
Pagi ini saat semua orang sudah sibuk dengan urusannya masing-masing Zuumar'e Appa tak juga keluar dari kamar tidurnya, si kembar Zu Za bahkan sudah menyelesaikan sarapannya
"wae uli abeojineun achim meog-euleo bang-eseo nagaji anhni?" (kenapa ayah nggak keluar kamar untuk sarapan?) Tanya Zu pada Za
"ayo kita lihat Appa" Ajak Za menarik Zu
Keduanya berlari masuk kedalam kamar dimana Zuumar tidur, karena pintu tidak di kunci mereka menerobos masuk, dan benar saja dugaan mereka Appa kedua nya masih terbaring diatas tempat tidur
"Appa" panggil keduanya pelan karena melihat Zuumar masih memejamkan matanya
"appa wae? appaga apeuni?" (ayah kenapa? apa ayah sakit?) Tanya Za yang sudah menitikkan air matanya
mendengar dua putranya berisik, Zuumar mencoba membuka paksa matanya, kepalanya terasa sangat pusing, berusaha sekuat tenaga untuk mendudukkan tubuhnya bersandar pada headboard ranjang dibantu Za dan Zu
"Appa" teriak keduanya takut
"neohuideul-eun ulji ma! Appaneun gwaenchanh-a" (kalian jangan nangis, ayah baik-baik saja) Ujar Zuumar mengusap air mata anak kembarnya
"mana yang sakit Appa?" Tanya Zu khawatir
"semalam Appa nggak bisa tidur, jadi sekarang kepalanya sakit, kalian jangan suka begadang ya kalau malam, nanti sakit kaya Appa" Jawab Zuumar masih memaksakan senyum di depan kedua anaknya
"Ayo kita ke klinik Ayam Hal-abeoji" Ajak Za pada Zuumar
"tidak usah, tolong ambilkan obat di sana" Tunjuk Zuumar kearah atas nakas, dengan patuh Zu mengambilkan obat yang dimaksud Zuumar kemudian memberikan pada ayahnya, si cerdas Zu curiga obat yang di maksud Zuumar bukan obat biasa, ia mengambil bungkus nya guna menyelidiki lebih dalam obat apa yang di konsumsi sang Ayah
"apa Appa akan lebih baik setelah minum obat ini?" Tanya Za
"Hmm, Appa akan tertidur sesaat setelah ini akan lebih baik, maaf ya kita tidak jadi keluar mencari eomma" Ujar Zuumar sedih
"tidak apa-apa, Kami akan keluar, Appa istirahat lah" Jawab Zu mengajak Za keluar kamar sang Ayah
Setelah memastikan ayahnya tertidur Zu segera menelpon Ji Soo, kemudian mengirimkan gambar bungkus obat milik Zuumar yang rutindi konsumsi olehnya
__ADS_1
Tak sampai dua puluh dua menit Ji Soo kembali melakukan panggilan telepon pada si cerdas Zu
"imooo, eotteohge dwaess-eo?" (Bibi, bagaimana hasilnya?) tanya Zu khawatir
"Zu jamaenim, imoleul yongseohasibsio!" (adik Zu, maafkan bibimu ini) lirih Ji Soo menyesal
"imooga? waeyo?" Tanya Zu dan Za khawatir kenapa bibi mereka minta maaf, apa yang salah dengan ayah mereka
"Ayah kalian depresi berat, sampai harus mengkonsumsi obat penenang dan obat tidur secara bersamaan, Imoo telat mengetahui kondisi Appa kalian, Appa kalian tidak bisa tidur malam dengan baik, makanya harus mengkonsumsi obat-obatan seperti ini, tapi obat ini harus segera di hentikan" Jelas Ji Soo
"separah itu?" Tanya Za khawatir
"ginjal apa bisa bermasalah, kalau terus mengkonsumsi obat keras jenis itu Zu Za, tunggu Darrel Samchon dirumah Manzar, nanti imoo tunggu kalian di rumah sakit milik Hal-abeoji Asyam" Ujar Ji Soo selesai menjelaskan Ji Soo langsung menghubungi Darrel untuk segera membawa Zuumar ke rumah sakit, Ji Soo sudah menunggu disana menyiapkan test yang harus segera Zuumar lakukan
Mereka sudah berada dalam kamar perawatan setelah 3 jam berlalu sejak Darrel membawa paksa Zuumar kerumah sakit, wajah ke tiganya tampak khawatir menunggu hasil test darah yang tengah di lakukan Ji Soo
"tenanglah, Appa kalian bukan lelaki lemah, dia tidak akan kenapa-kenapa, percayalah, ini hanya masalah kecil untuknya" jelas Darrel menenangkan dua pria. kembar yang sedari tadi menahan tangisnya
"hei ayolah, kenapa berfikir buruk seperti itu?" Sergah Zu
"bukan berfikir negatif Zulfan, tapi kita belum tau hasil test Appa gimana? kalau Appa kenapa-kenapa kita gimana?" Tanya balik Zayyan
"Hyeong, Samchon Darrel bilang Appa bukan pria lemah, dia tidak akan menyerah sebelum menemukan Eomma dan Zea demi kita" teriak Zulfan membuat Darrel tersentak kaget dengan ucapan si bungu Zu
"Zu, istighfar, Eomma dan Zea sudah tidak ada" Ucap Darrel memeluk Zulfan yang kini justru menangis karena kesal dengan saudara kembarnya itu
"bodoh! kenapa berteriak seperti itu di depan Darrel'ah Samchon bikin curiga ajah" Umpat Za kesal dalam hati
"Zu, Za" Panggil Ji Soo yang ternyata sudah berada didalam ruang perawatan Zuumar
"Imoo" teriak keduanya berlari mendekat kearah Ji Soo berdiri
"appaneun eottae?" (bagaiamana keadaan ayah?) tanya keduanya kompak
__ADS_1
"alhamdulillah, Semuanya masih oke, mulai sekarang obat ini nggak boleh lagi Appa kalian konsumsi, nanti Imoo akan berikan obat herbal resep imoo ya?" Jelas Ji Soo
"imoo jeongmal gamsahabnida" (terimakasih banyak Bibi) ucap Zulfan dan Zayyan memeluk erat Ji Soo
"tenanglah, kalian harus segera menemukan obat penyembuhan untuk Appa, kalian paham apa maksud imoo?" bisik Ji Soo pada si kembar cerdas di hadapannya, dengan pasti mereke segera mengangguk patuh
"hajiman ulineun dangsin-ui doum-i pil-yohabnida, imoo" (tapi bi, kami butuh bantuamu) Ujar Zu bernegosiasi
"aku akan bantu dibelakang layar, kalian bersiaplah" jawab Ji Soo tersenyum seraya mengacak sayang pucuk kepala dua keponakan kembarnya itu
"kenapa bisik-bisik?" Tanya Darrel yang jaraknya tidak terlalu dekat dari mereka bertiga curiga
"misi baru" jawab ketiganya kompak sambil tersenyum, membuat Darrel menggelengkan kepalanya heran "Misi apaan lagi? bapaknya lagi teler sampe di infus begitu, masih mikirin misi!" Ujar Darrel dalam hati
"Pastikan titik koordinat nya tepat, siapkan penggerebekan" Tulis Ji Soo pada sebuah room chat khusus tim alfa 131 yang bergerak secara rahasia itu, kemudian segera memasukkan ponsel kedalam sakunya
"Darrel, aku titip Zuumar sebentar ya, Zulfan dan Zayyan ikut aku sebentar, ada obat yang harus aku beli di daerah Busan" Ucap Ji Soo mengedipkan matanya sebagai kode pada si kembar Z
"lama nggak?" Tanya Darrel tidak curiga karena masih sibuk membawa sebagian pekerjaan nya ke dalam kamar rawat Zuumar yang masih lelap tertidur efek obat buatan Ji Soo
"paling cepat 4 jam, kan jarak dari sini ke Busan lumayan" Jawab Ji Soo sambil manaruh alat Sadap serta hiddencam di seputar kamar rawat Zuumar
"jangan kemalaman ya, Hati-hati" Pesannya sambil memeluk Ji Soo sebentar
"samchon jinjeonghaseyo, uli imoleul mosileo wassseubnida!" (paman tenang saja, ada kami yang akan menjaga bibi kami) Jawab Za tersenyum
"baiklah, baiklah, paman percaya pada kalian, jangan bikin onar ya, kasian imoo" ujar Darrel mengingatkan keduanya, dan dijawab dengan anggukan patuh
"kajja" teriak ketiganya keluar dari kamar, diluar ruang perawatan Zuumar sudah disiapkan pasukan bayangan yang berjaga takut ada hal-hal yang tidak di inginkan
"Zu, Za, misi ini nggak semudah kelihatannya, kalian harus waspada! Imoo percaya kalian sanggup melewati nya" Ujar Ji Soo saat mereka sudah berkendara menuju tempat penggrebekan
🍀🍁💕🍀💕🍁🍀💕🍀💕🍁
__ADS_1