KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
127


__ADS_3

Zea menolak untuk operasi plastik demi menutupi bekas luka pipi kanan yang cukup nampak itu


"Dek, operasi ya!" Bujuk Appa Zuu


"nggak usah Appa, mungkin selama ini Adek kurang istiqomah pakai niqab nya, biar luka ini yang bantu adek istiqomah untuk terus memakai niqab" Jelas Zea, dan itu semua membuat Adyatama nyeri di hatinya


"Ya Tuhan, bukan hanya parasnya yang indah, dia cantik juga sholehah" Cicit Adyatama dalam hati


"Tam, nggak perlu merasa bersalah, itu semua kecelakaan, jangan jadi beban ya!" Pinta Eomma Kayyisha yang sedari tadi memperhatikan Tama seperti banyak beban


"iya Tante, maafin Tama karena nggak bisa jagain Zea!" Ujar Tama lirih dan sangat menyesal


Sementara Zu dan Za tengah sibuk mencari pelaku yang berani melukai Puteri cantik kesayangan keluarga Zuu. Setelah semua sepakat mengikuti ke inginan Zea yang tidak mau di operasi plastik, Zea tertidur karena efek obat pereda nyeri yang Shin Bangsanim berikan


"Eonni, Zea mungkin akan tidur sampai pagi" Ujar dokter Shin memberi tahu


"Nggak apa, biar Ze istirahat yang cukup" Jawab Zuu menghembuskan nafasnya berat


Namun di luar dugaan, Tama meminta izin pada Zuumar dan Kayyisha secara pribadi ingin berbicara serius pada orang tua Zea


"Tante, Om, apa boleh saya izin berbicara serius dengan Tante dan Om" Tanyanya dengan mimik wajah serius


"Ada apa Tam?" Tanya Kayyisha bingung

__ADS_1


"Bicaralah Nak" Jawab Zuumar yakin


"Saya ingin bertanggung jawab atas Zea Yeon Aida om tante!" Ujar Tama mantap


membuat Arhan, Renjun, serta Zayyan dan Zulfan yang baru saja tiba menoleh kearah yang sama dimana Tama tengah duduk diruang ujung namun masih terdengar jelas oleh ke empat nya


"Tanggung Jawab?" Cicit ke empatnya serempak


"Emang Tama ngapain Zea?" Cicit ke empat nya lagi membeo bersama


"Maksudnya apa Tama? memang kalian habis apa sampai kamu harus tanggung jawab pada Zea?" Tanya Kayyisha panik


"Sayang, coba dengerin dulu penjelasan Tama ya!" Ujar Zuumar menenangkan istri cantiknya


"Kami tidak melakukan apapun diluar batas kewajaran, karena seperti CCTV yang tante dan om lihat, kami hanya sekedar jajan saja, tapi saya sudah melihat full wajah Zea, bahkan Zea terluka karena melindungi saya, Ze menolak dioperasi karena ingin tetap istiqomah dengan niqabnya, dan saya satu-satunya lelaki yang melihat wajah Zea, maka dari itu saya merasa harus bertanggung jawab karena secara tidak langsung saya melihat sesuatu nyang selama ini Zea tutupi hanya untuk orang yang tepat untuknya kelak, Om Tante, walau saya faqir ilmu, walau saya tidak kenal islam sedalam keluarga besar kalian, tolong izinkan saya meminta kesediaan Om dan Tante untuk merestui hubungan kami kedepannya!" Jelas Adyatama panjang lebar


"iya Om Tante!" Jawab Tama mantap


"Tapi kalian masih SMA, Zea bahkan baru kelas satu Tama" Jawab Kayyisha pusing langsung memijit keningnya


"Saya sudah kelas 3 Tante, saya juga punya usaha kecil-kecilan tapi insya Allah cukup untuk menghidupi kami berdua, saya akan menunggu Zea siap menerima saya sebagai pendamping nya, maka dari itu saya meminta restu om tante untuk hubungan halal kami nantinya" Jawab Tama terlihat sangat dewasa saat berkata seperti itu


"Tama, kami akan merestui hal baik tentunya, tapi semua keputusan ada di tangan Zea, biarkan dia yang memutuskan kedepannya akan seperti apa, saya harap selama masa menanti jawaban persetujuan dari Zea kalian harus tetap bisa menjaga jarak, tolong jangan kecewakan kami nak" Jawab Zuumar lagi

__ADS_1


"Baik om tante, saya akan menunggu jawaban baik dari Zea, oh iya ini, saya baru bisa membelikan ini untuk Zea, kalau Zea bersedia menerima saya, tolong Zea mau memakai ini di lengan kirinya" Uajr Adyatama menyerahkan sebuah gelang batu giok turun temurun keluarga besar Adyatama


"sebelumnya kami selaku orang tua Zea sangat berterimakasih untuk tindakan spontan dan terpuji kamu Nak, semoga Zea akan memberikan jawaban baik untukmu!" ujar Zuumar lagi


"iya ok, kalau gitu saya pamit ya om, sampai kan salam saya pada Zea saat ia terbangun nanti! Assalamu'alaikum" Pamit Adyatama mencium punggung tangan Zuumar takzim


"Wa'alaikumsalam wr wb, Hati-hati dijalan ya Tam" Jawab Kayyisha sekaligus memberikan sedikit perhatiannya


Adyatama juga hendak pamit pada empat rekannyaz namun Arhan yang kesal langsung menarik paksa lengan Adyatama


"Tama sialan! gw sama Renjun yang ngejar-ngejar malah jadi justru lu yang ngelamar, sialan lu!" Ujar Arhan kesal


"Wuidih jadi kaka ipar dong!" Ucap Zulfan meledek


"belum pasti Zul, Zea nya juga belum tentu mau sama gw kan?" Tanya balik Adyatama


"ini menyangkut masa depan Han, Jun, yang gw fikirin Dia sengaja nggak mau oplas karena dia mau memperlihatkan wajah yang seolah buruk karena bekas luka itu, kita nggak tau apa hal yang Zea takuti dengan bekas luka di wajahnya itu"


"nanti kita bantu bujuk" bisik Zayyan telat ditelinga Kanan Adyatama, yang disambut senyum lega dari Adyatama


Namun kedua pesaingnya masih tampak memasang wajah tidak bersahabat, membuat Adyatama menggelengkan kepala nya heran


"Kalau jodoh nggak kemana! gw cabut ya.. assalamu'alaikum" ujar Adyatama segera mungkin keluar dari ruang perawatan Zea, ternyata ada Maysun yang hendak ikut menjenguk Zea, sedikit mendengar pembicaraan Adyatama soal keinginan nya menikahi Zea, membuat perasaan Maysun entah apa jadinya

__ADS_1


"Kenapa gw nggak seneng Tama sama Zea gini sih!" Ucapnya pada diri sendiri


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2