KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
72


__ADS_3

"Ji Soo pasti akan curiga ka lama-lama, kita tau anak itu se cerdas apa!" Ujar Kayyisha


"itu urusanku, yang penting dia tidak tahu kondisi mu saat ini, aku akan jelaskan dengan versi ku, kalau nantinya dia akan bertanya" Jawab Dokter Yumi masih fokus dengan alat-alat di ruang laboratorium miliknya


"baiklah, aku percaya padaku ka" Ujar Kayyisha pasrah "gimana ka? Hasil lab nya sudah keluar?" Tanya Kayyisha lagi penasaran, Dokter Yumi menghembuskan nafas nya frustasi, kemudian mengusap wajahnya kasar setelah selesai membaca sebuah kertas ditangannya


"masih sama Sha, sample darahmu bahkan tidak terdeteksi apapun, semua normal, tapi sel darah putih mu semakin meningkat, ini kenapa lebih mirip dengan virus lupus ya Sha?" Tanya Dokter Yumi


"Virus lupus apa ka?" Tanya Kayyisha lagi


"Autoimun Sha!" Jawab Dokter Yumi


"apa itu Autoimun Kak?" Tanya Kayyisha lahi


"Penyakit Autoimun adalah suatu penyakit dimana sistem kekebalan tubuh (Imunitas) mengalami kesalahan dalam mengenali sel normal pada tubuh dimana yang seharusnya tugas sistem kekebalan tubuh melindungi sel normal namun malah menyerang kepada sel yang normal. Sistem imun tubuh manusia memproduksi suatu zat antibodi untuk menghancurkan sel normal akibat adanya gangguan sistem imun yang terjadi.


Sistem Imunitas seharusnya berfungsi untuk menjaga tubuh dari sel asing seperti bakteri, virus, jamur dan mikroorganisme patogen lainnya dengan cara mengirimkan pasukan sel imun maupun menghasilkan zat antibodi untuk menyerang bakteri atau virus maupun parasit yang menyerang. Namun pada penyakit Autoimun sistem ini justru menyerang sel tubuhnya sendiri yang justru dalam keadaan sehat. Hal terpenting yang perlu anda ketahui adalah bahwa sampai dengan saat ini penyakit AUTOIMUN tidak dapat disembuhkan dengan obat apapun secara medis, kasusnya sama persis dengan Virus jihacheol milik Ezra" Jelas Dokter Yumi panjang lebar


"Sha, mumpung masih ada waktu, kamu bisa bertahan lebih lama, asal mengorbankan mereka" Rayu Dokter Yumi


"aku nggak akan merubah keputusan ku Kak, setidaknya mereka akan meneruskan semua nya untuk ku, ada Kaka, JI Soo, Hana, Asyam Samchon yang akan mendidik mereka tumbuh besar dan sehebat kalian" Jawab Kayyisha yakin


"aku nggak sanggup Sha, kalau kehilangan kamu" Tangis Dokter Yumi pecah memeluk sayang adik sepupunya itu


"ka, tiap-tiap yang bernyawa pasti merasakan kematian, pun demikian dengan aku, hanya menunggu giliran kembali pulang, andai aku lebih cepat sadar kalau Virus jihacheol milik Ezra tertanam jauh hari sebelum pertemuan ku dengan Zuumar, aku memilih hidup sendiri ka, aku tidak akan menikah dan memiliki malaikat-malaikat penguat ku disini, sayangnya aku menyadari semua terlambat, aku bukan takut kematian datang menghampiri, aku hanya tak ingin membuat orang-orang terkasihku menderita karena kepergianku" Jawab Kayyisha lagi


"Sha, aku akan usahakan menemukan penawarnya untukmu" Ujar Dokter Yumi


"kita tahu bagaimana Ezra menciptakan virus itu ka, setahun kedepan sampai aku sanggup bertahan walau entah sampai kapan, adalah Hari-hari terindah yang aku miliki, bertahanlah di sisiku ka, aku butuh kamu" Pinta Kayyisha, tak bisa dipungkiri dadanya sesak, matanya panas tak kuat menahan tangisan yang hendak meledak, namun ia harus kuat, demi calon anak-anak yang tengah ia semogakan kesehatan nya


"Sha, kalau kamu merasa sakit segera kabari Kakak, apapun yang kamu rasakan kamu harus berbagi dengan kakak, Kakak yakin kamu tidak akan membagikan rasa sakitmu terlebih pada Zuumar, tapi tolong jangan sembunyikan apapun yang kamu rasa dari Kakak, anggap aku Dokter pribadimu yang tengah merawat kondisi kesehatan mu" Pinta Dokter Yumi memeluk adik nya itu


"Udah ah Ka, jadi cengeng gini, Dokter Shin kapan sampai?" Tanya Kayyisha mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


"4 jam lagi akan tiba disini, bersiaplah" Pinta Dokter Yumi


"hmmm, aku ngantuk Ka, nanti tolong bangunkan kalau dokter Shin akan melakukan tindakan ya" Pintanya pada Dokter Yumi


"Iya, sana istirahat, aku mau lihat Hana sebentar ya" Pamit Dokter Yumi keluar ruangan Kayyisha menuju ruangan Hana yang hanya dipisah satu ruangan lain


"Hana, ayo bangun, bantu kakak, kakak nggak sanggup nahan ini sendiri, kakak nggak bisa berbagi hal seberat ini dengan Ji Soo, bangun Hana, ayo kita sama-sama berjuang kembali demi Kayyisha, demi calon anak-anaknya" Pinta Dokter Yumi pada tubuh lemah Hana


"Kakak nggak tau harus cerita masalah ini ke siapa? Kakak cuma punya kamu Han, sebagai tempat berbagi segala rasa yang tengah kakak rasa, bangun Han, demi kakak" Pintanya berkali-kali didepan tubuh Hana yang seolah menjadi saksi bisu bagaimana terpuruknya ia yang selalu terlihat gagah


"Hana, kakak tau kakak nggak boleh nyerah kaya gini, karena kehidupan punya Tuhan sang Maha, kakak hanya ingin berusaha tidak melawan takdir-Nya Han, kakak ingin Kayyisha sembuh dan menimang bayinya, tapi dari beberapa kasus Virus jihacheol yang kakak tangani termasuk kamu, tidak pernah ada yang benar sembuh melawan keganasan virus ini" Yumi menggenggam erat jemari Hana, rasanya sudah benar-benar berada di ujung tanduk, menangani Hana yang masih koma, ditambah kondisi Kayyisha yang kian hari pasti akan kian memburuk seorang diri membuatnya merasa semesta terlalu bercandanya


Sementara di tempat lain, Zuumar tidak juga bisa memejamkan matanya


"Kamu udah tidur ya, aku kangen banget" Ucapnya pada wallpaper ponsel yang berisikan gambar wanita cantik dari sisi samping saat ia pertama kali jatuh cinta pada gadis jutek tersebut


"besok pagi aku harus berangkat ke kota Y Sha, aku usahakan kembali lebih awal, semoga setelah aku kembali dokter Yumi juga mengizinkan kamu pulang kesini" Ucapnya menepuk-nepuk bantal kosong disebelah bantal miliknya


"Kak" Sapanya pada Dokter Yumi kemudian memeluknya erat


"gimana? aman?" Tanya Dokter Yumi


"aman" Jawabnya tersenyum


"Kayyisha mana?" Tanyanya


"masih dikamarnya" Jawab Dokter Yumi lesu


"ayolah, jangan seperti ini, kita bisa ngelewatin semua hal pahit bersama, dan masalah ini, pasti akan kita lewati juga walau tidak mudah tentunya" Bujuk Dokter Shin kepada Dokter Yumi


"ya, semoga" Jawab Dokter Yumi lirih


"Noona" Panggil Manzar anak dari Asyam Hyun-Ki yang sekarang sudah berusia 6 tahun, berlari memeluk Dokter Yumi

__ADS_1


"Hai jagoan" Sapa Dokter Yumi mengelus sayang punggung sepupu kecilnya itu


"Umi mana?" Tanya Manzar menanyakan Kayyisha pada Dokter Yumi


"Manzare, Yoegi" Jawab Kayyisha sedikit berteriak, Manzar berlari menghampiri Kayyisha yang sudah dianggapnya sebagai ibu


"Umi kenapa?" Tanya Manzar Khawatir


"Manzar mau punya adik nggak?" Tanya Kayyisha tidak menjawab pertanyaan Manzar


"Adik? hago sipseubnida!" (mau banget)! Jawabnya sumringah


"Do'akan Umi, sama adik-adik Manzar sehat ya, mereka semua ada disini" Tunjuk Kayyisha pada perut nya


"alhamdulillah" Jawabnya senang


"ada berapa?" Tanyanya lagi penasaran


"insya Allah tiga" Jawab Kayyisha senang


"hana dul ses?" (satu, dua, tiga?) Tanyanya seraya menunjukkan 3 jarinya di hadapan Kayyisha


"hmmm" Jawab Kayyisha tersenyum manis


"naneun maeu haengbog haeyo" (aku seneng banget) Ujar nya tulus khas anak berusia 6 tahun itu


"manzaleu, neo meonjeo nagaji? imoga eomeoniui geongang-eul hwag-inhago sip-eo" (Manzar nya keluar dulu ya, tante mau cek kondisi kesehatan Umi kamu dulu) Pinta Dokter Shin, membuat Kayyisha menoleh kearah suara yang menyebut namanya


"Shin" Sapa Kayyisha senang, melihat Dokter Muda yang usaianya hanya tua beberapa bulan darinya sudah berada dihadapan nya


"annyeong olaenman-iya! jal jinaego issnayo?" (Hai, lama tak jumpa, gimana kabarnya?) Tanya Dokter Shin memeluk Kayyisha


🍀💕🍀💕🍀💕🍀

__ADS_1


__ADS_2