KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
117


__ADS_3

Jam pulang sekolah tiba entah mengapa si Bungu Zuu itu terlihat sangat senang tidak seperti biasanya


"Oppa,meonjeo nol-ado doelkkayo?" (Abang, adek mau main dulu boleh?" Tanyanya dengan menyipitkan matanya


"eodiseo nolgo iss-eo? salamgwa?" (kamu main kemana? sama siapa?) Tanya Zayyan penasaran


"bimil-iya najung-e boja" (rahasia dong, sampai jumpa nanti) Ucapnya kemudian berlari semangat, bahkan Zea mengabaikan orang-orang yang menyapanya termasuk Maysun dan Arhan yang Zea jumpai di tengah larinya itu, Zea hanya melambaikan tangan putihnya untuk menyapa keduanya, mambuat Maysun memprovokasi Arhan


"Zea mau kemana happy bener! kaya mau ketemu calon suami" Ujar Maysun yang ia yakinin sanggup membuat Arhan panas, dan benar saja Arhan ikur berlari mengejar Zea ingin melihat siapa yang akan ditemui oleh pujaan hatinya itu seketika tubuh Arhan membeku seolah tombol freeze di badannya ditekan kuat melihat Zea lagi-lagi bertemu dengan om-om tampan saingannya itu, Zea masuk satu mobil bersama om-om yang nyatanya lebih cocok menjadi kakak lelaki dari Zea walau umurnya bahkan dua kali lipat dari umur Zea tapi wajah baby face serta ketampanan nya tak luntur di makan umur


"Han" Ujar Zayyan menepuk pundak Arhan yang sedari tadi fokus dengan satu hal


"Ya ampun, kaget gw anjir" teriak Arhan benar-benar kaget


"lu ngapain sih bengong ajah?" Tanya Zulfan yang sebenarnya tau kalau Arhan mengikuti adik bungsunya itu


"kalian nggak pulang bareng Zea?" Tanya Arhan seolah menjadi cari jawaban


"Zea mau main sama Dami'shi Samchon, udah ijin kita juga, eomma appa juga tau, lagian eomma appa nggak akan nggak kasih izin Ham, Dami soal jagain Zea udah ahlinya ya nggak Za?" Ujar Zulfan memberi kode ke adik tengah nya itu


Zayyan yang paham dengan kode sang Kaka langsung menyahuti dengan anggukan, Zayyan justru fokus melirik Maysun yang sesedih Arhan saat melihat Zea


"kita duluan ya Han" Ujar Zulfan menarik bahu sang adik


"iya, gw juga mau langsung balik, Maysun nungguin soalnya" Kilah Arhan, nyatanya Maysun justru sudah lebih dulu pergi meninggalkan sekolah menaiki ojek onlinenya


*


Maysun sudah merubah total penampilannya saat di rumah, tak lagi menutupi wajah cantiknya dengan riasan cupu seperti saat bersekolah, Arhan diam-diam terus memperhatikan sahabat kecilnya itu, tumbuh kian cantik bisa dikatakan sempurna untuk gadis seusianya, entah tengah bicara dengan siapa? tapi Arhan sayup-sayup masih mendengar percakapan Maysun


"aku nggak tahan, aku mau pindah, itu menyakitkan" Ujar Maysun yang tidak tau kalau Arhan memperhatikan dirinya bahkan karena Maysun malas mendengarkan seseorang yang menjadi lawan bicara nya di sebrang Maysun menyalahkan speaker pada panggilan tersebut terdengar jelas seorang pria berteriak pada Maysun


"aku sudah sering kali memperingati mu, jangan libatkan urusan ini dengan perasaan karena akan menghancurkan semua May" Teriaknya membuat Maysun frustasi dan mendesah kesal


"terserah abanglah" Jawab Maysun pasrah akhirnya

__ADS_1


"tetaplah bertahan disana, abang mohon sebentar lagi, kita akan buat mereka merasakan apa yang kita rasakan! kau faham?" Tanya pria itu


"aku faham bang" jawab Maysun lagi


"abang tutup, abang percaya kamu bisa" tanpa menunggu balasan jawaban dari Maysun telpon itu terputus kemudian Maysun melemparnya asal dan mengacak kasar rambutnya sendiri


"gw pasti bisa" Ujarnya kemudian masuk kedalam kamar dan tertutup rapat, sementara Arhan tidak berani menyimpulkan apapun, dirinya hanya terus memutar otaknya mengingat apakah Maysun punya kakak laki-laki yang ia panggil abang? tapi siapa? sejak kecil Arhan dan Maysun tumbuh bersama tapi tak ada satupun anak lelaki seusianya atau diatas usia mereka


"bertahan! agar mereka merasakan apa yang kita rasa?" Ujar Arhan membeo mengulangi kata-kata yang di ucapkan pria misterius itu


"rahasia apa yang nggak aku tau soal kamu May?" Tanya Arhan mulai menyimpulkan sendiri dengan apa yang ada didalam fikiran nya itu


*


Sepulang bermain dengan Dami, Zea mengurung dirinya didalam kamar, entah apa yang tengah dialami si bungsu tapi kembar identik seperti Ze, Za dan Zu akan sangat terikat satu sama lain


"Ze, deul-eogado dwaeyo?" (Ze, abang boleh masuk nggak?) Tanya si tengah Zayyan


"deul-eooseyo, oppa! jeoneun mun-eul jamgeuji anhseubnida" (Masuk ajah Bang, pintunya nggak di kunci) Jawab Zea yang masih menelungkupkan tubuhnya diatas kasur


"museun il-iya, Yeoni, wae geuleohge uulhae?" (ada apa si Yeon? kenapa murung sekali?) Tanya Zayyan membelai sayang kepala adiknya yang kali ini tengah melepas hijabnya, rambut hitam pekat dengan panjang melewati bahunya itu terurai cantik membingkai wajah paripurna khas Korea nya


"kenapa Paman Dami?" Tanya Zayyan lagi


"mau nikah" jawabnya terisak-isak, Aah Zayyan faham adiknya tengah patah hati saat ini, sesorang yang selalu ia mimpikan menjadi pendamping nya tiba-tiba memberikan kabar yang cukup mengejutkan untuk adik bungsunya


"Yeoni'shi ma-eum-i sanghaessguna?" (kamu patah hati dek?) tanya Zayyan, pertanyaan ini justru membuat Zea semakin terisak "hiiii kenapa punya abang nggak peka banget sih, udah tau patah hati masih ajah nanya sebel) protes Zea dalam hati


"Dek, deul-eobwa" (dek dengerin abang) Ujar Zayyan seraya menarik si bungus bangkit dari kasurnya dan memeluk nya erat, Zayyan tau Zea hanya butuh pelukan saat ini


"Semesta tidak pernah ingkar, bahwa yang memang seharusnya berpisah atau menjauh akan diganti dengan yang bisa selalu utuh, inget de Allah tidak pernah sematkan luka, tanpa bahagia setelahnyasetelahnya" Ujar Za yang masih memeluk erat adik bungsunya itu ia tak pernah melihat Zea sepatah ini sebelumnya dan ini cukup membuat hatinya ikut sakit, ia sendiri juga bingung harus menghibur sang adik harus dengan apa lagi karena ia sendiri belum pernah patah hati selama ini


"Adek mau apa, ayo abang temenin" Ajak Zayyan menawarkan untuk si bungsu


"kita kerumah Maysun yu Bang?" Ajak Zea semangat kembali tanpa bisa menolak Zayyan menyanggupi kemauan adiknya, ya apapun itu asal Zea tidak lagi sedih

__ADS_1


*


setelah perjalanan ditempuh hampir 48 menit mereka tiba di kawasan perumahan mewah, Zea langsung keluar segera dari dalam mobil dan mengetuk pintu rumah tanpa pagar besar seperti rumahnya itu, saat pintu terbuka tak hanya Maysun yang kaget melihat Zea dan Zayyan ada di hadapan nya, Zayyan juga kaget melihat Maysun yang sangat berubah total seperti saat disekolah


"Zea, Zayyan, aaah ayo masuk" Ajak Maysun canggung, Zayyan membeku melihat Maysun yang super cantik saat berada dalam rumah


"Maysun cantik banget" Ujar Zea memeluk Maysun senang, namun Maysun terlihat risih dengan perlakuan Zea seolah entah sedang menutupi sesuatu


"Ze, duduk, Maysun nggak nyaman" Ujar Zayyan memperingati


"kenapa tidak mengabari dul?" Tanya Maysun kikuk


"kalo ngabarin aku nggak bisa lihat Maysun yang cantik gini dong" Ungkap Zea bahagia seolah melupakan patah hatinya


Zayyan setuju dengan si bungsu kali ini, Maysun cantik dengan tampilan apa adanya, tapi kenapa harus ia tutupi dengan berdandan aneh saat disekolah, dan Mata elang Zayyan nampak menyalang marah saat melihat pria menggendong dua orang anak satu perempuan dan satu lagi laki-laki, sepertinya mereka kembar


"apa itu Maysun kecil? apa dia anak dari pria itu?" Tanya Zayyan berapi-api


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Selamat Pagi Semesta..


Hari ini dengan segala kemungkinan dan rahasia yang tidak berani kutebak.


Semoga yang baik-baik menyertai.


Semoga kuat menjalani hari-hari yang akan datang.


Semoga tidak pernah kehilangan peluk


untuk setiap sedih dan patah yang sering tiba-tiba


Terima kasih untuk hari baru ini..


Hari baru, semangat baru, rezeki baru..

__ADS_1


Tetap jaga kesehatan, selalu bersyukur, dan tetap semangat yaaakk 😘😉


doakan aku ya.. pagi ini aku ada interview, semoga Tuhan mudahkan segala urusanku, dan semoga tiap semoga yang aku semogakan segera Tuhan kabulkan.. aamiin


__ADS_2