KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
122


__ADS_3

"Bugh" satu pukulan mendarat di wajah lelaki asing yang Zea pun baru pertama kali bertemu, saat hendak membalas pukulan Zea pergerakan si lelaki asing itu ditahan beberapa pasukan bayangan yang sudah Zea persiapkan sebelumnya


"Bawa ke basecamp ku" Titah Zea yang diangguki oleh pasukan bayangan 131 milik keluarga Zuu


"Jangan sampai lepas, jangan beri tau appa, eomma dan hyeongie, ini urusan ku" Perintahnya sekali lagi


"show time" Ujar nya tersenyum bahagia


*


"Dek, kamu dari mana?" Tanya Zayyan yang khawatir


"tadi ada yang mencurigakan Bang, tapi ternyata aku salah" Jawab Zea cengengesan


"Beneran kamu baik-baik ajah?" Tanya Zayyan lagi


"iya Abang, Maysun bahas apa ajah Bang?" Tanya Zea mengalihkan pembicaraan


"nggak ada Dek, sejauh ini aman, Maysun minta maaf doang ke Adya, Maysun nyesel udah bikin Adya yang jadi korban karena ambisinya, cuma abang masih belum faham ambisi yang Maysun" Jelas Zayyan


"Sabar Bang, kita kupas satu-satu ya" Ujar Zea menggandeng lengan Abang tengahnya itu


"Kita mau kemana?" Tanya Zayyan


"Pamit sama Adya Bang, kita pulang, adek capek banget!" Pinta Zea


"Adek duluan ke Adya, Abang ambil tas sama Barang kita ditempat Imoo Shin, sekalian panggil Zulfan" Jawab Za mengusap sayang kepala adik bungsunya itu


Zea masuk kedalam kamar rawat Adya yang tenyata masih belum tidur


"Zea" Panggil Adya saat merasa pintu ruangannya dibuka seseorang

__ADS_1


"Kita mau pamit Ad" Ucap Zea


"Zu Za mana?" Tanyanya lagi


"Sebentar lagi nyusul, lagi ambil tas" Jelas Zea


"makasih ya, Maysun kayanya nggak berhenti sampe lu kenapa-kenapa, lu tolong jaga diri lu baik-baik, gw nggak bisa bantu banyak hal, karena kondisi gw masih gini" Ujar nya sedih


"yang penting lu sehat dulu Ad, soal Maysun lu tenang ajah" jawab Zea tersenyum dingin dibalik niqabnya


"Tapi dia bahaya Loh Ze, Psycho dia tuh" Ucap Adya memperingati


"kita lihat se Psycho apa dia" Cicit Zea dalam hatinya


"Ze, udah pamitnya?" Tanya Za dan Zu yang baru saja masuk kedalam ruang rawat Adyatama


"Adyatama Rahrja" Panggil Zulfan dingin


"hahaha santai bro, gw cuma baca nama panjang lu aja, kita mau pamit, lu nggak sendiri disini?" Tanya Zu memastikan


"aman! lagian tadi dokter keluarga kalian bilang ruangan ini paling aman dan dijaga 24 jam, tapi besok kalian kesini lagi kan?" Tanya Adya memastikan


"agak sorean kali Ad, paman kita ada acara nikahan" Jawab Zu takut-takut menoleh kearah si bungsu, tapi sepertinya bungsu keluarga Zuu sudah tidak sesedih kemarin lalu


"kenapa ngelirik aku kaya gitu? mau ngeledekin aku? mau bilang aku mewek ditinggal nikah? nggak akan ya! aku nggak selemah itu, lagian aku punya mainan baru seru wle" Jawabnya menjulurkan lidahnya meledek abang sulungnya itu, sementara Za hanya tersenyum melihat kelakuan Sulung versus Bungsu nya itu, Adya ikut tersenyum melihat harmonis nya adik kaka kembar tiga itu


"kalian bertiga bikin iri banget sih" Lirih nya sedih dalam menatap ke tiganya


"Zu Za Ze, segera pulang! Eomma Appa sudah menunggu kalian" Ujar Shin Bangsanim memberitahu


"Adya, kita balik ya, Imoo aku titip Adya ya" Pinta Zea sebelum benar-benar meninggalkan rumah sakit

__ADS_1


"Kalian hati-hati ya" Pesan Adya sebelum ketiganya pamit menuju kediaman utama keluarga Zuu


*


Sekembalinya dari rumah sakit, ketiganya sudah ditunggu untuk makan malam bersama Appa juga eomma nya, tidak banyak percakapan yang terdengar Eomma Appa sudah mengetahui kejelasan permasalahan dari pihak sekolah mereka tak ingin banyak menghakimi ketiganya karena membela hak individu ketiganya


"Besok Adek beneran nggak mau ikut ke acara Dami Samchon?" Tanya Kayyisha hati-hati


"nggak eomma, Adek dirumah ajah, ada yang perlu adek urus soalnya" Jawabnya tanpa melihat sang Eomma


"Dek, gwaenchana?" Tanya Appa Zuu yang selalu terlihat tampan walau usianya tak lagi muda


"Appa, asek baik-baik banget!" Jawab si bungsu lagi


"Ya udah, terserah adek, Abang Oppa Eomma udah siapin koper kalian, kita berangkat malam ini ya, supaya besok nggak terlambat" Pinta Kayyisha Eomma


"Alhamdulillah, aku bisa urus semuanya secara aman sendiri besok" Lirih Zea dalam hati senang


*


"Adek baik-baik ya!" Ujar Eomma memeluk si bungsu, bergantian dengan Appa disusul kaka kembarnya


"Jangan aneh-aneh ya De, oppa nggak bisa Back up kamu kalo jauhan gini" Ujar Zu mengingatkan


"Apapun yang tengah adek rencanakan, abang minta adek hati-hati, Abang udah minta tolong Arhan bantu kaga Adya selama nggak ada Abang" Giliran Zayyan yang pamit pada si Bungsu, namun sedari tadi semua wejangan hanya di angguki oleh Zea sebagai jawaban


Keluarga besar Zuu sudah bersiap meninggal ibu kota, menuju negeri ginggsengk berikut Hana, Ji soo, Yuni, Shin serta tak ketinggalan sakti squad membersamai


Sementara si bungsu tersenyum bahagia seorang diri "ayo Zea, kita tidur, besok harus bangun pagi untuk proses eksekusi" Katanya bersemangat tak sabar menunggu sangat surya menampakkan dirinya


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


__ADS_2