
waktu Ashar sudah lewat, Suster tengah melepas infus yang bersarang di lengan kiri Kayyisha, namun tak nampak Zuumar di sekitarnya
"Nona, anda sudah bisa pulang" Ucap suster yang sudah selesai melepas selang infus dilengan Kayyisha
"iya Sus, makasih ya" Jawab Kayyisha ramah
"oh iya administrasi dan segala keperluan nya tadi sudah Pak Dami urus sampai tuntas, sekarang pak Dami sudah menunggu didepan pintu, Nona perlu kursi roda atau mau berjalan sendiri?" tanya suster ramah
"Nggak usah Sus, saya bisa jalan sendiri, insya Allah saya sudah sehat" ucap Kayyisha yang masih penasaran kenapa. Zuumar belum juga muncul, kemudian pintu terbuka
"Sha, mau aku bantu pake kursi roda?" tanya Dami yang ternyata sudah menunggu cukup lama di depan pintu
"nggak perlu Dam, aku bisa jalan" jawabnya dengan senyum samar
"Oh, oke.. Ayo takut keburu macet, kasian kamu belum pulih banget" ucap Dami mengingatkan
Mereka berkendara dalam sepi, Mata Kayyisha menatap kosong jalan yang mulai padat, Dami yakin banyak pertanyaan dalam benak wanita muda yang kini duduk tepat di belakangnya itu
"Sha, kenapa melamun? ada yang mau ditanyain?" Pancing Dami
"Eh, nggak ko Dam, kita pulang kemana ya Dam?" tanya Kayyisha
"Mami tadi minta kamu tinggal sama Mami Papi dulu Sha, tanang ajah Zuumar nggak ada dirumah ko" Ucap Dami
"oh" Jawabnya singkat kemudian menghembuskan nafasnya berat, sambil memejamkan mata Kayyisha bertanya "kenapa Zuumar ngk dirumah, dia beneran marah sama ucapan aku tadi siang? sampe nggak mau jemput aku? bahkan sampe nggak tinggal dirumah
" Zuumar ada urusan keluar negeri Sha, mungkin bulan depan baru balik kesini, Zuumar titip pesan, kamu nggak perlu memaksakan diri untuk Terima paksa pernikahan yang kamu nggak mau, kamu bisa memilih jalan hidup sesuai mau kamu" Ucap Dami menirukan Perkataan Zuumar sebelum pergi
"Bulan depan?" tanya Kayyisha kaget
__ADS_1
"iya Sha, paling cepat bulan depan perushaan disana sedang dalam kondisi tidak baik, kalau biasanya aku yang gantiin kali ini nggak bisa, harus Zuumar langsung yang turun tangan, oh iya satu lagi, Mami Papi juga sudah tau soal Dokter Nayel, Mami Papi nggak berani maksa kamu lebih dari hari ini, ini hidup kamu kan? tentu pilihan hidup ada ditangan kamu" jawab Dami lagi
"tapi kalau ada janin disini bagaimana? Zuumar kan tau anak diluar nikah nasabnya tidak bisa ikut ayahnya, apalagi sampai anak ini Wanita dia nggak boleh diwaliin dengan ayah nya kan? Zuumar kenapa jadi gini?" tanya Kayyisha dalam hati gusar
"Kamu tenang ajah, kalau sampai ada bayi didalam perut kamu, Zuumar akan penuhi semua kebutuhan kamu dan Bayi kamu, bagaimanapun itu anak Zuumar bukan?" Ucap Dami yang tau kalau hati Kayyisha mulai gusar
"semoga tidak ada anak disini Dam, supaya semua bisa kembali normal" jawab Kayyisha pasrah mengelus perut ratanya
"ya semoga, supaya kamu bisa mengejar cinta pertama mu itu" sindir Dami seraya menggelengkan kepalanya, gemas dengan dua pasang manusia yang sama-sama saling cinta namun entah ego mereka yang tinggi sampai tidak ada yang mau mengalah
"haa haa haa, persetan dengan cinta pertama, siapa juga yang mau sama cewek kaya gw Dam? pakaian ajah tertutup tapi daleman gw abis di obrak abrik Zuumar, udah nggak akan ada yang mau juga sama cewek bekas kaya gw" Jawab Kayyisha sedih, Dami melirik sekilas ada gurat kesedihan dimata Kayyisha
"jaman sekarang harga keperawanan nggak semahal gawai pintar Sha, banyak yang nukar keperawanan secara sukarelawa demi sebuah barang wah" pancing Dami membuat Kayyisha marah
"gw bukan bagian dari mereka, walau punya masa lalu cukup nakal dan tomboi tapi buat gw keperawanan adalah hal yang sangat harus gw jaga, kalo cuma barang mewah gw bisa minta Hyun-Ki Asyam, bukan sombomg walau gw nggak sekaya Lu atau Zuumar tapi tabungan yang ditinggalkan Abi Umi juga cukup buat beli ribuan ponsel paling mewah sekalipun" Ucap Kayyisha berteriak
"Adeh, sakit telinga gw, kenapa lu nge gas banget sih?" Ucap Dami sambil mengusap telinganya
"ya udah gw minta maaf, tapi sejak kapan kita jadi seakrab ini ya Sha, sampe gw lu hahaha" ledek Dami
"tau ah, kapan sampe nya sih Dam, lama banget" Ucap Kayyisha lagi
"ini kita udah depan pagar lu nggak lihat? By The Way, kalo Zuumar nggak mau sama lu, kita berlima, Naresh, gw, Rayyan, Darrel, Asher siap ko jadi pengganti pengantin buat Zuumar" Ucap Dami lagi
"gila, emang gw barang, bisa dengan gampang berpindah tangan" Ucapnya marah langsung keluar dari mobil yang Dami setir
"Mereka emang jodoh benget, dua-dua nya pemarah" ucap Dami dalam hati sambil menahan tawa nya
_
__ADS_1
"Maaf Sha, Mami nggak ikut jemput, Mami sama Papi tadi ada urusan" Ucap Mami tulus
"ada Dami ko Mi, yang penting kan Isha udah disini" Ucapnya yang langsung memeluk Mami, Mami mengusap punggung calon menantunya Itu dengan sayang
"Makan yu, abis itu langsung istirahat, biar cepet pulih" Pinta Mami
"Iya Mi"
ternyataa di ruang makan sudah ada SAKTI SQUAD minus Zuumar dan Papi, mata Kayyisha seolah memonitoring satu persatu wajah sahabat Zuumar
"Sha, ayo makan, nggak usah dilihatin itu 5 Cacing" ledek Mami
"enak ajah Cacing, Udah jadi naga loh Mi" Ucap Rayyan yang disambut tawa kelima temannya, sementara Kayyisha hanya tertunduk dengan semua pertanyaan
"SAKTI SQUAD ada disini, tapi Zuumar nggak ada, kenapa rasanya ada yang hilang?" tanyanya dalam hati
"Lu pasti kangen Zuumar ya Sha?" Pancing Darrel kali ini
"Rel, kalo makan jangan sambil ngobrol, nanti kesedak loh" potong Mami mengingat kan
"bukan kangen, gw cuma merasa nggak enak ajah tadi siang belum sempet minta maaf ke Zuumar, dan sekarang manusianya malah entah ada dimana?" Ucap Kayyisha dalam hati
Akhirnya mereka makan dalam diam, qberes makan malam, semua sudah bersiap pada tugas masing-masing, SAKTI SQUAD sampai ikut repot turun tangan langsung dengan tugas mendadak yang diberikan Zuumar siang tadi..
Sementara Mami dan Kayyisha sudah masuk kedalam kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya
Didalam kamar yang sudah mulai gelap Kayyisha masih tidak bisa memejamkan matanya, Bagaimana pun kejamnya Zuumar saat merebut paksa mahkota nya dengan cara salah, dialah laki-laki yang sampai detik ini cintanya berhasil memupuk dan terus tumbuh baik dalam hatinya
"semoga, kalau memang kita berjodoh, Allah beri kemudahan untuk kita saling menggenapkan, aamiin, baik-baik disana ya Zuum, semoga sampai saat nya nanti Allah kasih kesempatan kita bertemu kembali, belum ada janin dalam rahim ku, sungguh bukan aku tak mau memiliki buah hati dari kamu, tapi ini adalah bentuk kesalahan yang harusnya tidak terjadi" pinta Kayyisha sebelum matanya bener-bener terlelap..
__ADS_1
💕💕💕💕💕