KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
21


__ADS_3

Acara arisan masih berlangsung, Zuumar yang bosan akhirnya memilih pergi melipir seorang diri sekedar berkeliling di dalam pusat perbelanjaan tersebut, dalam hatinya seperti tumbuh banyak bunga tengah bermekaran membuatnya tersenyum senang selama berjalan seorang diri, sampai ada suara yang mengagetkan dirinya


"Zuumar" sapa Olivia, membuat Zuumar membuang wajahnya malas


"Zuumar sini" tarik Olivia memaksa untuk ikut bersamanya


"lepas nggak, gw tampol lu" ancam Zuumar membuat Olivia gentar dan terpaksa melepaskan tangannya dari lengan Zuumar


"lu ngapain disini sendirian?" tanya Olivia lagi


"kepo banget sih?" acuh Zuumar


"muka lu masih lebam-lebam gini kenapa nggak istirahat dirumah ajah sih?" tanya Olivia manja


"Aku, aku yang minta Zuumar nemenin nge Mall" jawab suara wanita yang Zuumar hafal betul siapa pemiliknya, Zuumar menoleh ke arah belakang dilihatnya gadis cantik berhijab itu sudah menekuk wajahnya sebal


"eh siapa lu? ngaku-ngaku!" teriak Olivia tak senang, Zuumar tak berkata apapun, hanya ingin melihat reaksi apa yang Kayyisha keluarkan untuk mengusir Olivia


"kenapa harus ngaku-ngaku, bukti?" Kayyisha mengeluarkan kalung pemberian Zuumar dibalik hijab panjangnya, yang memang ia sendiri tak pernah melepaskan nya, melihat liontin bertuliskan "BGZ" inisial nama Bayhaqi Ghiffary Zuumar, membuat Olivia semakin geram


"kita tau lah Zuumar kaya apa, mana mungkin cewe kampungan model kaya lu dilirik Zuumar" ledek Olivia dengan tatapan tajamnya yang melihat Kayyisha dari atas sampai bawah

__ADS_1


"pakaian lu terlalu norak" seraya tertawa sinis


"Setahu aku, seburuk apapun laki-laki, dia akan memilih calon istri yang baik untuk ibu bagi anak-anak nya" jawab Kayyisha menatap tajam balik Olivia, Zuumar masih dengan mode cool nya tersenyum bangga saat Kayyisha seolah menampar Olivia dengan jawabannya


"Ibu? lu mau jadi ibu dari anak-anak nya Zuumar, jangan Mimpi!!!" teriak Olivia makin menggila


"Udah Liv, doi emangtunangan gw, jangan cari masalah sama milik gw" ucap Zuumar menengahi sambil menarik tas slempang Kayyisha, Namun tak disangka, Olivia nekat menarik hijab panjang Kayyisha dan ingin melepaskan nya dari kepala Kayyisha, sempat tertarik namun dengan sekali gerakan Kayyisha mampu membuat Olivia tersungkur diatas lantai mall


"sakit, dasar ninja" teriak Olivia masih tak Terima, Kayyisha masih mengepalkan tangannya, ingin sekali menampar wanita sexy dihadapannya itu, namun ia tahan dan langsung ber istighfar "Astaghfirullah" terus ia ulang dalam hati


"jangan sok suci" bangkit Olivia kembali akan menyerang Kayyisha kembali, namun Kayyisha yang ahli bela diri mampu sekali lagi membuat Olivia menjerit kesakitan


"Mau selesai sampai disini atau gw bikin patah tangan lu" ancam Kayyisha dengan tatapan membunuh yang baru pertama kali Zuumar lihat, betapa sangarnya wanita yang selama ini ia anggap sebagai bidadari namun bisa dengan cepat menjelma menjadi malaikat maut


"Zuumar, mau ikut aku atau mau bantuin dia" tunjuk Kayyisha pada Olivia sebelum ia benar-benar pergi, namun Zuumar langsung pergi meninggalkan Olivia dan mengikuti kaki Kayyisha melangkah


Nafas Kayyisha jelas masih terlihat naik turun menahan sesak di dadanya karena ia tidak bisa melupakan amarah nya, Zuumar yang sangat tau rasanya tidak nyaman menahan amarah mencoba membujuk wanitanya


"minum dulu, biar marahnya redam" rayu Zuumar dengan sebotol air mineral ditangannya


"makasih, maaf untuk yang tadi" ucap Kayyisha lirih

__ADS_1


"nggak apa-apa, kenapa harus minta maaf, gw suka banget lihat lu yang kaya gitu, itu baru wanita gw, nggak lebay kebanyakan drama, lu keren banget Sha" ucap Zuumar bahagia membuat Kayyisha justru bingung "kenapa dia ngeliat aku marah malah hepi begitu?" tanya Kayyisha dalam hati


"belajar bela diri dari kapan Sha?" tanya Zuumar penasaran


"dari TK, udah sabuk hitam sekarang, mungkin bakalan jadi sunbaenim kalau lanjut terus" jawabnya tanpa melihat kearah Zuumar


"duh, kalau boleh peluk gw peluk lu Sha" ucap Zuumar gemas yang akhirnya hanya mengacak pucuk kepala Kayyisha yang dilapisi hijab tersebut


"Zuumar jangan begini, nanti aku berat buat balik ke Tarim" lirih Kayyisha


"nikah yuk, mau nggak?" ajak Zuumar tiba-tiba membuat Kayyisha tersedak air mineral yang diberikan oleh Zuumar


"eh, kenapa jadi tersedak?" tanya Zuumar heran


"ya kamu, ngajak nikah kaya ngajak main petak umpet" jawab Kayyisha dengan pipi sudah merona


"kurang romantis ya, sejujurnya gw nggak pernah deket sama lawan jenis Sha, hidup gw sibuk buat nyari kesenangan lewat jalur tawuran, sejujurnya ada banyak cewe yang antri jadi pacar gw, cuma nggak tau kenapa nggak ada satupun dari mereka yang bikin gw berdebar, tapi nggak tau kenapa dari awal ketemu sama lu setahun lalu saat di bisa, walau cuma mata lu ajah yang kelihatan dada gw kaya nyeri gitu, deg degan banget rasanya, kalau boleh pacaran mungkin sekarang gw bakalan nembak lu, dan bilang gw suka banget sama lu, tapi gw tau lu nggak akan pacaran kan? makanya gw ajak nikah, biar bisa pacaran, hehehe" jujur Zuumar membuat Kayyisha makin merona


"lu kenapa diem ajah? Jangan bilang lu nggak suka sama gw?" ucap Zuumar mengambil kesimpulan sendiri


"rahasia" Ucap Kayyisha meninggalkan Zuumar yang masih mematung

__ADS_1


💕💕💕💕💕💕💕


__ADS_2