KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
70


__ADS_3

"Bawa masuk ke ruang pemeriksaan" Perintah Dokter Yumi panik


Dengan patuh Zuumar membaringkan tubuh lemas istri cantiknya ke ranjang pesakitan


"Zuumar, bisa minta tolong keluar sebentar, aku akan memeriksa kondisi Kayyisha" Ujar Dokter Yumi tak enak hati mengusir pemilik klinik tempat ia bekerja saat ini


"Ada apa Kak? kenapa aku nggak boleh ada disisi istri saya?" Tanya Zuumar cemas, Dokter Yumi yang paling tau istrinya pasti ada sesuatu yang ia sembunyikan, itulah yang ada dalam fikiran Zuumar


"khawatir yang lain ikut masuk, aku harus melepas niqab Kayyisha" Jawab Dokter Yumi sudah berbalik badan agar air mata yang sudah tak sanggup ia tahan mengucur deras di wajahnya


"baik Dok, tolong apapun hasilnya tidak ada rahasia di dalamnya!" Ancam Zuumar


"Gimana Zuum?" Tanya SAKTI SQUAD Mami Papi kompak


"Masih di periksa Doker Yumi" Jawab Zuumar lirih


"kenapa kamu keluar dari ruang pemeriksaan, Kayyisha butuh kamu!" Ujar Mami sedikit kesal


"Dokter Yumi yang minta Mih" Jawab Zuumar lagi


"Sher, kenapa gw ngerasa ada yang nggak beres ya" Ucap Naresh berbisik ditelinga Asher


"Keracunan nggak sih tuh si alien" Jawab Asher seenaknya


"ngaco! gw rasa Zuumar junior akan segera hadir" Ujar Rayyan gembira


"alhamdulillah" Ucap syukur ketiganya


"ssssst, jangan berisik dulu, kita tunggu analisa Doker Yumi" Jawab Rayyan lagi


Sementara dalam ruang pemeriksaan Kayyisha sudah sadar dan tengah berbincang ringan pada Kakak sepupunya itu


"aku mohon cukup kita berdua yang tau Kak, aku mohon" pinta Kayyisha frustasi

__ADS_1


"Tapi ini bahaya Sha, kamu harus menggugurkan janin-janin ini kalau hidupmu mau selamat!" Ujar Dokter Yumi tak kalah frustasi "Bagaimana bisa aku memilih mempertahankan mu atau calon anak-anakmu Sha" Tanya Dokter Yumi pada dirinya sendiri


"Kak, aku akan tetep mempertahankan mereka disini" Tunjuk Kayyisha pada perutnya yang masih rata itu


"tapi kamu bisa mati Sha" Jawab Dokter Yumi dengan lelehan air mata di wajah ayu nya


"Tugasku melahirkan para penerus untuk suamiku ka, itu pengabdian terkahirku sebelum kembali ke sisi Nya" Ujar Kayyisha tersenyum pedih


"Kak, kalau diakhir perjuangan ku, kakak harus memilih, antara aku atau anak-anakku, aku mohon selamatkan mereka" Pinta Kayyisha lagi


"Zuumar eotteohge?" Tanya Dokter Yumi lagi


"Cukup Kakak dan Aku saja, siapapun itu tidak boleh tau akan kondisi kesehatan ku, Kak mari berjuang sampai akhir untukku demi mereka, kalau nanti di akhir aku menyerah karena Tuhan yang menyuruhku kembali pulang, aku mohon urus ketiganya dengan baik kak, butaghae" Ujar Kayyisha kembali memelas, menggenggam erat tangan sepupunya yang sudah menangis haru itu


"aku lalai Sha, sampe virus milik Ezra ikut tertanam dalam tubuhmu, dan akan semakin cepat mengikis kondisi kesehatanmu, apalagi dalam kondisi hamil seperti ini virus itu akan semakin hebat berkembamg biak dalam tubuh mu" Lirik Dokter Yumi menyesal


"Kita cuma manusia ka, cuma bisa berencana, cuma bisa berusaha sebaik mungkin, kita udah cari solusinya tapi masih belum ada penawarnya, aku bukan wanita lemah ka, ayolah percaya padaku, aku bisa berjuang bersama mereka semampuku" Jawab Kayyisha tersenyum bahagian "Alhamdulillah, kalian hadir dengan cepat, sehat-sehat kesayangan" Ucap Syukur nya dalam hati


"Hapus air mata mu Ka, Zuumar akan curiga, aku akan tetap pura-pura memejamkan mataku ya, aku tau kau sangat jago berakting" Ujar Kayyisha kembali berbaring diatas ranjang oesakitannya


"Dokter Yumi, bagaimana Kayyisha?" Tanya Zuumar begitu melihat pintu ruang pemeriksaan terbuka


"Alhamdulillah, kabar baik untukmu Zuum" Jawab Dokter Yumi tersenyum manis


"apa Dokter?" Tanya Zuumar penasaran


"sebelumnya saya mohon maaf, ada 2 kabar yang akan saya bagikan, mau dengar kabar baik atau kabar buruknya terlebih dahulu" Tanya Dokter Yumi seraya mengamati satu persatu ekspresi wajah yang hadir dalam ruangan tersebut


"dua kabar?" Tanya Zuumar seolah tak percaya, Dokter Yumi tidak menjawab namun hanya anggukan sebagai jawaban


"berikan kami kedua kabar itu dokter" Ujar Mami mencoba menguatkan Zuumar yang sudah pasrah dengan kabar yang akan di berikan oleh dokter Yumi


"Baiklah, kabar baiknya Kayyisha tengah hamil dengan kemungkinan janin kembar, dan ini perlu pemeriksaan lanjutan ke dokter kandungan ya, kalau boleh aku ingin mendatangkan dokter kandungan khusus untuk Kayyisha" Ujar Dokter Yumi sekaligus meminta izin

__ADS_1


"Alhamdulillah" Semua yang hadir mengucapkan syukur nya


"kabar buruknya, hamil kembar diusia yang cukup muda beresiko besar, sambil menunggu kondisi tubuh Kayyisha kembali stabil Kayyisha harus dirawat sementara disini, boleh kah saya merawat Kayyisha sementara disini sambil menunggu dokter khusus kandungan yang saya maksud itu datang?" Ucap Dokter Yumi terpaksa berbohong karena sudah terlanjur janji dengan sepupunya itu


"Tapi Kayyisha akan baik-baik ajah kan Dok?" Tanya Zuumar memastikan


"Doakan yang terbaik untuk Kayyisha ya Zuum, saya akan berusaha sebaik mungkin menjaga Kayyisha di sini" Janjinya pada Zuumar


"alhamdulillah Zuum, jadi bapak lu" Ujar Asher memeluk haru Zuumar


"alhamdulillah, selamat bro, semoga kembar 5, biar kita bisa bantu asuh" Ujar Rayyan ikut senang


"wadidau selamat selamat selamat" Giliran Naresh memeluk sahabatnya itu


Ji Soo mendekati Zuumar karena ingin mengucapkan selamat, namun bersamaan dengan Darrel yang maju juga disebelahnya, keduanya beradu tatap kemudian saling membuang wajahnya ke sembarang arah menahan malu


"duh kuburan baru, kompak bener" sindir Asher


"Ayo, masuk semua, Kayyisha masih tidur" Ajak Dokter Yumi pada semua yang ada disana


"Dokter, Kalau Kayyisha harus menerima perawatan seperti yang dokter maksud, kamu titip anak kami ya!" Ujar Mami dan Papi berharap


"iya tante, akan saya usahakan yang terbaik untuk. Kayyisha" Jawabnya tersenyum getir


Semua orang masuk kecuali Ji Soo, dari awal Kayyisha tumbang ia yakin ada yang tidak beres dengan Kaka sepupunya itu, "Eonni bukanlah wanita lemah, tidak mungkin hanya karena hamil kembar Eonni sampai harus dapat perawatan khusus seperti ini, Yumi'shi Eonni beberapa kali seperti menahan nafasnya, ada raut wajah sedih saat menyampaikan kabar bahagia ini, kalau aku tanya langsung Yumi Eonni pasti akan tutup mulut, kalian bisa membohongi orang lain, tapi tidak dengan aku, kalau kalian lupa aku bagian dari kalian pasukan khusus" tanyanya dalam hati


"Ji Soo, nggak mau masuk?" Tanya Darrel yang ternyata sedari tadi masih memperhatikan gadis cantik itu melamun


"aaah ne" Jawabnya seraya berjalan cepat untuk menghindari Darrel, melihat tingkah menggemaskan Ji Soo Darrel menggeleng kan kepalanya gemas "baru 19 tahun cantik nya kaya gini, gimana nggak tremor hati gw deket-deket dia" Ucapnya pada diri sendiri


Mereka semua sudah berada didalam ruang khusus dimana Kayyisha berada, lagi dan lagi ini memperkuat dugaan Ji Soo ada yang tidak beres dengan kondisi kesehatan Kaka sepupunya itu


"Kayyisha Eonni, Yumishi Eonni, apa yang kalian sembunyikan?" Tanyanya dalam hati seraya menatap dua wanita tangguh dihadapan nya itu

__ADS_1


🍀💕🍀💕🍀💕🍀💕🍀


__ADS_2