KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
54


__ADS_3

Dengan perasaan marah yang masih berkecamuk dalam dadanya, Rayyan masih terus menatap marah kearah kartu nama pemberian Ezra, amarahnya semakin menjadi ketika ponsel Rayyan berdering terdapat notif chat baru dari nomor yang ia tidak kenal.


"FYI Virus yang gw tanam dalam tubuh calon istri cantik lu tidak terdeteksi oleh alat-alat kedokteran secanggih apapun, virus itu akan terus berkembang biak membunuh imun-imun baik dalam tubuh Hana, Virus itu bernama "jihacheol" penawar virus itu ada 2 butir, kalau lu sepakat mau bantu gw sampe dokter Yumi balik ke gw, lu bisa ambil satu besok pagi, di cafe depan gedung YG" pesan itu jelas dari Ezra


"gw nggak tau lu ada masalah apa sama dokter Yumi sebelumnya, gw nggak tau harus bantu lu kaya gimana?" Balas Rayyan bingung, mengusap kasar wajahnya


"Kenapa harus Hana yang jadi korbannya" Lirih Rayyan menatap wajah Hana


"Jangan lupa besok pagi jam 10 di depan Cafe Gedung YG" balas Ezra kembali


"Maafin aku Han" Lirih Rayyan menggenggam erat jemari Hana yang entah mengapa semakin dingin dari sebelum Ezra menyuntikkan "Virus jihacheol"


"apapun aku lakuin demi kamu Han" Ucap Rayyan kembali



Matahari sudah tinggi Mami, Aresh dan Nasher bersiap untuk ke Hotel Zuu, dan Papi, Zuumar dan Darrel bersiap kembali ke perusahaan, dan Kayyisha dari sarapan tampak tidak ikut serta


"Isha nggak ikut Mami dulu, ada yang lagi dikerjain katanya Mih" Ucap Zuumar sekaligus meminta Izin pada Mami nya


"nggak lagi sakit kan?" tanya Mami was-was


"nggak Mi, ada sesuatu yang mendesak di perusahaan Asyam Hyun-Ki katanya" Jelas Zuumar lagi


"Ya udah, Mami duluan ya, kalian juga hati-hati" Ujar Mami yang sudah masuk kedalam mobil


"Zuum, mau bareng gw sama Papi apa nunggu Kayyisha dulu?" Tanya Darrel

__ADS_1


"Bareng kalian ajah, nanti kalo udah beres Isha mau nyusul ke kantor katanya" Jawab Zuumar yang tidak bisa menyembunyikan raut wajah cemasnya


"Ada apa?" Tanya Papi saat mereka sudah berada dalam mobil


"nggak ada apa-apa ko Pih" Jawab Zuumar tersenyum samar


"Kamu anak Papi, Papi tau kamu tengah Khawatir, ada apa dengan Isha?" Cecar Papi


"Ezra sudah tiba di Korea, Kak Yumi semalam ada Chat tapi Isha nggak kasih tau aku masalah lebih detailnya Pih" Jujur Zuumar


"Kamu harus percaya, istrimu tidak akan ambil tindakan yang membahayakan dirinya sendiri, toh disini juga ia dijaga ketat bukan? ada Ji Soo yang Papi lihat cukup terlatih untuk selalu siap siaga menjaga Kayyisha, apa yang kamu khawatirkan lagi?" Tanya Papi mencoba memberikan pesan singkat nya untuk membuat putra tunggalnya sedikit tenang


"sejujurnya aku masih takut kejadian June berulang Pih" Jujur Zuumar sementara Darrel masih menyimak percakapan anak dan Papi tersebut


"Tak ada gunanya menjalani hidup dalam ketakutan akan masa depan Zuumar, bukankah kamu tahu? sehebat apapun kita berusaha melakukan terbaik dimasa kini, lauful mahfuz bahkan sudah tertuliskan sebelum ruh kita ditiupkan pada tubuh, tugas mu serahkan semua pada SANG MAHA, sambil terus berdoa semoga yang tengah kamu semogakan diberikan kemudahan, berbuat baiklah pada setiap mahkluk Tuhan dan siapapun, karena kita tidak pernah tau kebaikan mana yang akan membawa dampak baik untuk hidup kita yang kadang berada ditik tidak baik, dan entah kebaikan yang mana yang bisa membawa kita pada Jannah-Nya" Pesan Papi panjang lebar


"Makasih ya Pih, Do'akan Zuumar selalu dengan restu nya Papi Mami" Ucap Zuumar tersenyum


Tiba di perusahaan Darrel dan Papi tengah meeting serius dengan pesaing perusahaan lain tengah membahas kerjasama baru, sementara Zuumar yang sedari tadi tak juga bisa konsentrasi mengerjakan semua tumpukan dokumen di depannya memutuskan melihat istrinya lewat kamera pengintai yang memang ia siapkan kala berjauhan dengan sang istri, disana terlihat Isha tengah konsentrasi menatap laptop miliknya yang Zuumar sendiri tidak pernah ingin tahu ada apa didalam laptop sang istri, setelah bermenit-menit menatap layar laptop Kayyisha beranjak dan seolah mendiskusikan sesuatu dengan Ji Soo, terlihat dia seperti menulis sesuatu pada kertas kosong, Ji Soo beberapa kali mengusap wajah cantiknya dengan kasar, seolah frustasi tak menemukan jawaban, kini tampak dalam layar Kayyisha menelpon seseorang, cukup lama sekitar 432 detik berlalu dalam tangkapan mata Zuumar, tak lama kemudian ia tampak duduk membuang jauh ponselnya dengan gerakan sseolah membuang ponselnya karena marah, Zuumar yang sedari tadi terus mengawasi malah semakin pusing sendiri melihat tingkah laku istrinya tersebut


"Kamu lagi bahas apa lagi Sha? Itu bukan sketsa kamu mau kabur lagi kan?" Tanya Zuumar pada layar laptop di hadapannya


"lu udah gila Zuum? laptop lu ajak ngobrol?" Ledek Asher yang tiba-tiba sudah berada didalam ruang kerja milik Zuumar


"dih main selonongan ajah lu, nggak pake ngetok-ngetok pintu dulu" Sewot Zuumar


"Lu bolot, gw ngetok berkali-kali tapi lu nggak nyahut-nyahut, gw intip lu lagi mantengin laptop, gw kira lu lagi nonton bokep buat belajar buka puasa nanti malem" ledek Asher

__ADS_1


"Sialan lu, nggak perlu pake nonton begituan gw udah ahli, lagian kurang kerjaan banget pagi hari gw nonton begituan merusak otak tau nggak lu!" Teriak Zuumar tak suka


"terus lu mantengin apa? sampe pintu gw gedor-gedor lu nggak denger?" Selidik Asher


"Kayyisha" Jawab Zuumar jujur


"bikin ulah apa lagi bini aneh lu itu?" Tanya Asher


Zuumar memperlihatkan rekaman ulang saat kayyisha berada dirumah pada Asher, mata Asher menyipit mencari tahu apa yang kayyisha lakukan


"Besok-besok lu bikinin CCTV yang rada canggih napa Zuum, yang ada suaranya, jadi kita tau dia ngomong apa? kalo cuma gambar bergerak gini kita kaya lagi main tebak gambar, lu yang suaminya ajah bingung mereka ngapain, gimana gw?" Tanya Asher


"Percuma ada suaranya juga, mereka pasti ngobrolnya pake bahasa planet, ngerti kaga, muntah ia kita mumet nyari translate nya Sher" Jawab Zuumar lagi


"Lu ngapain kesini? nggak bantuin Mami di hotel sama Cafe?" Tanya Zuumar


"Mami yang suruh gw kesini, anterin makan siang buat lu, Papi, sama Darrel nih" Jawabnya seraya memberikan beberapa box makan siang di dekat meja kerja Zuumar


"Tumben?" tanya Zuumar lagi


"Mami takut Kayyisha nggak dateng ke kantor bawain bekel makan siang kalian, soalnya tadi Mami lihat Isha kan sibuk banget" Jawab Asher


"Bahagia banget gw punya keluarga sama sahabat kaya kalian" Ucap Zuumar tersenyum lepas


"gw sih Zuum, yang harusnya banyak terimakasih sama keluarga lu, gw bukan siapa-siapa kalau Mami Papi nggak banyak bantu gw iuran SPP sekolah gw dulu, Orang tua gw nggak tau dimana? tapi gw ngerasa punya keluarga utuh berkat Mami Papi Kaka adek dari lu sama SAKTI SQUAD, makasih ya Zuum lu nggak pernah bedain temenan sama gw yang susah ini" Ucap Asher membuat Zuumar haru, kemudian memeluk Asher erat


"KALIAN NGAPAIN??????" teriak seseorang di balik pintu ruang kerja Zuumar

__ADS_1


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


__ADS_2