau Mami sama Papi mau pulang biar Dami sama anak-anak yang jaga Zuumar disini" Pinta Dami pada orang tua angkatnya


"Eh, nggak usah Dam, Lu ikut balik ajah, Biar gw sama anak-anak yang gantian jagain Zuumar" Pinta Rayyan


"Besok lu masih harus gantiin Zuumar pasti di kantor" Jawab Naresh


"iya tuh bener, lagian disini juga dijaga berlapis kan, masa jebol?" tanya Darrel lagi


"okeh, gw balik dulu ya, nemenin Mami Papi, kalau ada apa-apa berkabar ya genk?" tanya dami yang matanya sedikit sendu menatap wajah cantik Kayyisha yang pucat


Setelah kepulangan Mami, Papi dan Dami kini dalam ruanga perawatan berisi Rayyan, Darrel, Naresh dan Asher


"Ray, kalo lu capek lu istirahat duluan ajah, dari tadi sampe Jakarta, lu belum rebahan kan?" Ucap Naresh yang sempat melihat Rayyan menguap beberapa kali


"gampang kalo udah ngantuk banget gw pasti istirahat, cuma gw kaya ada yang janggal di hati" Ucapnya serius pada ketiga kawannya


"Apa sih?" tanya Darrel penasaran


"Apa lagi sih Ray?" Tanya Naresh dengan wajah malasnya


"Ko gw ngerasa Dami ada hati ya sama bini nya Zuumar" Ucap Rayyan berbisik, yang sejurus kemudian di ikuti dengan gerakan refleks membuat Naresh, Asher dan Darrel mendekat krarahnya


"Jangan gila Ray" ucap Darrel


"eh tapi pas gw nyelidikin tadi di unit nya Zuumar, Dami emang kelihatan banget marah loh, jadi kaya cewek dia yang abis di jahatin" Ucap Naresh yang sempat memperhatikan


"Jangan OVT lah, namanya dia dari kecil tumbuh besar bersama Zuumar, ya mungkin ajah itu bentuk perhatian dia ajah ke Zuumar sama Isha" Jawab Darrel bijak

__ADS_1


"Eh tapi pas tadi dia pamit pulang, dia kaya nggak rela gitu loh, terus natap Kayyisha nya lama banget" Gantian Asher yang berbicara


"nah kan, pernah tuh soalnya gw nggak sengaja lagi pegang ponselnya Zuumar kebuka chat nya Kayyisha dia ngerasa risih sama perhatian Dami" Ucap Rayyan


"hah? terus Zuumar responnya kaya apa, istrinya nge-chat kaya gitu?" Tanya Darrel penasaran


"biasa ajah sih, dia cuma bales, Dami kaya gitu aku yang suruh, cuma kalo Zuumar tau Dami ada main hati sama bini nya gimana woi?" Tanya Rayyan


"Mati lah, dibantai, pake nanya" Ucap Naresh asal


"mereka gede bareng-bareng, jomblo bareng-bareng, sekalinya demen cewe malah satu orang yang sama" Ucap Asher


"kita jangan gitu ya, nggak enak loh rasanya saingan sama sahabat sendiri" Ucap Rayyan


"hahaha lagian siapa yang mau sama cewe yang lu demen Ray, nggak jauh dari cewe club lu mah, gw biar bejad begini tetep mau cewe yang modelannya mirip-mirip Kayyisha lah, gw mau ibu yang baik buat anak-anak gw, ya kali gw mau anak gw diajarin dugem bukan belajar ngaji" Ucap Darrel


"sialan, gw juga nyari istri yang baik lah, ya kali ketemu di club, sebejad apapun lelaki dia akan tetep nyari istri yang baik, itu prinsip yang menurut gw lumrah, lu liat si Zuumar kurang nggak baik apa masa lalunya? tapi tetep kan jodohnya manusia baik walau sedikit sadis, ya baik dalam artian ilmu agamanya baik, pakaiannya baik" Ucap Rayyan lagi


"Mau, samain ajah" Jawab Naresh cepat


Selang 30 menit makanan yang mereka pesan datang, mereka tengah makan dengan tenang sampai selesai, satu persatu SAKTI SQUAD mulai memejamkan matanya di Sofa panjang yang terletak di ujung ruang perawatan Zuumar dan Kayyisha, namun ternyata Rayyan tak juga bisa memejamkan matanya padahal tubuhnya sudah sangat lelah, matanya terus mengawasi bangunan serba putih berbau khas obat-obatan tersebut, dilihatnya Kayyisha dan Zuumar masih terpejam, tapi tengah malam seperti ini ada suster jaga yang tengah melihat keadaan Kayyisha, perasaan nya mengatakan ada sesuatu yang tidak beres, Rayyan segera mendekat


"Sus" Sapanya membuat suster bermasker yang kaget itu menjatuhkan alat suntik yang sudah ia siapkan untuk memasukan obat ke selang infus Kayyisha, dengan cepat Rayyan merebutnya, membuat suster itu panik dan dengan gerakan cepatnya menyuntikan satu jarum lagi dari yang ia sudah siapkan sebelumnya, membuat suster bermasker itu tewas beberapa menit kemudian


"gila, masih bisa jebol" Ucap Rayyan kesal, Rayyan keluar untuk melihat situasi pengamanan di luar ruangan, semua masih ada di posisinya masing-masing "strategi baru" ucap Rayyan dalam hati, Rayyan memanggil penjaga dengan bahasa isyarat, untuk membuat mayat suster gadungan yang tewas karena racun yang ia siapkan untuk membunuh Kayyisha sebelum nya


"Masih belum nyerah juga ternyata, racun apa yang mereka pake sampe itungan detik bisa langsung bikin musuh KO begitu?" ucap Rayyan bingung Rayyan memerintahkan para penjaga lebih waspada, bahkan meminta bantuan pihak rumah sakit, untuk dokter dan suster yang bertugas memeriksa Zuumar dan Kayyisha haruslah yang ada hubungan kerabat seperti Dr Dzikri yang masih saudara jauh dari Papi Zuumar, ia tak ingin sampai kejadian suster gadungan tersebut berulang


Setelah kekacauan yang dibuat suster gadungan selesai Rayyan akhirnya memutuskan untuk tidak tidur malam ini, ia duduk di sebelah ranjang Zuumar dengan mata yang menerawang jauh

__ADS_1


"Zuum, kalau dulu lu yang nyelametin nyawa gw sampai gw masih bernafas didetik ini, sekarang ijinin gw yang bantu nyelametin hidup lu, semampu yang gw bisa, cepet sadar Zuum, ada banyak hal yang mau gw ceritain sama lu" ucap Rayyan lirih dengan membuat nafasnya kasar. Flashback on Teringat kali pertama saat kelas 2 SMP Rayyan baru saja akan pulang dari sekolah, nahas dijalan ada segerombolan anak yang tengah berkelahi, adu kuat, Rayyan yang tidak tau apa-apa justru hampir menjadi korban salah sasaran, Rayyan kecil belum berani seperti sekarang ini, tangannya sudah berdarah terkena penggaris besi yang ujungnya sudah diasah, luka robek cukup panjang, namun tidak dalam, saat itu Zuumar yang memang sudah santer sering terdengar namanya karena kelakuan bar-barnya berhasil menarik keluar Rayyan dari kepungan anak-anak yang tengah berkelahi, karena berusaha menyelamatkan Rayyan pahan kanan Zuumar sempat terkena sabetan lebih dalam dari luka Zuumar, dalam keadaan sama-sama terluka, Zuumar masih sanggup memberikan perlawanan pada dua kubu yang tengah berkelahi itu, namun begitu Zuumar berteriak mengajak duel satu lawan satu, semua mundur teratur, Zuumar dan Rayyan bisa meloloskan diri dengan selamat walau terluka, menggunakan motor milik Zuumar, Zuumar membawa Rayyan kerumah sakit milik Om nya, karena kalau ke klinik lain sudah pasti tidak akan diterima


Lengan kanan Rayyan hanya dijahit 3 jahitan, sementara paha sebelah kanan Zuumar justru mendapatkan jahitan lebih banyak, karena cukup panjang dan dalam, Rayyan yang merasa bersalah sudah hampir menangis kala itu


"Heh, jangan cengeng, lu laki" Ucap Zuumar waktu itu, sambil menoyor kepala Rayyan gemas


"tapi luka lu lebih dalem dari luka gw" ucap Rayyan sendu


"santai ajah, besok juga sembuh" ucap Zuumar sambil cengengesan


"makasih udah bantuin gw tadi, kalo nggak ada lu udah pasti sisa nama ajah gw" Ucap Rayyan


"kebetulan lewat gw, kenalin gw Zuumar, lu?" tanya Zuumar


"gw Rayyan, gw tau nama lu, nama lu cukup harum di sekolah gw, ternyata emang lu cukup keren sih untuk urusan di jalan kaya gini" Jawab Rayyan lagi


Flashback off


"Ray" Ucap Zuumar lirih membuyarkan bayangan masa lalu melintas


"alhamdulillah, mau minum Zuum?" tanya Rayyan semangat melihat Zuumar sudah sadar dari bius sisa. operasi


"Isha gimana?" tanyanya lirih


"lu nggak haus? biasanya orang abis operasi suka haus, kalo sadar mintanya minum Zuum" Ucap Rayyan lagi


"gw nggak ada tenaga buat becanda sama lu Rayyan, gw nggak haus, gw cuma mau tau Isha gimana?" Gemas Zuumar


"hahaha iya maaf, masih belum sadar sih, sengaja dikasih banyak obat bius bini lu, biar amnesia lupa kalo udah punya laki, apalagi punya laki ngeselin kaya lu, mending amnesia selamanya" ledek Rayyan membuat Zuuma menghembuskan nafasnya kasar

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2