KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
112


__ADS_3

4 minggu berlalu sejak pertikaian antara Arhan dan Zea terjadi, Rabu pagi ini Arhan sudah kembali ke sekolah dengan hidung yang sudah selesai direparasi alias mancung kembali, Hari-hari disekolah tidak seheboh saat triplets Z pertama kali datang, mungkin karena si biang kerok "Arhan" belum kembali ke habitatnya disekolah pagi ini siswi bernama Adivalah yang paling heboh menyambut kedatangan Arhan, bahkan dandanya lebih heboh dari manusia yang di cat silver itu


Tapi begitu Arhan tiba disekolah tampak bukan seperti Arhan yang biasanya, baju seragamnya rapi bahkan ia cukur rambut, tidak ada lagi anting di telinganya ciri khas anak brutal seolah menghilang dari tubuh lama Arhan dan itu cukup membuat satu sekolah heboh


"Yang ke tonjok bukannya hidungnya ya? kenapa jadi amnesia tuh anak" Siswa A


"si biang kerok taubat?" Siswa B


"Arhan, ko jadi gini?" Tanya Adiva yang berlari mendekat menuju Arhan


"iya, gw berubah gw mau taubat, karena ada hati yang harus gw jaga" Jawab Arhan tersenyum manis, membuat satu wanita tersenyum manis mendengarnya


"Siapa?" Tanya Adiva penasaran


"Adalah, yang pasti bukan lu" Jawab Arhan berlalu begitu saja, ia tidak langsung masuk ke kelasnya namun justru masuk ke kelas Triplets Z


"Hana, Zu Za Ze nggak masuk?" Tanya Arhan sopan menyapa slaah satu siswi dikelas Triplets Z


"Mudik katanya, ada urusan penting" Jawab Hana kaget melihat Arhan yang cukup tampan saat berpenampilan rapi seperti itu


"oh, oke, thank you" Jawab nya kemudian kembali ke kelas dalam perjalanan menuju kelasnya Arhan terdiam "Mudik kemana? urusan penting apa ya mereka?" Ujar Arhan bertanya-tanya


"Arhan" Sapa Maysun tersenyum

__ADS_1


"Saya, kenapa sih cantik pagi-pagi udah tersenyum bahagia gitu?" ledek Arhan membuat hati Maysun berbunga


"mulai gilanya keluar!" Jawab Maysun lagi


"gw duduk sama lu ya? nanti sekalian balik gw mau mampir ke rumah lu, banyak pelajaran yang ketinggalan gw" Ujar Arhan mulai mengeluarkan buku-buku dalam tasnya. Pernyataan itu cukup membuat teman satu kelasnya menoleh heran ke arahnya


"Kenapa sih ngeliatin gw kaya gitu? emang gw nggak boleh jadi baik? emang gw nggak boleh pinter dikit, gw nggak amnesia, gw baik-baik ajah, cuma gw emang mau lebih bener ajah kedepannya" Ujar Arhan seolah memberitahu satu kelas soal perubahan nya


"Arhan jangan duduk sama Maysun, nanti lu udah keren ketularan cupu" teriak Adiva tak suka


"Maysun cantik tau, nggak cupu, dari pada lu! muka nya dempul mulu" Jawab Arhan menatap serius ke arah Maysun, yang di tatap slaah tingkah


"ih nggak level banget gw saingan sama si cupu" teriak Adiva lagi


"May, tau kabar si kembar tiga nggak?" Tanya Arhan


"nggak, emang kenapa?" Tanya Maysun


"nggak apa ko, bentar ya, gw ke koperasi dulu" Ujar Arhan terburu-buru keluar kelas tak lupa membawa posnelnya


Terlihat Arhan sibuk menekan-nekan nomor ponsel terhubung namun tidak juga ada jawaban dari orang yang tengah ia hubungi, setelah hampir putus asa akhirnya smabungan telpon itu terjawab, terdengar suara manis yang Arhan rindukan beberapa hari belakangan ini


"Assalamu'alaikum Han" Jawabnya di sebrang

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam Yeon Aida" Jawabnya tersenyum bahagia


"Kenapa?" Tanya Zea


"itu, Zayyan sama Zulfan kenapa nggak masuk ya?" Tanya Arhan basa basi


"Kita lagi ada urusan di luar kota Han, mungkin seminggu an kita baru balik ke Indonesia" Jawab Zea, namun yang membuat Arhan penasaran tak ada satupun orang suara ramai dibelakang Zea yang berbahasa Indonesia, semuanya berbahasa entah apa


"Lu lagi mudik ke Korea Ze?" Tanya Arhan lagi


"iya" Jawab Zea, namun terdengar teriakan keras Zayyan di belakang Zea "hal-abeoji, halmeoni" teriak Zayyan yang nyaring bisa didengar oleh Arhan


"aku tutup dulu ya Han" "tut" sambungan telpon itu pun terputus menyisakan begitu banyak tanya di benak Arhan, wajah Arhan yang tadinya cukup berbinar saat telpon pertama kali diangkat berubah menjadi sendu kalau mendengar teriakan Zayyan yang memilukan


"kalian kenapa?" Tanya Arhan menatap pilu ponsel nya yang berubah menjadi gelap


"Han, masuk yu" Ajak Maysun yang sedari tadi mencari Arhan


"ayo, ujar Arhan" merangkul bahu sahabat kecilnya itu


sementara Adiva mengepalkan erat tangannya "nggak level banget saingan sama cupu modelan Maysun, awas ya, kalo sampe Arhan lebih milih lu ketimbang gw, abis lu sama gw" Ancam Adiva kesal


🍃🍃🍃🍃🍃🍃

__ADS_1


Bakalan ada konflik cinta bersegi-segi khas anak muda deh pokoknya..


__ADS_2