KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
40


__ADS_3

Pesawat yang membawa SAKTI SQUAD sudah mendarat di Bandara Adi Sucipto Yogyakarta, sudah ada supir yang akan membawa mereka menuju tempat tujuan utama


"Keburu nggak ya Zuum? Dari sini sekitar 2 jam kita sampe ke deket pantai itu" Ujar Rayyan yang khawatir


"Paling kita nggak bisa nonton adegan June di siksa doang sih, padahal bagian itu loh yang gw tunggu" Ucap Darrel


"Kalo yang kita temuin mayat June, kalo yang kita temuin mayat Kayyisha apa Hana gimana??" Tanya Asher asal


"ya ampun, amit-amit, jangan sembarang lu Sher" Ucap Naresh sebal


Perjalanan hampir 2 jam berlalu, mereka sudah mendekati titik utama yakni kawasan pantai tempat SAND BOARDING, namun tiba-tiba ponsel Rayyan berbunyi karena ada pesan masuk


"Aku tau kalian sudah tiba disini, jangan coba turun dari mobil atau kalian akan melihat Kayyisha mati" 📩 itu dikirim ke ponsel Rayyan


"Zuum, gw diteror" Ucap Rayyan memberikan ponsel miliknya pada Zuumar


"itu nomor siapa?" tanya Zuumar lagi


"Kalau bahasanya baku begitu biasanya Hana, tapi nggak tau juga, mungkin itu cuma peringatan biar kita nggak ceroboh Zuum, coba ikutin dari jauh Zuum, bawa drone nggak lu?" tanya Rayyan


"bawa, sebentar" Ucap Zuumar mengeluarkan drone dari dalam ranselnya


Dengan berhati-hati Rayyan mulai mengarahkan drone ke tempat yang mereka rasa misi Hana dan Kayyisha tengah dijalankan, sementara Zuumar, Naresh, Asher dan Darrel masih mengawasi lewat monitor cukup besar kemana arah pergerakan dari drone yang Rayyan kendalikan, jarak mereka ketempat utama hanya sekitar 100 meter lagi


Namun tak disangka, hal baru yang mereka lihat adalah wanita cantik dengan baju yang selalu serba tertutup itu tengah asik melakukan Panahan Berkuda atau biasa disebut horseback archery  membuat Zuumar tercengang melihat istri cantiknya begitu ahli dengan olahraga yang memiliki tingkat kesulitan luar biasa susah itu, terlihat Kayyisha justru melambaikan tangan kearah drone dan mengarahkan busur panah nya ke arah drone dan "bugh" drone milik mereka menjadi korban panahan dari Kayyisha yang tak ingin di mata-matai sekalipun oleh suaminya


"Aje gile, drone nya di panah" Ujar Darrel kaget


"aku udah bilang, jangan ikut campur" 📩 baru kembali masuk


"Zuum, udah cukup, gw yakin Kayyisha punya cara sendiri tanpa harus kita campur tangan, barusan ada chat lagi, gw malah takut mereka kenapa-kenapa kalau tau kita ada disini" Ujar Rayyan mengingatkan


"tangan gw dingin banget ini Ray, perasaan kita tawuran nggak pernah gini banget rasanya" Ucap Naresh menggenggam tangannya sendiri


"masa kita cuma diem ajah sih disini, ayolah bantu!" Ucap Asher


"gw udah kasih peringatan ya, kalo kalian sampe kenapa-kenapa gw nggak mau jadi tersangka nanti pas di BAP di Polsek" Ucap Rayyan lagi


"kita tunggu disini 30 menit, kalau dalam waktu 30 menit mereka nggak ada pergerakan baru kita turun bantu" Ujar Zuumar pasrah


menunggu selama 30 menit terasa sangat melelahkan, dengan semua rasa yang jadi satu, khawatir cemas luar biasa..

__ADS_1


"waktu habis, ambil barang kalian masing-masing, jangan lupa pake double rompinya biar aman" Ucap Zuumar mengingatkan setelah beberapa kali terus melihat kearah jam tangannya


Satu persatu mereka sudah keluar dari dam mobil yang membawanya, perlahan meringsek masuk kedalam tempat yang tadi sudah sempat mereka intai situasinya walau sebentar, namun pemandangan indah yang sempat mereka lihat sudah berubah menjadi medan pertempuran berdarah, beberapa orang sudah jatuh bersimbah darah dengan anak panah yang tertancap rapi tepat pada dada kiri nya


Namun yang paling mengerikan Kayyisha sudah siap menembakan timah panas dengan jarak cukup dekat pada Pelipis kiri June


"berkali-kali gw selalu diem bahkan ketika lu habisin semua keluarga gw, seharusnya lu nggak usik hidup gw dan Zuumar, lu tau kan, sniper selalu membunuh dalam diam, lu mau mati ditangan gw atau di tangan sniper yang gw siapin buat jadi eksekutor lu" Tunjuk Kayyisha ke titik dimana sniper-sniper ahli sudah bersiap dalam posisinya


"Jawab June, kemana June yang selama ini congkak bersuara, akan menjadi malaikat pencabut nyawa buat gw" Teriak Kayyisha lagi


"Nyawa bayar Nyawa" Ucap Kayyisha sesaat sebelum menarik pelatuk pada pistol dalam genggaman nya itu


"Sha, jangan" teriak Zuumar


"Biar pihak berwajib yang menghukum dia Sha, kamu harus maafin dia" Pintar Zuumar dari jarak sekitar 5 meter, namun Kayyisha tak menggubris sedikit pun teriakan dari suami tampannya itu, Zuumar berusaha berjalan secara perlahan agar lebih mendekat kearah Kayyisha dan June yang sudah pasrah dengan keadaannya itu, namun justru terdengar letusan senjata bukan dari milik Kayyisha yang menempel pada pelipis kiri June, justru timah panas sudah menembus dada kiri June yang tewas seketika, membuat semua orang menoleh ke arah sumber letusan suara, ternyata Dami yang menjadi eksekutor June barusan, Dami menembak mati June dengan tangan nya sendiri kemudian mengarahkan pistol ke pelipisnya sendiri


"Dami, Demi Allah jangan" Ucap Zuumar histeris melihat kenekatan Dami


"Dami, please, jangan" Teriak Naresh


"Dam, jangan nekat Dam" Teriak Darrel


"Biarin ajah, biarin dia mati, Lu mau mati sia-sia? hah? udah jadi penghianat temen sendiri, jadi pembunuh pula, sekarang mau mati bunuh diri, mayat lu bakalan dilepeh sama bumi Dam, inget dosa bunuh diri sendiri itu lebih berat dari dosa yang lainnya! mending lu taubat sebelum terlambat" Ucap Rayyan sarkas namun berhasil membuat Dami menjatuhkan pistol dari tangan kanannya, serta menjatuhkan dirinya berlutut di hadapan Kayyisha


"lu harus bertanggung jawab atas perbuatan lu, gw bukan hakim yang bisa ambil keputusan untuk hidup seseorang, biar pihak berwajib yang kasih hukuman yang pas buat lu" Ucap Kayyisha meninggalkan June dan Dami, Zuumar berlari memeluk erat Kayyisha, tapi Kayyisha menolak karena wajahnya terlihat masih gelisah, teringat sesuatu


"Rayyan, Hana terluka bantu cari" teriak Kayyisha membuat Rayyan berlari tak tentu arah mencari Hana


"Hanaaaa" Teriak Rayyan khawatir


"Hana, eodiisseo?" (lu dimana Hana?) Teriak Rayyan sekali lagi yang mukai rajin belajar bahasa si bocil pirang tersebut, Rayyan terus berjalan tak tentu arah, mengikuti bercak tetesan darah yang mengarah pada semak-semak yang tak terlalu rimbun, dan benar saja Hana sudah pingsan, dengan panik Rayyan menggendong tubuh lemah Hana, membawanya ketempat dimana SAKTI SQUAD dan Kayyisha berada


"Hana gimana Ray?" Tanya Kayyisha panik


"cepet bawa kerumah sakit" Ujar Zuumar cepat, membuat semua orang masuk kedalam mobil untuk membawa Hana yang masih terkulai lemah itu


Didalam mobil Kayyisha nampak menelpon seseorang dengan menggunakan bahasa kotak-kotaknya, kemudian kembali menekan nomor lain dan berulang kembali membicarakan rahasia yang seolah tak boleh ada siapapun yang mengetahuinya


"Nelpon siapa sih Sha?" Tanya Zuumar penasaran


"orang aku, buat bantu beresin yang tadi masih berantakan, kamu nggak perlu bawa masalah aku dan June ke hukum disini, biar nanti di bantu ibu Hana, buat nyelesain semuanya, untuk Dami kamu bisa urus dia, kalau bisa aku nggak mau lagi ketemu Dia" Ucap Kayyisha tegas

__ADS_1


"Resh, tolong beresin semua yang di mau Isha" Ucap Zuumar memerintah Naresh yang lebih akrab dengan ke hukuman disini


"siap, tau beres lu mah" Ucap nya meyakinkan


Mereka tiba dirumah sakit sesuai rekomendasi Kayyisha, agar Hana segera mendapatkan pertolongan karena ternyata Hana terluka tembak menjadi benteng Kayyisha saat anak buah June menyerang berlapis


Rayyan tampak jelas sangat mengkhawatirkan si bocil pirang tersebut, sampai bolak balik berkali-kali didepan ruang operasi


"Ray, duduk lah, pusing gw lihat lu kaya setrikaan" Ujar Darrel


"selama ini bukannya kalian cuma berlakon peran? tapi kenapa segitu khawatirnya? apa lu beneran jatuh cinta sama si pirang?" Tanya Asher menyelidiki


"Ya wajar lah pe'a Rayyan naksir si pirang, licin gitu, gw juga mau kalo Rayyan nggak mau" Jawab Darrel meledek


"Kalian berisik banget sih" Marah Rayyan dengan wajah seriusnya, sementara Kayyisha terlihat mengelus lembut lengan kanan nya yang sedikit terasa nyeri, membuat Zuumar mengerutkan keningnya


"sakit banget?" Tanya Zuumar ikut mengelus lembut lengan kanan milik Kayyisha


"nyeri sedikit, mungkin karena tadi kebanyakan narik busur" Jawabnya sambil cengengesan


"nakal banget sih, kamu tuh belum pulih total, malah diem-diem bisa ngelakuin hal yang nggak aku sangka" Ujar Zuumar gemas mengelus lembut pucuk kepala istrinya yang senantiasa tertutup hijab besar itu


"kalau berkuda dan panah itu salah satu olahraga yang di sunahkan untuk di kuasi loh Zuum, aku belajar itu dari kecil dipaksa Abi awalnya tapi karena Umi, Ka Azqa bisa juga ya mau nggak mau aku harus bisa juga kan? dulu di ponpes cuma asal bisa ajah tapi aku kembangin lagi pas di Tarim, eh pindah ke Korsel di Korsel ada kelas khusus berkuda panahan, malah jadi hobby deh, hehehe" Jawabnya sambil cengengesan


"kamu nggak mau minta maaf gitu ke aku?" Tanya Zuumar to the point


"maaf? untuk?" Tanya balik Kayyisha


"semua Sha, semua, kamu main belakang sama Rayyan, diem-diem ngerencanain kaya begini, tau-tau kabur dari rumah, kalo kamu kenapa-kenapa nasib aku gimana Sha?" Tanya Zuumar yang wajahnya berubah sendu


"jadi duda muda" Jawab Naresh, Asher dan Darrel meledek Zuumar, membuat Zuumar memutar malas bola matanya


"Iya, aku salah, maafin aku ya, aku cuma nggak mau kamu kenapa-kenapa, karena urusan ini urusan aku sama June, aku nggak mau ngelibatin kamu, apalagi Mami Papi, cukup aku kehilangan keluargaku, aku nggak mau kehilangan kamu, Mami, Papi SAKTI SQUAD itu akan sangat menyakitkan buat aku kalau ngelihat kamu luka lagi ditangan June" Jelas Kayyisha sejujurnya


Namun percakapan mereka berhenti saat seorang dokter wanita cantik keluar dari Ruang operasi


"Keluarga pasien atas nama Hana" Ucapnya membuat Kayyisha bangkit dari duduknya


"Saya Kakaknya Dok" Jawab Kayyisha yang langsung menghampiri Dokter tersebut


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf, Hana.. " Ucapnya gantung namun Rayyan langsung menyambar

__ADS_1


"Hana kenapa Dok??" tanyanya Khawatir


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2