KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
51


__ADS_3

"Kenapa diem Rel, ayo jawab" Cecar Kayyisha menekan, membuat Zuumar semakin yakin ada yang tidak beres antara Darrel, Ji Soo dan Sandara pagi tadi


"gw sendiri sejujurnya nggak tau Sha, gw cuma lihat Ji Soo udah miting leher nya Sandara di depan kamar mandi cafe x" Jelas Darrel tertunduk


"kenapa nggak lu tanya dulu kejadian sebenarnya Rel? Pagi tadi Ji Soo di siram sama Sandara, padahal Sandara yang tabrak Ji Soo, dan lu bentak Ji Soo dengan suara cukup nyaring seolah Ji Soo yang salah, Ji Soo bilang tadi lu teriak kenceng banget, asal lu tau, ini pertama kali nya Ji Soo di bentak orang lain selain seonsaengnim nya di tempat latihan khusus, terus lu tuh beneran kaya nggak anggap Ji Soo ada didepan lu, sampe dia pergi ajah lu nggak tau kan?" Cecar Kayyisha panjang lebar


"gw nggak tau Sha, gw pikir Ji Soo yang cari gara-gara duluan ke Sandara" Elak Darrel sekaligus merasa sangat bersalah mendengar penuturan Kayyisha


"Darrel, masih ajah teledor" Ucap Zuumar dalam hati, "bisa ngamuk nih bini apalagi sepupunya di bikin unmood begitu!" tambah nya dalam hati


"gw nggak ada bela Ji Soo karena dia sepupu gw, tapi gw percaya Ji Soo nggak akan senekat itu kalau dia nggak salah Rel, gw kenal banget kaya apa ini anak" Lirih Kayyisha


"sorry Sha" jawab Asher lirih


"Silahkan Asher, lu jelasin gimana bisa akhirnya Ji Soo makan siang sama lu!" Ucap Kayyisha


"Pulang dari bandara gw emang mau ke cafe tempat seharusnya Rayyan sama Sandara janjian, Rayyan titip dokumen buat di kasih ke lu atau Sandara, tapi di depan cafe gw lihat Ji Soo kaya kabur gitu buru-buru lari gitu, akhirnya gw mutusin buat ngikutin dia, karena gw agak was-was ngelihat Ji Soo sendirian, dia kan nggak fasih banget bahasa kita, gw juga khawatir dia nggak tau jalan balik, dan parah nya di jalan tadi dia sempet ngehajar empat berandalan di ujung gang, bahkan sampe di prank pake pistol kosong, karena gw nggak tega akhirnya gw ajak balik bareng, dia bilang dia laper banget terus nggak ada uang cash, dia pengen banget balik ke kantor lu Zuum, makanya gw ajak makan siang dulu, ya terus tau-tau Darrel nampol gw, gw juga kaget lihat Ji soo main banting Darrel sampe di todong pistol, sorry banget Rel, gw nggak ada niatan nikung lu, gw cuma ngerasa nggak tega ajah lihat dia kepanasan sama kelaperan" Jelas Asher pada Darrel Zuumar dan Kayyisha


"maafin gw Sher, gw main tampol ajah, harusnya gw berterima kasih sama lu karena udah nolongin Ji Soo, disini posisi gw yang paling bersalah karena dari awal udah abai sama Ji Soo" Tutur Darrel jujur


"lu jelous Rel sama gw?" Tanya Asher to the point


"hah? apa?" Tanya balik Darrel


"kalo lu nggak jelous mana mungkin lu liat gw berduaan sama Ji Soo main tampol ajah?" ledek Asher


"apaan sih Sher, kenapa jadi ngecangin gw?" Jawab Darrel lagi


"Darrel ada yang mau aku kasih tau" Ucap Ji Soo


"apa Ji Soo?" Tanya Darrel yang sudah tak enak hati, melihat ekspresi wajah Ji Soo yang terlihat kecewa

__ADS_1


"Darrel, aku sudah ambil keputusan, tolong lupakan semua kejadian malam tidak disengaja itu, karena aku juga dalam keadaan tidak sadar malam itu, aku pastikan tidak akan menikah dengan kamu, jangan khawatir, aku tidak akan menuntut apapun kepada kamu, kita cukup jadi rekan kerja saja" Tulis Ji Soo memberikan ponselnya pada Darrel, entah mengapa membaca tulisan yang di translate lewat apk canggih tersebut membuat hati Darrel sedikit nyeri


"Rel, ini semua nggak ada hubungan nya dengan kejadian hari ini, Ji Soo sudah punya pacar di Korea, walau belum pernah ada omongan serius ke arah pernikahan tapi Ji Soo tidak ingin terikat hubungan apapun dengan lelaki lain selain kekasihnya" Jelas Kayyisha lagi


"iya Sha, gw juga ngerti ko!" Jawab Darrel


"Ji Soo, Mianhae" Ucap Darrel tulus


"geulae jinjeonghae" Ucap Ji Soo tanpa menatap wajah Darrel


"Sher, maafin gw ya" Sambil memeluk sahabatnya itu


"iya, gw juga minta maaf Rel" Jawab Asher tulus


"clear nih ya?" Tanya Zuumar sekali lagi


"hmmm" Jawab Darrel dan Asher bersamaan


"gw udah kenyang, Darrel kali" Tunjuk Asher kearah Darrel


"gampang Zuum, gw mau kirim email dulu sebentar, ntar gw nyusul, lu sama Kayyisha duluan ajah" Ujar Darrel


"ya udah, gw sama Isha turun dulu, Ji Soo disini ajah temenin Darrel sama Asher, takut adu jotos lagi" ledek Zuumar


"Zuumar Si alaaan" teriak Darrel


"eh bentar, tadi gelang Ji Soo jatuh di mobil gw" Ucap Darrel mengambil sesuatu dari kantung Jas nya, Ji Soo tersenyum melihat initial miliknya bisa sampai terlepas karena tadi terburu-buru ke kamar mandi


"terimakasih" Ucap Ji Soo mengambil miliknya


"aku harap, kita bisa berteman baik setelah ini" Ucap Ji Soo tulus

__ADS_1


"iya" Jawab Darrel yang sudah kembali fokus menatap Laptopnya "definisi belum nembak udah di tolak, hmmmm jodoh, padahal udah didepan mata eh belum tepat nyatanya" Ucap Darrel dalam hati


Sementara di Korea Sana, Rayyan baru tiba dan langsung menuju rumah sakit untuk bertemu Dr Yumi dan Hana, sebelumnya ia sudah menghubungi Dr Yumi dan kini sedang menunggu tepat di luar ruang perawatan Hana, campur aduk perasaan yang kini Rayyan rasakan terlihat seseorang membuka pintu ruang perawatan dimana Hana di rawat, ternyata Paman Kayyisha Asyam Hyun-Ki dan Manzar sepupu kecil Kayyisha baru saja selesai menjenguk Hana


"Assalamu'alaikum Ray" Sapanya begitu melihat Rayyan sedang menunggu di depan ruang perawatan


"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab Rayyan yang langsung menjabat tangan milik Paman Kayyisha


"Baru sampe?" Tanya Asyam


"iya Paman, Hai Manzar" Sapa Rayyan pada pria kecil tampan bermata kecil tersebut


"Hai Samchon" Jawab nya sopan


"Masuk ajah Ray, paling 15 menit lagi Dr Yumi baru visit pasien, dia ada perlu sebentar katanya" Jelas Asyam


"oh iya Paman, terimakasih" Ucapnya lagi


"ini kartu nama saya, kamu nggak usah tinggal di hotel, biar irit kamu sementara bisa ikut tinggal dirumah saya, kebetulan tidak jauh dari rumah sakit ini, kamu kesini bukan mau kerja kan?" Selidik Paman Asyam


"Bukan Paman, kebetulan saya cuti kerja, jadi saya bisa ada waktu sebentar nemuin Hana" Jujur Rayyan


"kita pamit ya, nanti langsung kerumah kami saja" Pamit sang Paman


sepeninggalan Asyam Hyun-Ki dan Manzar, dengan tangan gemetar Rayyan membuka pintu ruang perawatan Hana, hancur hatinya melihat wanita cantik yang berhasil merampas isi hatinya terbaring lemah, walau alat yang menempel pada tubuhnya tidak sebanyak saat terakhir mereka bertemu, namun mata terpejam nya masih sama, berjalan mendekati tempat pesakitan milik Hana kemudian mengecup singkat kening Hana


"Aku datang bocil pirang" Sapanya didekat telinga Hana


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Kakak-kakak semua, mohon maaf kalau ceritanya ngebosenin, mohon maaf kalau ceritanya juga nggak sesuai sama ekspektasi yang kaka semua mau.. semoga kedepannya aku bisa lebih baik lagi ya..

__ADS_1


terimakasih


__ADS_2