KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
22


__ADS_3

Waktu berlalu, ini sudah masuk tahun ke empat lulus dari STM, sejak kejadian di Mall saat itu Kayyisha benar-benar hilang di telan bumi, ponselnya tak pernah aktif sekedar memberi kabar pada Zuumar kalau ia baik-baik saja, bahkan Dr Azqa melakukan hal serupa pada Zuumar, Zuumar sudah keluar masuk rumah sakit tapi tak ada satupun dokter yang bernama Azqa, Kaka dari wanita yang menggantung setengah hatinya, bahkan Zuumar pernah nekat menyusul ke Tarim untuk mencari keberadaan wanita yang mengisi penuh lubuk hatinya itu, Lagi-lagi hasilnya nihil


"Bos, waktunya makan siang" Ucap Dami yang kini menjabat asisten pribadi sahabat sekaligus keluarga angkatnya itu


"duluan deh Dam, gw nggak laper" jawabnya lesu


"Jadwal hari ini kosong, setelah makan siang, kalau lu mau balik gw masih sanggup handle semua nya sendiri" Ucap Dami yang tau kondisi Sahabat nya tersebut sedang suram


"Zuum, ini udah mau lima tahun lu nunggu dia, umur lu makin tua, umur Mami Papi juga makin berkurang, mereka nggak minta apa-apa sama lu selain cucu buat bikin rame rumah mereka" Ucap Dami lagi mengingatkan, namun yang diajak. bicara masih membisu


"mau coba gw kenalin sama anak gadisnya partner bisnis kita?" tanya Dami lagi


"nggak perlu Dam, umur gw masih 23 tahun, masih muda lah gw, lagian gw emang nggak niat nikah muda ko Dam" jawab Zuumar lagi

__ADS_1


"Oh, masih setia menunggu si cinta pertama yang kini entah dimana rimbanya?" ledek Dami lagi


"Udah gw balik dulu ya, bisa budeg telinga gw denger ocehan lu" Seraya bangkit dari kursi kebesaran nya, walau bekas pejuang jalanan, nyatanya pewaris tunggal bisnis sang Papi masih bertahta di tangan Zuumar, CEO muda yang tidak pernah menebar pesona pada pegawainya itu sudah berada dalam mobil, masih dengan sejuta lamunan dijalan yang tidak terlalu ramai siang ini, Tiba-tiba mobil Zuumar menyeruduk seorang anak laki-laki berusia sekitar 4 tahun yang langsung menangis, Zuumar yang panik langsung segera turun dari mobil


"Umi sakit" katanya dalam tangis, Zuumar dengan sigap menggendong anak laki-laki berwajah timur Tengah tersebut


"Pak Bu, biar saya tanggung jawab, nanti kalau orang tua nya cari, saya bawa anak ini kerumah sakit X dekat mall Z" Ucap Zuumar dan langsung menyetir menuju rumah sakit


Anak tampan tersebut masih terus menjerit memanggil Uminya


"Nanti Umi nya langsung kerumah sakit ya, kita obati dulu luka kamu ya sayang" ucap Zuumar lembut


"benel paman Umi nanti nyusul?" tanyanya lagi seolah tak percaya (anak tampan ini tidak bisa menyebut huruf R)

__ADS_1


"benar sayang, ini sebentar lagi kita sampai, kamu tahan ya sebentar lagi" Ucap Zuumar mencoba bernegosiasi pada si anak yang darahnya terus saja mengalir dari lukanya, membuat wajah si tampan cilik itu kian memucat


Sudah 10 menit anak tampan itu di obati sementara Zuumar setia menunggu diluar ruangan, namun tiba-tiba terdengar suara wanita panik mencari anaknya


"suster, apa ada anak laki-laki korban kecelakaan di obati disini, dibawa seorang lelaki dewasa" ucapnya terbata, Zuumar memperhatikan wanita panik yang hanya matanya saja terlihat, Zuumar hafal betul itu suara milik siapa, bukannya mendekat Zuumar justru bersembunyi di balik tembok pemisah ruangan untuk mencuri dengar


"Ya Allah, Mas, ini gimana nasib Amran?" tanyanya tak kalah panik dari lelaki disebelah nya yang berwajah sangat ke arab-araban


"Tenang dek, Amran nggak akan kenapa-kenapa?" jawabnya seraya mengelus lembut pucuk kepala Kayyisha, pedih itu yang dirasakan oleh Zuumar melihat gadis yang lima tahun ia tunggu, ternyata sudah menikah dan bahkan memiliki seorang anak, dengan pria lain, tanpa berniat bertemu atau sekedar menyapa Zuumar langsung meninggalkan rumah sakit dengan amarah yang sudah tak sanggup ia tahan


"Breng sek" Makinya didalam mobil, sambil terus bergumam kesal


"gw ngabisin waktu sia-sia supaya bisa jadi imam yang baik buat dia, ternyata imam yang dia pilih bukan gw, semesta nggak adil, " makinya lagi

__ADS_1


💕💕💕💕


__ADS_2