
Ketiganya sudah tiba dirumah sakit, ditemani Appa dan Eomma Zu, Arhan masih dalam penanganan Dokter didalam kamar perawatan, Eomma Isha justru yang terlihat paling cemas, matanya tidak pernah bisa berbohong soal ke khawatirannya,
"Sayang, sini" Ujar Zuumar menarik nya dalam dekapan berusaha menyalurkan ketenangan pada istri tercinta itu
"ini rumah sakit loh, kenapa pamer kemesraan begitu!" Sindir Zulfan
"Rumah sakit punya sendiri Hyeong, mau jungkir balik terus salto juga terserah si pemilik kan?" Tanya balik Zayyan melirik ke arah eomma appa nya itu
"Eomma kalian cemas sayang, dengerin Appa, gimanapun eomma seorang ibu, Eomma mencoba bertukar posisi bagaimana kalau ternyata kejadian ini terjadi pada salah satu diantara kalian? senakal apapun anak ketika musibah seperti ini terjadi hati orang tua akan hancur, nae aideul-eul ihaehaessnayo?" (kalian mengerti anak-anakku?) Tanya Zuumar dengan senyum tampannya itu
"Arayo" Jawab ketiganya kompak
Tiba-tiba datang wanita cantik bak super model yang terlihat mengomel dengan ibu yang keluarga Zuu tau adalah ibu dari Arhan
"Bibi kan tau aku super sibuk, kenapa masih gangguin aku sih, biarin ajahlah anak nakal itu, menyusahkan saja" Ucapnya kesal
Membuat Kayyisha tersentak kaget, "ya Allah kenapa tega sekali" lirih nya dalam hati menatap pilu ketiga buah hatinya yang ikut diam saat wanita cantik itu melewati mereka begitu saja, Dokter Shin keluar dari ruang penanganan Arhan, tersenyum lega melihat Zuu family kumpul didepan ruang tunggu
"Dokter gimana Arhan?" Tanya Rose yang tak lain adalah Ibu dari Arhan
"Maaf anda siapa?" Tanya Shin sopan
"Saya Mommy nya, bisa saya melihatnya, waktu saya tidak banyak karena harus segera terbang untuk bisnis" Jawabnya sombong
__ADS_1
"ah silahkan" Jawab Shin seraya membukakan pintu untuk Wanita hedon itu masuk
Setelah beberapa saat wanita bermake up tebal itu terdengar marah-marah pada Arhan yang masih berbaring lemas
"Dasar anak tidak berguna, buang waktu ajah!" Teriaknya menghardik
"Apa sih yang bisa kamu banggain? selalu bikin masalah kaya gini? nggak cukup bikin Mommy Daddy malu karena ulah absurd mu itu hah?" Tanyanya sambil berteriak-teriak, namun yang dijawab justru hanya memalingkan wajahnya malas
"Jawab Arhan" Teriaknya lagi
"Arhan, kamu dengar Mommy bukan?" tanyanya lagi semakin marah
"Uang di ATM kamu cukup untuk melunasi biaya rumah sakit dan pemulihan mu, jangan ganggu Mommy dengan telpon nggak penting yang ngabarin kalau kamu bikin ulah lagi disekolah" Ujarnya kemudian meninggalkan Arhan begitu saja dan ta pa berpamitan pada semua orang yang masih terdiam beku mendengar lontaran kata-kata yang sangat menyakitkan untuk anak seusia Arhan
"Maaf Pak, Bu, itu orang tua kandung Arhan, saya hanya pengasuh dari Arhan" Ujar nya seraya memberikan sedikit pengertian dari hal yang seolah ingin Family Zuu tau
"iya Ibu nggak apa, apa boleh saya masuk menemui Arhan? Mas boleh ya?" Izinnya pada pengasuh dan juga suami tercinta nya itu
"Aku ikut ya sayang?" pinta Zuumar melirik Shin Bangsanim yang tengah memeluk sayang Zea
"Masuk lah, Arhan butuh perhatian" Jawab Shin meyakinkan
Begitu Zuumar dan Kayyisha masuk, terlihat pemandangan yang cukup menyakitkan Arhan tengah menangis pilu tanpa mengeluarkan suara sedikitpun, bahunya bergetar hebat, membuat Zuumar segera memeluknya erat, tangis Arhan semakin pecah tatkala pelukan hangat Zuumar ia rasakan, sementara Zu Za Ze yang menyaksikan pemandangan pilu itu ikut menitikkan air matanya
__ADS_1
"Maafkan anak kami Nak" ujar Kayyisha setelah melihat Arhan mulai tenang
"Saya yang harusnya minta maaf om tante, karena berhasil mengejek anak-anak kalian, ini karena ulah saya kan?" Tunjuk Arhan pada hidung nya yang masih dibalut perban
"Maaf ya Han, hidung nya jadi pesek, eh tapi tenang ajah, nanti kita ke Korea operasi hidung lu biar mancung lagi" Ujar Zea cengengesan dari balik cadarnya yang kemudian mendapatkan senggolan siku dari kembaran nya
"bacanda lu nggak lucu dek!" Ujar Zulfan mendelikkan matanya
"santai ajah, gw tau kalian becanda, maaf ya kalian semua jadi tau kaya apa hancur lebur nya keluarga gw" Ujar Arhan menatap kearah triplet Z itu
"Bisakah kita berteman?" Tanya Arhan serius mengarahkan tangan kanan nya mengajak Zulfan dan Zayyan berjabat tangan, dan disambut hangat oleh si kembar
"dari awal kita nggak pernah nebar permusuhan kan?" Tanya Zea pada ketiganya dan semua tersenyum atas pernyataan Zea itu
"Arhan, kamu tenang ajah, rumah sakit ini milik saudara kami, jadi kamu nggak perlu mikirin biayanya, semua biayanya biar anak-anak om yang tanggung ya, bair mereka bertanggung jawab, urusan hidung kamu yang sedikit berubah size juga nggak perlu khawatir, kami yang akan membawa mu langsung untuk operasi pemulihan" Ujar Zuumar mantap
"Ah, aku ngerasa kaya punya keluarga kalau gini" Cicitnya lirih
"Kamu nggak perlu sedih, anggap kami semua keluarga kamu ya?" Pinta Kayyisha tulus
"Kita harus segera kembali kerumah, kamu lekas sembuh ya Han, esok selesai pulang sekolah kami akan kembali kesini lagi" Pamit Kayyisha mewakili keluarganya
*
__ADS_1
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃