KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
115


__ADS_3

Malam tiba, Zuu family beserta SAKTI SQUAD sudah stand by dirumah Zuumar, Kayyisha, Yumi, Shin, Hana dan Ji Soo sudah sibuk menata ini itu sementara para lelaki tengah sibuk bercakap ini dan itu, saat bersamaan Arhan dan Maysun baru saja tiba dikediaman Zuumar, mereka bergabung dengan Zu dan Za yang sudah duduk bersila bersiap memulai pengajian, sementara Zea entah kemana tak juga kelihatan matanya


"Zea kemana Zu?" Tanya Arhan penasaran


"aah biasalah anak gadis, mau ketemu gebetannya sibuk bener bolao balik depan kaca" Jawab Zu asal membuat Arhan berbinar mendengarnya, sementara Za terus melirik Maysun yang tampil cantik dengan balutan gamis serta hijabnya itu


Tak lama berselang Jahdami baru tiba dari Korea karena ternyata ada keterlambatan jadwal penerbangan membuatnya hampir saja tidak bisa ikut serta acara tujuh harian Mami dan Papi Zuumar, sementara Zea yang melihat Jahdami tiba didepan pintu utama segera berlari menuruni anak tangga


"Yeoni'shi heoncheonhi naelyeowa!" teriak Jahdami melihat Zea berlari kearahnya namun bukan nya berhenti Zea justru makin bersemangat untung ada Appa Zuu yang bersiap menangkap bungsunya itu


"Ya Allah Ze, gwaenchana?" Tanya Zuumar


"Samchon" Sapa nya justru ke Jahdami bukan menjawab pertanyaan sang Ayah


"hmmm, mulai dah si bontot" lirih Zu melihat Zea, Zea sendiri tanpa sangat antusias menyambut Dami bahkan mereka terlihat sangat akrab dan itu cukup membuat Arhan terasa panas di hatinya


"Zu, itu siapa sih yang ngobrol sama Zea?" Tanya Arhan akhirnya membuka mulutnya karena tidak tahan melihat Zea begitu bahagia berada di dekat pria berwajah tampan itu

__ADS_1


"itu adek tirinya bokap gw Han, namanya Dami, seumuran sama bokap gw, tapi Zea pengen banget punya suami kaya Dami'shi Samchon" jelas Zu yang harus jujur pada Arhan, karena sangat kentara sekali kalau Arhan ada hati pada adik bungsunya itu


"hah? seumuran bokap lu?" Ulang Arhan


"Iyo, sekitar 40 tahunan lah ya?" Jawab Zulfan lagi


"jangan becanda lu, baby face gitu iya kali 40 tahun!" Ujar Arhan tak percaya


"serius, mereka semuanya tuh seangkatan" tunjuk Zulfan ke arah sakti squad yang masih asik berbincang "nggak mungkin saingan gw om-om" Ujar Arhan menggelengkan kepalanya tak percaya


Acara akan segera di mulai, tiba-tiba Chycilia dan Icha datang mata keduanya tidak bisa berbohong melihat megahnya rumah triplets Z, ditambah rekan-rekan orang tua si kembar tiga kualitas super semua


"Anjjay sulthan beneran mereka, cepetan kita duduk dideket Zea" Tarik Icha yang langsung duduk disebelah Zea yang sedari tadi sudah bersiap untuk membacakan QS Yasin, setelah semua rentetan acara tujuh harian selesai, Arhan, Maysun, Zu Za Ze, serta Chycilia dan Icha berkumpul tengah asik berbincang


"Za bisa minta waktunya buat ngobrol berdua ajah nggak?" Tanya Chycilia namun tak disangka Za mengangguk kan kepalanya menyetujui setelah sebelumnya nya Zea memberikan kode kedipan mata pada kaka keduanya itu "punya rencana apalagi si putri AIDA?" Tanya Za dalam hati sementara Icha sudah menyiapkan skenario super besar untuk membuat kejutan keluarga Zuumar dengan rencana liciknya


Chycilia dan Zayyan sudah duduk dengan berjarak aman di taman kecil samping kediaman utama Zuu family

__ADS_1


"Maaf ya Za, bikin kamu nggak nyaman" Ujar Chycilia


"santai ajah" Jawab Za santai


"eh aku bawa macaroon kesukaan kamu, ini aku beli di toko Zuu loh" Ujar Chycilia menyodorkan macaroon warna warni itu, Zayyan mengambil satu dan langsung memakannya tanpa curiga, begitupun Chycilia yang ikut memakannya namun bukan dari tempat yang sama dengan yang ia sodorkan pada Zayyan, terlihat Zayyan berkali-kali menguap kemudia tertidur dan "bruk" ambruk di bangku taman


"Urus" Titah Zayyan yang sudah melihat Chycilia pengsan


"bos muda, ini harus diapakan?" Tanya pasukan berpakaian serba putih itu


"sesuai permintaan Yeon Aida berikut komplotan nya yang sedari tadi sudah aku lumpuhkan dalam mobilnya" Titah Zayyan kemudian berlalu begitu saja


"Jangan main api kalau tidak ingin terbakar didalamnya, jangan mengusik keluargaku kalau tak ingin hancur dibuatnya" Senyum jahat si putri bungsu nampak samar dari balik niqabnya, Zea menyaksikan semua dari balik tirai besar tubuh Chycilia di bopong entah kemana "samapi bertemu di iklan sekolah besok ulet keket" ujar Zea dalam hati


*


Dalam perjalanan pulang Arhan dan Maysun sama-sama terdiam kalut dengan fikirannya masing-masing, Arhan terus memikirkan ucapan Zu soal Zea dengan om-om tampan impian nya itu, sementara Maysun begitu marah ketika melihat Arhan begitu sangat terluka melihat Arhan begitu amat mengagumi Zea "apa gw harus kaya Zea, supaya Arhan ngelirik gw?" tanya Maysun dalam hatinya

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2