
Sudah 2 minggu berjalan sejak kepergian Kayyisha dan Ji Soo, mereka masih belum terdengar kabarnya, namun semua berita skandal Zuumar sudah lama reda, entah bagaimana cara si ahli IT menangani secara baik sampai berita itu lenyap dan bahkan otomatis memulihkan nama baik Zuumar.
Demi mengalihkan fokusnya agar tidak selalu memikirkan hal buruk tentang istrinya Zuumar memilih menyibukkan kerja berangkat pagi pulang larut malam, bahkan beberapa kali ia bermalam di kantor, tapi malam ini dengan semua rasa lelah ia kembali kerumah, merasa tubuhnya sangat lemah karena terlalu ia terus paksakan terlihat baik-baik saja dengan menjadi penggila kerja, Asher, Naresh dan Darrel tidak berani melarang karena akan berakhir dengan berselisih faham dengan sang sahabat, tiba dirumah semua penghuni sudah terlelap dalam buaian mimpi, tanpa mengganti pakaian nya Zuumar ambruk merebahkan dirinya diatas ranjang yang hari ini terlihat rapi, matanya terpejam rapat, bahkan suara nafas teratur nya mulai terdengar.
Sekitar satu jam Zuumar terlelap, badannya mulai terasa mengigil dengan suhu tubuh nya cukup tinggi, ternyata Zuumar demam, bahkan terdengar racauan tak jelas dari mulutnya, sementara seseorang merasa sangat bersalah melihat Zuumar seperti ini, Kayyisha yang baru saja tiba merawat dengan baik suami yang tampak cukup berantakan ditinggal olehnya, dengan telaten Kayyisha membuka sepatu yang masih Zuumar gunakan, membantu Zuumar melepaskan pakaian kotornya, membasuh dengan air hangat tubuh ringkih sang suami, air matanya mengalir deras, sadar dengan banyaknya dosa yang ia lakukan tidak memperlakukan dengan baik orang yang begitu amat mencintai dirinya yang jauh dari kata sempurna.
"harusnya pernikahan kita nggak pernah ada, aku cuma akan menyusahkan kamu kedepannya, aku nggak seharusnya pulang kesini kalau tau semua bakalan serumit ini" lirih Kayyisha yang masih dengan telaten mengurus suaminya yang tengah kurang sehat itu, Zuumar yang terlelap terhenyak mendengar suara indah yang begitu sangat ia rindukan, ia bahkan memaksakan tubuh lemahnya duduk tegak, namun dengan cepat Kayyisha menahannya
"rebahan ajah nggak apa" lirih Kayyisha yang tak berani menatap sendu wajah sang suami
"aku mau peluk kamu, aku kangen banget sama kamu" Ucap Zuumar mengiba, Kayyisha dengan cepat berbaring disebalah Zuumar dan mendekap nya erat, air matanya langsung meleleh saat berada ditempat paling nyaman yang ia sering sebut rumah
"kenapa nangis?" Tanya Zuumar khawatir dengan suara paraunya, ini kedua kalinya Zuumar melihat Kayyisha menangis sepilu
"maaf untuk semua Zuum" jawabnya tanpa melepas pelukan sang suami
__ADS_1
"maaf untuk apa?" Tanya Zuumar lagi, mengelus lembut punggung iatrinya
"aku nggak pantes disebut istri Zuum, aku nggak bisa, aku egois sama pernikahan kita, aku takut kamu nggak bahagia nikah sama aku, aku.." Jawabnya masih terus menangis
"Sha, dengerin aku, kalau menurut kamu ukuran kebahagiaan seseorang adalah memiliki pasangan, nyatanya masih banyak orang yang berselingkuh disaat sudah memiliki pasangan. Jika ukuran kebahagiaan seseorang adalah menikah dan punya anak, nyata masih banyak orang yang sudah menikah dan memiliki anak bermain gila dengan orang lain. Kamu harus tau Sha, ukuran kebahagiaan seseorang yang pas adalah kita sendiri, jika kita bisa bersyukur atas apapun yang kita miliki , maka semuanya akan terasa lebih indah, dan kamu harus ingat hadirnya kamu menggenapi hidup ku adalah kebahagiaan terbesar buat aku Sha, lagipula kamu pergi bukan karena kamu nggak pantes disebut istri Sha, kamu pergi karena aku yang bikin kamu marah, aku yang seharusnya minta maaf sama kamu, maafin aku manusia fakir ilmu yang belum bisa jadi imam yang baik untuk istri sesempurna kamu" Ucap Zuumar tulus
"Zuum, harusnya malam itu nggak terjadi, jadi kamu nggak harus nikahin aku" Ujar Kayyisha membuat Zuumar mengeratkan pelukan nya
"nggak boleh bicara kaya gitu, kita ini cuma pelakon dari dalang uang sudah mengatur pasti jalan hidup para pelakon nya, kamu yang lebih faham soal seperti ini ketimbang aku yang baru melek agama Sha, nggak pernah ada yang namanya kebetulan di dunia ini, semua sudah ditulis kan bahkan walau cuma sehelai daun yang berguguran, semua ada masa nya semua ada di dalam pengaturan Sang Maha, Sha dengerin aku, aku nggak akan tanya kamu pergi kemana, sama siapa dan ngapain selama kamu diluar sana, aku selalu percaya apapun yang kamu lakuin diluar sana kamu nggak akan pernah lupa kodrat kamu sebagai istri yang wajib menjaga marwahnya" Ucap Zuumar tanpa melepaskan pelukan nya "biarlah dianggap bucin atau gila cinta, atau terserahlah kalian mau sebut aku apa, yang pasti ia tahu kemana istrinya selama ini, ia tau apa yang tengah istri tercinta nya perjuangkan, walau tidak tahu dari mulutnya langsung, ia cukup tenang karena apa yang ia khawatir kan tidak menjadi kenyataan, semua ia dapat dari Ji Soo yang tak tega melihat Kayyisha sering menangis tengah malam karena sangat merindukan suaminya, modal nekat Ji Soo memberi kabar pada Darrel tentang apa yang tengah ia dan Kayyisha lakukan walau tidak secara rinci apa yang tengah mereka lakukan, karena ini menyangkut hidup mati seseorang, Ji soo berharap Zuumar tidak berfikir negatif tentang kepergian mereka yang sangat tiba-tiba, ia juga meminta doa dari SAKTI SQUAD melalui rekaman video yang ia kirim diam-diam saat Kayyisha tengah tertidur lelap, melihat perjuangan Ji Soo yang sudah berani mengirim kan kabar secara ilegal padanya Zuumar yakin tidak mungkin Ji Soo berbohong tentang Kayyisha padanya, itulah yang membuatku yakin, kamu pergi untuk melindungi keluarga ini dengan cara yang kadang aku sendiri tidak faham cara berfikir Kayyisha yang sering kali diluar nalar manusia normal" Ucap Zuumar dalam hati yang tak henti mengecup pucuk kepala sang istri
"marah? aku kangen banget sama kamu Sha, lihat kamu disini kembali tanpa kurang satu apapun sudah membuat ku sangat lega, makasih ya Sha, udah kembali ke sisiku, semoga hanya aku rumah tempatmu pulang" Ucap Zuumar tulus
"Ji Soo ada hubungin kamu nggak selama aku pergi?" Selidiki Kayyisha curiga
"aku nggak ada save nomor Ji Soo, kamu bisa cek sendiri di ponsel aku kan? apa sih yang bisa aku sembunyiin dari istri hebat aku, yang ternyata diam-diam banyak menguasai ilmu IT?" Ujar Zuumar menggoda istri cantiknya
__ADS_1
"tapi ko kamu kenapa nggak marah aku pergi gitu ajah?" Tanya Kayyisha semakin penasaran
"karena aku bucin akut sama kamu Sha, aku cinta sama kamu, cukup lima tahun kamu pergi tanpa kabar sekalinya pulang aku rusak kamu, dan aku nggak mau itu terjadi lagi, aku kenal kamu seperti apa? sekalipun diluar tanpa aku disebelah kamu, ada banyak tim alfa 131 nya kamu yang selalu menjadi bayangan aku melindungi kamu, cukup ada Ji Soo adik hebat yang selalu menjadi perisai pelindung kamu, sisanya aku cuma bisa bantu doa semoga kamu selalu dalam penjagaan Nya" Jawab Zuumar
"Panas kamu udah turun nih" Ujar Kayyisha mengalihkan pembicaraan dengan menaruh punggung tangan miliknya pada kening Zuumar
"karena kamu obatnya" Jawab Zuumar
"Makasih ya sudah pulang dengan selamat, yu istirahat" Ujar Zuumar yang melihat sang istri sudah menguap beberapa kali
"Hmmmm" Jawab nya sudah memejamkan matanya, menunggu Kayyisha benar-benar terlelap Zuumar baru berani mencuri kecupan di bibir ranum milik istrinya
"tetaplah hebat, Kami megandalkan mu Sha" Ujar Zuumar menatap sendu sang istri yang sudah mulai terdengar mendengkur
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
__ADS_1