KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
52


__ADS_3

Rayyan masih menatap sendu wajah bocil pirang yang betah terpejam itu, diambilnya jemari lentik sebelah kanan milik Hana, digenggamnya erat sambil terus menatap cincin yang sama seperti miliknya


"ayo bangun, kita susul Kayyisha sama Zuumar, Oh iya kamu belum tau kan, Darrel sama Ji Soo juga mau nikah loh, masa aku duluan yang punya pacar Darrel duluan yang nikah" Ucapnya manatap Hana padahal Rayyan tau apapun yang ia katakan, Hana tak akan menjawab apapun dari semua ucapannya


"Permisi Rayyan ya?" Sapa dokter cantik yang pernah ia temui saat di Indonesia tempo hari


"ah iya, kenalkan saya Rayyan Dokter" Ucap Rayyan mengulurkan tangan kanannya


"Saya Yumi" Jawab Sangat Dokter cantik yang usaianya hanya beberapa tahun diatas Rayyan


"Mari ikut keruangan saya sebentar" Ajaknya sembari menuju pintu keluar


"baik Dok" Jawab Rayyan patuh


Mereka sampai di ruangan Dr Yumi hanya sedikit lain dari ruangan dokter yang biasa Rayyan masuki, bahkan Rayyan sempat kedapatan melirik kiri dan kanan dengan kondisi ruangan dokter cantik di hadapan nya ini


"tidak usah bingung, ini ruangan penyimpanan senjata sekaligus tempat meneliti kemajuan tekhnologi racun yang terus semakin maju" Jelasnya seolah faham tatapan bingung Rayyan


"oh, maaf Dok kalau lancang" Ujar Rayyan tak enak hati


"kamu pasti sudah tau kan? seperti apa kehidupan kami, harusnya sesuatu seperti ini tidak membuat kamu kaget" Jelas Dr Yumi lagi


"hanya sedikit terkejut saja Dokter, kami biasa dengan kekerasan tapi tidak sampai sejauh ini meneliti segala macam racun, di Indonesia yang seperti ini seperti nya tidak terlalu akrab" jelas Rayyan


"langsung saja, kondisi Hana seperti yang kamu lihat, tidak mati tidak hidup juga, jiwanya seolah menolak untuk bangun, saya sebagai wali dari Hana, meminta kamu untuk mengikhlaskan jalan Hana, kalau memang Tuhan kasih waktu hanya sampai sini, maafkan semua salah Hana, supaya jalannya di permudah" Jelas Yumi tertunduk pasrah


"Dokter menyerah?" Tanya Rayyan sedikit meninggikan suaranya seolah tak Terima


"Tidak, tidak sekali, menyerah atau tidaknya, Lauhul mahfudz tetaplah pemenangnya, Namun kematian adalah saingannya" Sarkas Dokter Yumi, terdengar helaan kasar nafas Rayyan "kematian adalah saingannya" Kata-kata itu seolah terus berulang dalam ingatan Rayyan


"Tapi apakah boleh saya terus membersamai Hana sampai waktunya tiba?" Tanya Rayyan pasrah


"Sampai Tuhan menyuruhnya untuk kembali pulang" Jawab Dokter Yumi


"Dokter ini kartu nama saya, disini saya harus membatu di perusahaan Zuumar yang tidak jauh dari rumah sakit, secara tidak langsung saya tidak bisa 24 menemani Hana, apa boleh saya minta tolong? kalau ada apapun soal Hana, dokter bisa menghubungi saya?" Pinta Rayyan

__ADS_1


"baiklah, kamu tidak perlu khawatir, disini Hana akan sangat aman, karena rumah sakit ini sudah dibekali dengan keamanan super canggih" Jelas Dokter Yumi


Mereka tengah asik berbincang terdengar ketukan dari luar pintu


"Tok.. Tok.. Tok.. " Suara pintu diketuk dari luar


"yumi bagsanim, sonnim-i wassseubnida!" (Dokter Yumi, ada tamu) Ucap orang dibalik pintu


"nugunde?" (siapa) Tanya Dokter Yumi seraya menekan tombol dibalik mejanya dan dengan cepat ruangan nya berubah menjadi seperti ruangan dokter pada umumnya lagi-lagi Rayyan dibuat heran dengan kecanggihan tekhnologi nya


"Geuui ileum-eun ejeula (Ezra)" (namanya Ezra) jawabnya lagi, Wajah Yumi berubah menjadi pucat pasi mendengar nama itu, Rayyan yang melihatnya menyadari perubahan pada wajah sang dokter


"Deul-eowa!" (suruh masuk) Jawab sangat dokter walau tidak terlalu Yakin


"Rayyan, tolong tetap disini!" Ucapnya lirih dan Rayyan menganggukan kepalanya patuh


Pintu ruangan terbuka, pria tampan nan menjulang tinggi itu masuk melangkah dengan pasti mendekati meja milik Yumi


"Silahkan duduk Tuan" Ucap Yumi asing


"Maaf, apa kita saling kenal?" Acuh Dokter Yumi


"Bukan hanya saling kenal, aku bahkan tidak pernah merubah semua perasaan ku bertahun-tahun lalu, masih sama, masih sangat sama sampai kamu mengumumkan kalau akan menikahi Azqa" Jawabnya yakin mendengar nama Azqa disebut membuat Rayyan mengingat Dokter tampan kaka dari Kayyisha yang ia sempat temui beberapa kali


"Maaf Tuan, kalau tidak ada masalah kesehatan yang ingin anda bicarakan pada saya, silahkan keluar, itu pintu keluarnya, saya masih ada pasien yang harus di urus" Usir Yumi yakin


"Dokter, tidak apa-apa, saya bisa keluar" Pamit Rayyan yang mulai merasa tidak nyaman dengan keduanya


"Tidak" Teriak Yumi dan Ezra kompak


"Oh jadi setelah gagal menikahi Azqa kamu pacaran sama bocil kaya gini?" Tunjuk Ezra tersulut cemburu tidak jelas pada Rayyan


"Bukan Pak, calon istri saya sedang dibawah penanganan Dokter Yumi, saya hanya sedang membicarakan kesehatan calon istri saya" Ucap Rayyan yang tidak ingin ada kesalahan fahaman antara dirinya dan lelaki jangkung di hadapan nya ini


"eh pak, pak, emang saya bapak kamu!" Teriaknya tak Terima

__ADS_1


"Dokter Yumi, saya pamit keluar dulu ya, Hana sendirian" Ujar Rayyan buru-buru keluar dari ruangan Dokter Yumi


_


Di perusahaan milik Zuumar


"Rayyan udah ada kabar belum?" Tanya Asher pada Zuumar


"Belum, masih dirumah sakit mungkin, Sher Lu nggak mau ke dokter? bibir lu pecah itu" Tunjuk Zuumar


"kaya anak kecil ajah, biasanya dulu lebih parah dari ini kita nggak pake kerumah sakit Zuum" Jawabnya masih fokus dengan beberapa berkas yang tadi pagi diberikan Zuumar


"gimana rasanya di tampol temen sendiri Sher?" ledek Zuumar


"lebih an jing dari pada di tampol musuh, bang ke bener pertanyaan lu" Jawab Asher malas


"haahaahaa, gw belum pernah sih ngerasain, jadi kan gw nggak tau!" Jawabnya masih dengan mode meledek sahabatnya


"dih kam pret banget lu, balik yu, keburu penuh nanti jalannya" Ajak Asher yang sudah akan bangkit dari duduknya


"Bentar, gw telpon Bini dulu, lu balik semobil sama gw nggak?" Tanya Zuumar lagi


"nggak lah, kan bawa mobil gw, gw sendirian ajah, lu sama yang lain nggak apa, oh iya gw mau ada urusan bentar, kayanya nggak makan di rumah gw" Jelas Asher yang langsung keluar ruang kerja Zuumar


"itu anak kenapa sih? aneh banget!" Ucap Zuumar melihat Asher seolah menghindari Darrel dan Ji Soo


_


Rumah Zuumar


Mereka sudah berkumpul untuk makan malam, makan malam kali ini benar-benar tenang, tak ada siapapun yang membuka mulutnya untuk bercerita seperti hari-hari biasanya


"Ini kenapa pada diem ajah sih? kalian nggak lagi slek kan?" Tanya Papi yang aneh pada anak-anak angkatnya


"Zuumar, ada apa?" Tanya Mami menambahkan

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2