
Tiba-tiba pintu ruang perawatan Kayyisha terbuka, Mami Papi yang tidak mungkin tidak tahu kejadian malam ini, bukan Papi namanya kalau tidak mengetahui rahasia sekecil apapun tentang putra tunggalnya tersebut, sekalipun mereka tengah diluar kota, mata telinga Papi Mampi pasti masih tertinggal disekitar anak tinggalnya itu, dengan menahan amarahnya Papi Mami memaksa meringsek masuk kedalam ruang perawatan Kayyisha, Zuumar sudah pasrah apa yang akan dilakukan Papi
"Bugh, anak kurang ajar" satu pukulan mendarat di pipi mulus Zuumar
"Bugh, bikin malu" kembali pukulan itu diberikan di pipi kiri Zuumar
"Bugh, dasar pengecut, kenapa kamu seperti ini Zuumar?" Maki Papi yang tidak sanggup menahan amarahnya, Zuumar hanya diam tanpa melawan sedikit pun, darah segar sudah terlihat di sudut bibir dan juga hidung milik Zuumar
"Pi.. Aku mohon sudah, aku sudah memafkan Zuumar, tolong jangan pukul lagi Pi" pinta Kayyisha yang tak tega melihat Zuumar menahan sakit
"Sakit yang dia nggak rasa, nggak akan bisa mengembalikan semua Kayyisha, biar dia mati sekalian" Maki Papi lagi
"kalau Zuumar mati, nanti ada janin di rahim aku, siapa yang bakal nemenin aku Pih?" lirih Kayyisha tanpa melirik Zuumar, menghangat hati Zuumar mendengar ucapan Kayyisha, luka sisa bogem mentah sang Papi tak lagi ia rasa sakit
"kalau bukan Kayyisha yang minta, udah Papi bunuh kamu" Maki Papi sekali lagi
"Papi tunggu kamu di rumah, kita bahas semua dirumah" Ucap Papi dengan nada yang masih terdengar sangat marah, belum sempat Papi melangkah keluar ruang perawatan Kayyisha seorang pria tampan yang membuat Zuumar ketar ketir masuk dengan wajah yang cukup Panik
"Assalamu'alaikum Dek, Om, Tante" Sapanya sopan
"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab mereka bersama
"Kamu kenapa bisa sampe masuk rumah sakit Dek?" tanyanya khawatir dengan logat bahasa Indonesia yang tidak terlalu fasih itu
"Adek nggak apa-apa Bang, kemarin sempat pingsan didepan hotel terus alhamdulillah ketemu calon suami aku yang aku udah ceritain sama Abang waktu itu" Jawab Kayyisha sambil tersenyum
__ADS_1
"alhamdulillah" jawab si abang lega
"Bang, kenalin dulu, ini Mami nya Zuumar, ini Papi nya Zuumar, ini Zuumar calon suami aku Bang" ucap Kayyisha dengan senyum manisnya
"wah jadi ketemu calon besan ya saya disini, perkenalkan Om Tante, saya Asyam Hyun-Ki, saya sepupu nya Kayyisha, kebetulan selama ini saya tinggal di Korea bersama istri saya, ini karena Kayyisha meminta saya menjadi wali nya saat menikah saya tinggal sementara disini, eh tunggu Tapi ini nenapa Zuumar bonyok gini?" tanya Abang penasaran, Mendengar penjelasan sepupu tampan Kayyisha membuat Zuumar kian lemas "gob lok, belum dengar penjelasan apa-apa gw udah cemburu ajah, dengan baiknya Kayyisha masih menutupi aib gw didepan Abangnya ini, ampuni aku Tuhan" jerit Zuumar dalam hati
"namanya juga cowok ka, ya biasalah adu jotos" Ucap Kayyisha, yang lagi-lagi menutup aib calon suami lak nat nya itu
"Maaf Syam, memang Abi Umi sama Kaka kamu kemana? kenapa harus Nak Syam yang menjadi wali kamu sayang?" tanya Mami yang penasaran
"Loh, dek, belum cerita soal almarhum?" tanya Asyam lagi
"hehehe belum sempet Bang, baru sampe pingsan ini baru sadar" jawab Kayyisha tersenyum paksa, "Almarhum? apa maksudnya?" tanya Zuumar, Mami dan Papi dalam hati
"oh, ya udah, Abang ajah kali ya yang kelewat was-was ke kamu" Ucapnya seraya mengusap sayang kepala adik sepupunya
"maaf ya tante om, saya nggak bisa lama, nitip Kayyisha, saya percaya kalian semua orang baik, saya sering sekali mendengar cerita baik kalian dari adek saya ini, saya buru-buru mau kerumah sakit lain, karena putra saya kemarin tertabrak dan masih dalam perawatan" Ucapnya hendak pamit, kali ini hati Zuumar benar-benar hancur dengan semua kenyataan yang baru ia ketahui kebenarannya
"Ya Allah, anak kamu kenapa Syam?" Panik Mami
"biasa Tante, namanya anak-anak saking bahagia nya keluar negeri malah main lari ajah, sampai kesenggol mobil, tapi alhamdulillah, anak saya nggak kenapa-kenapa, insya Allah sore ini sudah keluar dari rumah sakit" Jelas nya lagi
"Alhamdulillah" jawab Mami
"Tante, Om, Zuumar saya pamit dulu ya, ini dokter nya udah. nelpon terus, saya nggak enak, Dek cepet sehat ya, kasian Manzar cari kamu terus" Pamit nya pada sang adek
__ADS_1
"iya Bang, besok juga aku udah boleh pulang ko Bang, Abang hati-hati ya, peluk cium dari jauh buat kesayangan nya aku Manzar oppa" ucapnya seperti anak kecil
"Assalamu'alaikum" Pamitnya seraya keluar dari kamar perawatan Kayyisha
_
"Sha, apa yang sebenarnya terjadi, kemana Dr Azqa, kemana Abi sama Umi kamu nak?" tanya Mami yang wajahnya sudah berubah semakin sendu
"Maaf ya Mi, nggak pernah kasih kabar selama lima tahun ini, aku sibuk sembunyi Mi, Abi, Umi sama Ka Azqa kecelakaan waktu mau anter aku ke bandara, mereka semua udah pulang Mi" lirih Kayyisha yang sudah tidak tahan untuk tidak menangis, Mami langsung memeluk Kayyisha dan ikut menangis
"Sabar sayang, ada Mami, ada Papi yang akan menggantikan Abi dan Umi kamu" ucap Mami menguatkan
"hehehe nggak apa ko Mi, lagian udah lama juga, aku selama ini sibuk sembunyi di Tarim, lulus dari Tarim langsung ikut Bang Asyam ke Korea, sengaja aku ngilang, karena keluarga besar June masih terus nyari aku, aku nggak mau dipaksa nikah sama June Mih" ucap Kayyisha lirih dengan pipi yang masih berderain air mata, Zuumar tak sanggup berkomentar apapun, dada nya kian sesak dengan semua kenyataan yang makin pedih setelah ia mulai mengetahui
"June?" tanya Papi penasaran yang dari tadi hanya menjadi pendengar saja
"Abi sama Umi dulu pernah susah banget, waktu bangun Ponpes Umi sama Abi ketipu sama kontraktor nya Mi, saking Abi tuh percaya banget sama orang, sampe uangnya dibawa kabur, karena nggak mungkin berhenti ngebangun ponpes, Orang tua June menawarkan bantuan modal tanpa harus bayar bunga untuk. bangun ponpes, malah akhirnya nggak perlu dikembalikan uang yang Abi pinjam, asalkan setelah besar Isha mau dijodohkan dengan June, Abi setuju karena dari kecil June itu baik banget anaknya, tapi makin besar makin kelihatan sifat asli June kaya apa? Kak Azqa sudah menyiapkan uang pengganti supaya aku sama June bisa batal di jodohkan, tapi di tolak keras oleh Ayahnya June, sampe akhirnya June sering ngancem segala macem Mi, dan terakhir kecelakaan Abi Umi di sebabkan oleh June, tapi sayangnya aku nggak ada bukti yang memberatkan June untuk dibawa ke ranah Hukum, itu alasan aku ngumpet di Korea bertahun-tahun ikut sepupu aku Mi, Asyam itu anak dari adiknya Umi, istri Bang Asyam meninggal setelah 100 hari melahirkan Manzar Hyun-ki, sejak Manzar bisa bicara Manzar panggil aku Umi, karena dia emang aku yang urus Mi dari bayi" Jelas Kayyisha panjang lebar, makin sesak dada Zuumar mendengar semua penuturan gadis yang ia cintai
"Ya Allah Sya, maaf aku nggak tau kamu punya cerita sesulit ini, kenapa kamu tanggung semua masalah ini sendiri? kamu kan punya kita disini Sha?"Ucap Zuumar lirih
" hehehe kamu kan belum jadi siapa-siapanya aku, lagi pula aku nggak mau punya hutang budi sama orang lain, aku takut kasus sama June berulang" jawab Kayyisha sedih
"kalian harus segera menikah, demi keamanan kamu Sha" ucap Papi yakin
💕💕💕💕💕
__ADS_1