KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
92


__ADS_3

"Bagi ke dalam beberapa tim, tim B ke sebelah kanan, Tim I ke sebelah kiri tim 131 ikuti Zu dan Za, sisanya berjaga sebagai bayangan kami" Ucap Ji Soo menekan alat kecil dibawah kerah kemejanya sebagai alat komunikasi dengan tim bayangan dari bagian pasukan khusus yang kini semua di tarik demi melakukan misi besar ini


"hindari kontak senjata, kami butuh mereka semua tetap hidup" titah Ji Soo sekali lagi


"Zu, Za, kalian siap?" Tanya Ji Soo yang sudah memakaikan pakaian khusus anti peluru pada kembar cerdas anak dari sepupunya itu


"get ready?" teriak Ji Soo


"SHOW TIME...!!!" jawab Zu Za kompak menuruni mobil menuju sebuah bangunan megah nanti mewah yang tidak cocok kalau disebut sarang penculik


"Imoo, benar ini tempatnya?" Tanya Za heran


"sesuai pesanan" Jawab Ji Soo yakin


"mewah sekali, apa kita akan menghancurkan tempat ini?" Tanya Zu gantian


"sikkeuleoun..!!!" (berisik) teriak Ji Soo membuat kedua kembar itu langsung diam dan kembali bersiap


Saat mereka tiba didepan pintu, tidak ada hal yang perlu di curigai bahkan penjagaan ketat tidak terlihat disana, bahkan pintu dari bangunan mewah tersebut tidak di kunci


"maeu nollaunnollaun" (sangat mencurigakan) bisik Zu pada Za yang mulai meningkatkan kewaspadaan, Jangan-jangan ini trik baru dari musuh yang akan mereka hadapi


Dengan tangan sedikit bergetar Ji Soo hendak memutar gagang pintu, untuk membukanya namun pintu itu terbuka lebar dengan banyak pengawal yang menyambut kedatangan mereka sambil memberikan bow hormat


"selamat datang" teriak para pengawal berseragam serba hitam itu hormat, membuat Ji Soo mempersiapkan banyak anak panah beracun dari balik jas hitam miliknya


"Ji Soo apa kabar?" Teriak lelaki jangkung yang berwajah sangat rupawan, menyambut kedatangan Ji Soo dengan sangat ramah, Ji Soo justru semakin meningkatkan kewaspadaannya mendengar suara lelaki yang sangat ia kenali rupanya itu


"hei ayolah, kenapa setegang itu! kamu tidak rindu padaku? tidak ingin memelukku sebagai salam pengobat rindu" ledeknya


"Ezra Rahardian" teriak Ji Soo marah mengarahkan busur panah mini beracun ke arah Ezra yang berdiri tidak jauh dirinya

__ADS_1


"waw, ini kah balasanmu padaku, setelah banyak resep obat rahasia yang aku berikan untukmu?" Tanya Ezra menantang Ji Soo


"ii saekki'yaaaaaa...!!!" Teriak Ji Soo bersiap menarik busur-busur panah sangat beracun miliknya


"Ji Soo'ya hajima!!" teriak seorang wanita yang baru saja masuk melalui pintu depan yang tepat berada di belakang Ji Soo berdiri, busur-busur panah yang siap ia luncurkan jatuh berserakan tepat di bawah kakinya mendengar suara yang terakhir ia dengar 4 tahun lalu, secara perlahan Ji Soo menoleh kearah sumber suara, berlari kemudian memeluknya erat


"eonni" Panggil Ji Soo menangis dalam pelukan wnauta yang sudah ia anggap sebagai saudara kandungnya itu


"jisuya, jal jinaeni" (Ji Soo apa kabar?) Tanya Kayyisha sambil mengusap punggung Ji Soo yang bergetar hebat karena tangisannya


"Eonni" Hanya kata itu yang keluar dari mulut Ji soo dengan lelehan air mata yang semakin deras terjun bebas dari pelupuk mata sipit miliknya


"ibwa nan gwaenchanh-a, geuman ul-eo" (berhentilah menangis, lihat, aku baik-baik saja) pinta Kayyisha pada Ji Soo yang masih terus menangis


"Eonni" Panggil Ji Soo lagi, seraya melepaskan pelukan eratnya kemudian menunjuk dua pria tampan yang berwajah sama memiliki mata sama persis dengan sang Appa Zuumar


"Bayhaqi Ghiffary Zayyan, Bayhaqi Ghiffary Zulfan" Panggil Kayyisha sudah berjongkok seraya merentangkan tangannya untuk menyambut pelukan hangat dua putra yang tak pernah ia sentuh sejak mereka di lahirkan


"jeongmal mianhae adeulah" (ibu benar-benar minta maaf nak) ucap tulus Kayyisha pada dua putra nya


"eomma" panggil keduanya masih banjir air mata


"woi, ada aku disini, nggak mau di peluk juga?" ledek gadis kecil yang hanya terlihat bermata sipit itu, membuat Za dan Zu menoleh kearah sumber suara gadis seusianya yang sedari tadi bersembunyi di balik tubuh sang ibu


"Zea" panggil Zu dan Za kemudian ketiganya saling berpelukan


"alhamdulillah" seru Kayyisha, Ji Soo serta tak ketinggalan Ezra yang ikut harus melihat ke empat nya kumpul setelah berpisah dalam waktu yang cukup panjang


"ayo peluk Daddy Ezra dulu, ucapkan terimakasih karena sudah merawat Zea dengan baik" Titah sang Eomma membuat Zu dan Za langsung berwajah masam menolak keras


"Daddy?" tanya Ji Soo penuh selidik

__ADS_1


"Daddy" panggil dua anak perempuan kembar seusia Zu dan Za yang baru saja keluar kamar bersama ibu nya


"wah ada tamu ya?" tanya wanita yang seusia dengan dokter Yumi


"Daddy, ko tamu nya semua berdiri, ayo duduk" ajak Si kembar menarik Za dan Zu serta tak ketinggalan Zea yang terlihat sangat akrab dengan si kembar bermata biru itu


"perlu penjelasan?" Tanya Ezra meledek Ji Soo karena melihat ekspresi bingung Ji Soo yang cukup menggemaskan sayang rasanya melewatkan meledek bocil gede ambek itu


"aniyo!" jawab Ji Soo malas


"ayo Sha duduk dulu, jadi ini anak kembar mu?" Tanya wanita bule bermata biru seperti dua gadis kembarnya


"Iya Kak" Jawab Kayyisha tersenyum bahagia


"aku butuh penjelasan, bisa mati penasaran aku" teriak Ji Soo dalam hati menatap satu persatu orang yang sekarang tengah berkumpul layaknya keluarga besar ini


Puas bercengkrama hampir lima puluh tiga menit akhirnya Kayyisha harus pamit dari tengah-tengah keluarga besar Ezra dan istri bule serta gadis kembarnya


"Daddy, Thank you so much for everything" Peluk Zea pada Ezra haru


"ingat dalam hubungan ini tidak ada maaf dan terimakasih, Daddy berhutang nyawa pada ibumu" Jawab Ezra membelai sayang Zea


"Kak, kita akan sering bermain bersama bukan?" Tanya si kembar bermata biru yang memiliki nama Anaya Franca Rahardian serta Almira Frederica Rahardian pada Zea yang lebih tua beberapa bulan darinya


"tentu saja, kalau aku kembali ke Indonesia Daddy akan membawa kalian tinggal di dekat rumahku, begitu janji Daddy dan Mommy padaku" Jawab Zea melirik ke arah Daddy dan Mommy angkatnya


"Sha, ini tetap rumahmu, kapan pun kamu kembali kesini semua tidak akan ada yang berubah, kamu tetap keluarga kami, bagian dari hidup kami, sering-sering berkabar ya Sha" Pinta si Mommy bule berwarna biru yang bernama Brianna Agatha memeluk erat Kayyisha yang hendak berpamitan


"Paman, kami berterima kasih banyak atas semua hal yang paman lakukan untuk adik serta ibu kami, kedepannya kami akan membantu paman menjaga keluarga paman seperti paman menjaga keluarga kamu" Ucap Zu tulus berterima kasih pada Ezra


"kita keluarga, sudah sepatutnya saling menjaga, cepatlah kalian harus segera kembali, Zuumar membutuhkan kehadiran kalian segera, setelah semua beres, Paman akan segera menemui ayah kalian untuk menjelaskan semua yang terjadi selama empat tahun ini, Ji Soo sepertinya kamu sudah bisa menarik semua pasukan bayangan mu dari rumahku, Hati-hati dijalan ya" Ujar Ezra mengingtkan

__ADS_1


💕🍀💕🍀💕🍀


__ADS_2