
"kenapa lama sekali double Z" Teriak Manzar sekali lagi
"Kamar kami berantakan Hyeong, Hyung pasti akan marah melihatnya, dan Kami tak ingin mendengar omelan Hyung yang berisik itu" Jawab Za yang terus menyembunyikan berbagai macam barang rahasia milik mereka
"deul-eowa hyeong!" (masuklah, kak) Ujar Zu seraya membukakan Manzar pintu kamarnya
"Misi baru?" Tebak sang Kaka sepupu
"Misi apa?" Tanya Zu Za kompak
"ayolah, aku mengenal kalian, tidak biasanya sepagi ini sibuk mengurung diri kalau bukan punya tujuan tersembunyi" Ledek Manzar
"Kami tengah bersiap untuk pulang Hyeong!" Jawab Za menunjuk koper terbuka yang berisi beberapa baju miliknya
"secepat ini?" selidik Manzar
"Appa bilang ada kerjaan darurat di perusahaan, belum lagi halmeoni hal-abeoji yang sudah merindukan cucu tersayang mereka yang tampan ini" Jawab Zu kali ini
"ya, ya, ya baiklah, aku percaya ko apapun alasan kalian, aku mau keluar sebentar, kalian mau ikut?" Tanya Manzar
"eodi gaseyo?" (kamu mau pergi kemana?) Tanya Zu tak tertarik
"Ansan" Jawab Manzar cepat
"Appa, akan segera kembali, dan ia sudah berjanji mengajak kami ke Itaewon" Jawab Za beralasan
"joh-a, naega ganda!" (Baiklah, aku berangkat ya) Pamit Manzar sempat menoleh ada barang yang selalu asing dalam kamar sepupunya itu "hah, dua anak ini, berperilaku tidak pernah sesuai usianya, ya mau heran tapi mereka adalah Bayhaqi family" Ujar Manzar dalam hati
"Hyun (kalo kakak dalam bahasa Korea Hyeong, kalau adik laki-laki Hyun ya)" Panggil Za pada si bungsu Zu
"Hmmm, waeyo?" Tanya Zu menoleh pada kakanya Za
"Menurutmu Appa akan jujur masalah uri eomma pada kita?" Tanya Za yang masih sibuk kembali didepan laptop nya itu
"tidak mungkin, Appa selalu saja menyembunyikan semua susah nya dari kita bukan? Coba ingat, Appa hanya akan bergembira didepan kita, Appa hanya akan bercerita hal-hal baik pada kita, tapi aku sering melihat Appa bangun shalat malam dan menangia seorang diri" Jelas Zu
"itu karena Appa sangat menyayangi kita bukan?" Tanya balik Za
__ADS_1
"tentu saja! karena Appa tidak ingin kita tau betapa rapuhnya dia dibelakang kita, jadi kamu tidak usah menunggu Appa bercerita, kita bisa bantu Appa dengan cara kita!" Jawab Zu lagi
"al-***-eo, al-***-eo" (oke-oke baiklah) Jawab Za patuh menyetujui mau si adik kembar
"padahal abangnya aku, kenapa harus Zulfan yang lebih cerdas, hmm jadi kacung Zulfan nih lama-lama" gumam Zayyan dalam hati
"Hyeong'aaah, nae dwieseo tudeolgeolineun geo al-a, geuleohji?" (ayolah ka, aku tau kau menggerutu dibelakang ku bukan?) Tanya Zulfan menyindir
"kyaaa, Daebak, apa kau cenayang?" Tanya Zayyan kaget
"aniyo, lihat saja muka masammu itu, lihat-lihat, Appa akan segera tiba, mari kita tunggu Appa diruang keluarga" Ajak Zulfan pada kaka kembarnya itu
Benar saja, tidak sampai dua puluh tiga menit Appa muda yang kini berusia 26 tahun itu tiba, pemandangan pertama yang ia lihat adalah dua anak tampannya sedang asik menonton kartun bergambar bis biru yang bisa berbicara tersebut
"ayolah nak sampai kapan kalian berkamuflase seperti ini, ini bukan tontonan kalian" Ujar Zuumar dalam hati seraya menggelengkan kepalanya
"Hyeong, Hyun" Panggil Zuumar membuat keduanya menoleh bersamaan
"eung appa wae?" (ia ayah, kenapa?) Jawabnya kompak
"kartunnya seru?" pancing Zuumar
"ada yang ingin Appa bicarakan, apa bisa Appa berbagi hal penting ini pada kalian?" Tanya Zuumar serius sambil melihat ekspresi kedua putranya itu
"joh-ayo" (boleh dong!) Jawab Zu Za kompak
"Entah harus bahagia, entah harus kecewa, Appa bingung" Ucap Zuumar terjeda "Bagaiamana kalau ternyata ibu juga adik perempuan kalian masih hidup?" Tanya Zuumar lagi
"wah" Jawab keduanya dengan ekspresi biasa saja membuat Zuumar semakin yakin dua putra kembarnya ini pasti sudah tau masalah ini
"kenapa cuma Wah?" Tanya Zuumar kesal
"terus kita harus apa?" Tanya Zu
"Appa kan baru tanya, kalau ternyata, nanti kita sudah kelewat bahagia ternyata itu hanya berita palsu" Jawab Za mengalihkan kecurigaan sang Ayah
"oh iya juga, kalian bisa bantu Appa mencari dimana Eomma?" Tanya Zuumar lagi
__ADS_1
"bagaimana caranya?" Tanya Zu Za kompak
"kita ke makam kosong itu bersama, kita berlama-lama disana sambil meminta bantuan 131 alfa tim? bagaimana?" Tanya Zuumar
"Baiklah, aku setuju" Jawab Za Zu lagi
"besok kita kesana, sekarang sudah mau senja, udara disana cukup dingin jam segini, ayo ikut Appa ke Itaewon, kita cari Nasi Padang" Ajak sang Ayah
"hore Itaewon" sorak keduanya gembira, melihat kedua putranya bahagia sampai bersorak seperti ini membuat Zuumar tersenyum gembira "Kadang Appa sampai lupa, kalau kalian tetap lah anak-anak yang baru berusia empat tahun" Ucapnya dalam hati
FYI : Itaewon adalah sebuah permukiman (ding dong) yang terletak di distrik Yongsan-gu, kota Seoul, Korea Selatan. Sekitar 22 ribu orang tinggal di Itaewon. Itaewon sangat terkenal bagi kalangan turis terdapat banyak restoran mancanegara yang dibuka oleh imigran asing di Itaewon seperti dari India, Thailand, Timur Tengah dan Mexico juga makanan halal dari negeri Indonesia tercinta, Di Itaewon juga terdapat Masjid Pusat Seoul, masjid terbesar di Korea Selatan.
Ketiganya sudah selesai menikmati berbagai kudapan dari sejumlah negara di sana, tengah bersiap shalat berjamaah di Masjid Itaewon yang cukup besar itu, selesai shalat berjamaah, Zuumar sang Appa masih betah duduk berlama-lama berdoa pada Sang Pencipta, sementara dua putra kembarnya asik menunggu di pelataran Masjid selayakanya anak kecil yang hobbi main, tengah asik berlari mereka tidak aengaja menabrak anak gadis se usia mereka namun berpakaian serba tertutup hingga si gadis yang hanya matanya saja terlihat itu terjatuh duduk
"adoh, sakit banget!" Teriaknya pakai bahasa Indonesia membuat Zulfan dan Zayyan menoleh beradu tatap
"Mianhae" Ujar Zulfan meminta maaf namun matanya tak lepas mengkode ke abang nya
"maaf, maaf, emang badan sebesar ini nggak kelihatan apa!" teriaknya marah
"joesonghabnida, museun malsseum-iseyo?" (maaf, kamu ngomong apa ya?) Tanya Zayyan seolah-olah tidak bisa bahasa Indonesia
"Tau ah, pusing" Jawabnya meninggalkan dua beradik kakak kembar tersebut, namun saat ingin meninggalkan Zu Za ada segerombolan anak yang usianya lebih besar dari ketiganya menarik paksa niqab yang dipakai gadis kecil yang tadi tidak sengaja mereka tabrak, membuat Zu dengan sigap menutupi wajah si gadis dengan me jadikan punggungnya sebagai tameng dan Za dengan sigap melepas hoodie yang ia pakai membantu sang Adik menutupi wajah si gadis, sementara si segerombolan anak-anak nakal tersebut berlari sambil terus mengejek dengan nada meremehkan
"kamu sudah pakai niqabnya?" Tanya Zulfan
"hmmm" jawabnya dengan suara bergetar
"nggak usah takut, mereka sudah kabur!" Ujar Zayyan
"Zayyan, Zulfan ada apa?" Tanya Zuumar yang baru saja menyelesaikan ibadahnya
"ada anak-anak nakal tadi Appa, mereka melepas paksa niqab adik ini" Tunjuk Zu pada anak gadis yang masih menundukkan kepalanya itu
"Mana ayah dan ibu mu nak?" Tanya Zuumar lagi
"Ibu sedang Shalat, terimakasih untuk bantuannya, aku masuk dulu" Jawabnya kemudian berlari segera masuk kedalam lingkungan Masjid
__ADS_1
Sementara di balik pilar besar wanita cantik tengah bersembunyi sambil menahan air mata harunya "kalian tumbuh dengan sangat baik, bahkan sanggup menjaga adik kalian dengan sigapnya, tunggulah sebentar lagi" Ujarnya dalam hati kemudian segera membawa gadis cantik yang tadi di tolong Zu Za kedalam Masjid
🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀