
Sampai malam tiba Zuumar tak kunjung tiba dirumah, Dami cemas bukan main, tidak biasanya anak ini pamit dari siang namun sudah hampir tengah malam belum juga kembali, untung nya Mami dan Papi sedang diluar kota karena ada acara keluarga
"kemana sih lu? masa dugem sih?" tanya Dami dalam hati, dengan berat langkah Dami akhirnya mencoba menghubungi SAKTI SQUAD terlebih dahulu, siapa tau Zuumar ada mampir ke tempat mereka namun hasilnya nihil, namun Naresh yang saat itu tengah asik dugem akhirnya mencoba berkeliling bertanya pada pelayan apa melihat Zuumar disana
"Tadi Pak Zuumar mampir kesini Pak Naresh, tapi sebentar, cuma kaya biasa nggak minum atau mainan yang lain, sebentar banget terus cabut lagi sekitar Satu jam yang lalu" Ucap gadis cantik bermake up tebal dengan pakaian yang cukup terbuka itu
"Thank You ya cantik, gw cari Zuumar dulu, nanti gw balik lagi, tunggu ya" Ucap Naresh sambil mengedipkan sebelah matanya genit
"Bocah kampret, galau kenapa lagi coba, sampe bikin Dami panik kaya gitu" Ucap Naresh dalam hati saat sudah berada di dalam mobil, sudah berkeliling dan merasakan lelah, Naresh sempat berhenti didekat sebuah hotel milik Zuumar, diparkiran Naresh melihat mobil yang biasa Zuumar pakai, tanpa pikir panjang Naresh langsung ikut parkir disebelah mobil Zuumar sambil menghubungi Dami lewat pesan singkat, 10 menit kemudian Dami tiba di Hotel Zu, bersama Dami menuju receptionis, langkah kakinya semakin dekat ke Meja penerima tamu tersebut, namun para receptionis itu kian memucat wajahnya
__ADS_1
"Selamat Pagi Pak Dami, Pak Naresh" Ucap keduanya sopan
"ini masih malem bukannya?" tanya Naresh seraya melihat jam tangan mahal yang melingkar di lengan sebelah kirinya
"Udah jam 2 pagi ini" Ucap Dami mengingat kan
"Maaf Pak Dami, Pak Zuumar tadi biasa ambil kamar yang biasa beliau tempati, tapi.... " Ucapnya terputus
"Kunci cadangannya kalian pegang nggak" Teriak Dami panik, begitu mereka mendapatkan kunci cadangan kamar yang ditempati oleh Zuumar, dengan langkah seribu menuju kamar Zuumar
__ADS_1
Sampai didepan kamar yang di huni Zuumar terdengar isak tangis seorang gadis pilu memohon untuk di bukakan pintu
"siapa saja, tolong saya, buka pintunya, saya mohon dug.. dug.. dug.. " terdengar pintu itu terus di pukul dalam, Dami dan Naresh ikut memucat nafas mereka naik turun, semua fikiran buruk menjadi satu "nggak mungkin Zuumar seburuk itu sampai memperkosa gadis" bathin Dami. Dengan tangan gemetar Dami membuka pintu, perlahan pintu kamar mewah itu terbuka, pemandangan pertama yang terlihat seorang gadis dengan pakaian yang sudah koyak terlihat pingsan tepat didepan pintu
"Dam, Resh" ucap mereka saling tatap, mereka masuk makin dalam untuk menemukan Zuumar, alangkah terkejutnya mereka karena Zuumar juga pingsan dalam keadaan tidak menggunakan busana sehelai pun, dengan sisa-sisa pertempuran yang masih terlihat jelas, Dami terduduk lesu lututnya gemetar menghadapi kenyataan dihadapan nya, ia tidak mengira akan mendapatkan sahabatnya seperti ini
"Resh, gw urus cewek nya, lu urus Zuumar ya, jangan dulu buka suara apapun kepada siapapun, tunggu Zuumar sadar dan ngejelasin semua sama kita" Ucap Dami pada Naresh, Naresh menganggukkan kepalanya Faham
Dami dengan sigap menggendong ala bridalstyle pada gadis yang wajahnya tertutup penutup wajah itu, diletakkan di mobil bagian belakang
__ADS_1
"Astaghfirullah, Zuumar kenapa harus wanita ini yang jadi korban ke egoisan lu kalau Mami Papi tau gimana Zuum" Ucap Dami dalam hati, yang terus mengusap kasar wajahnya seolah tak percaya, ia masih terus berharap ini hanya mimpi, Mimpi buruk
💕💕💕