
Pagi kembali menyapa, Triplets Z sudah beradala dalam perjalanan menuju sekolah
"Aslinya aku males bang ke Sekolah" Cicit Zea yang selalu menjadi pengemudi untuk Oppa dan Abangnya itu
"emang lu doang dek, gw juga sama!" Jawab Zulfan yang masoh sibuk dengan game di ponselnya, sementara Zayyan masih sibuk dengan pikirannya sendiri
"lu salah makan Za? tumben diem ajah?" Tanya Zu heran
"dari jaman TK juga aku kan yang paling males sekolah? jadi nggak perlu bahas lagi soal males sekolah!" Jawab Zayyan acuh
"Apalagi sekarang kita bakalan jadi artis dadakan gegera insiden kemarin, pasti nih kita dateng semua mata tertuju pada kita" Ujar Zea malas
"padahal udah nggak mau banget gw tuh ngewarisin singgasana nya Appa jadi jawara, mau hidup normal ajah kaya yang lain, tapi ini mungkin yang dinamakan buah jatuh tak jauh dari pohon, Appa Eomma nya JAWARA, udah pasti anaknya ksatria kan?" Jawabnya cengengesan
"Udah sampe nih, masuknya bareng-bareng ya Bang, ngeri aku" Jujur Zea
"Iya Dek" Jawab Zu dan Za kompak
Mereka turun secara bersamaan, karena tau si bungsu begitu terintimidasi oleh tatapan sangar semua siswa-siswi di sekolah Zayyan menggandeng lengan adiknya dengan sayang
"Sejak kapan si ahli panahan nge down cuma karena tatapan?" Bisikan Zayyan menenangkan
"sampe lupa aku Bang, baiklah ayo kita ikuti permainan mereka" Jawabnya semangat
Saat akan masuk kedalam kelasnya ada wanita berseragam kurang bahan sudah menunggu kedatangan triplets Z
__ADS_1
"Oh jadi ini yang bikin Arhan sampe patah tulang hidungnya?" Ujarnya dengan tatapan sinis ditemani dengan 3 teman siswi yang berseragam serupa
Namun triplets Z tetap bersikap bodo amat, dan itu membuat siswi bernama Adiva kesal, hingga menggebrak meja didepannya, Zayyan si pendiam mendekati ke arah Adiva berada
"Kalo Arhan yang cowok bisa patah tulang hidungnya di pukul Zea, apa lagi lu yang muka modal dempulan, bisa bonyok!" Bisik Zayyan dengan tatapan membunuhnya membuat Adiva dan 3 rekan nya ciut
"Adiva lu anak OSIS kan? Tolong beri pengumuman satu sekolah lewat organisasi yang lu naungi itu, Gw Zulfan Ghiffary, Zayyan dan Zea sekolah disini cari ilmu, bukan cari ribut apalagi cari musuh, jadi tolong jangan terlalu sering cari masalah disekolah, ngerti lu?" Ancam Zulfan tak kalah pedas
"dan inget, siapapun kalian berani ganggu adik kesayangan gw akan reeek" Ujar Zayyan membuat gerakan seperti memotong leher membuat satu kelas diam dibuatnya ancaman si kembar berbuah hasil Adiva keluar kelas dengan wajah malu bercampur kesal tapi Zea malah menunjukkan sikap murungnya
"Hyeongie, geuleom nae chinguneun? neone dulppun-iya?" Tanya sedih dan lupa menggunakan bahasa ibu nya membuat satu kelas kembali tercengang
"lu ngomong apa de?" Ujar Zulfan pura-pura tidak faham
"eh lupa, abang nggak suka drakor ya? jadi nggak ngerti adek ngomong apa? hehehe" Tawanya garing, membuat Zayyan menggelengkan kepalanya gemas
"abangnya ganteng gitu, gw yakin muka adeknya pasti cantik banget deh, sayang ajah yang kelihatan cuma matanya doang"
"mengirikan sekali jadi Zea guys, di kawal ketat sama dou bodyguard tampannya"
"gw nggak yakin mereka murid biasa, kulit mereka nggak sama kaya kita, bisa ngaca di telapak tangannya loh saking beningnya"
Dan masih banyak cicitan lain yang mereka anggap hanya pujian belaka dan tidak berpengaruh apapun pada ketiganya
"Besok bawa bekel ajah ya dek, kamu repot kalo ke kantin gini, susah kan suap makanan nya" Ujar Zayyan yang melihat Zea sedikit kesusahan dengan niqabnya itu
__ADS_1
"iya Bang" Jawab Zea patuh
"Za, Ze, gw toilet dulu ya?" Pamit Zu berlalu
"Sekalian ganti seragam Bang, jam selanjutnya olahraga kan?" Teriak Zea mengingat kan
Tiba-tiba ada gadis berpenampilan mirip Zayyan dengan kacamata besarnya mendekati ke arah mereka
"Permisi boleh gabung?" Tanyanya sopan, membuat Zea dan Zayyan menoleh kearah sumber suara, dengan cepat Zea menganggukkan kepalanya
"nanti pulang sekolah boleh ikut jenguk Arhan kerumah sakit nggak?" Tanyanya lagi
"Boleh, sekalian ajah nanti bareng kita" Jawab cepat Zea, melirik ke arah sang Kaka yang wajahnya berubah merah merona
"aku ikut mobil kalian boleh?" Tanyanya lagi antusias
"Boleh, nanti kamu tunggu kita dideket parkiran ya?" Jawab Zea lagi sementara Zayyan masih memalingkan wajahnya malu
"kenalin aku Maysun, kamu Zea kan, ini abang kamu Zayyan dan abang kamu yang sok kegantengan satunya Zulfan? salam kenal ya, makasih aku udah boleh nebeng, sampe ketemu siang nanti" Ujarnya kemudian berlalu begitu saja Zea hanya tersenyum dibalik niqabnya melihat Maysun berlalu
"wae hyeong-iya?" Tanya Zea heran melihat sikap gugup sang kaka
"nggak apa dek, emang abang kenapa? jangan mancing-mancing ngomong pake bahasa eomma, nanti banyak yang curiga" Ujar Zayyan mengingat kan
"ooh, ara" jawabnya tersenyum
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃