
Zuumar menatap pilu gadis kecil yang mungkin seumuran dengan putra-putranya itu, "Masya Allah, anak se usia Zu Za sudah istiqomah menggunakan niqab penutup wajahnya, padahal ia belum baligh, kalau Zea masih ada mungkin kayyisha akan melakukan hal yang sama untuk melindungi putri kita" ucap nya pada dirinya sendiri seraya menatap kearah kemana gadis kecil itu menghilang dibalik pilar besar Masjid
"Appa, Appa" Panggil Zu Za
"Ya, kenapa Zu, kenapa Za?" Tanya Zuumar kaget
"ayo pulang" Ajak keduanya
"tanggung sekalian Maghrib sama Isya Jamaahan disini ya" Ajak Zuumar'e Appa
"baiklah" Jawab si Krmbar kompak
Selesai shalat Isya berjamaah ketiganya segera kembali ke kediaman Manzar, namun saat baru akan masuk Ji Soo sudah menunggu mereka di kursi ruang keluarga
"Zulfan Zayyan, apa yang kalian lakukan pada resep-resep obatku?" Teriak Ji Soo ngotot ke arah si kembar Z
"kamu kenapa Jicuya?" Tanya Ayah si kembar Z
"aku kesel sama anak-anakmu kak, ini lihat semua resep obatku hilang!" Sungut Ji Soo menunjukkan laptopnya yang blank
"Bagaimana mungkin anakku merusak laptop milikmu! Laptop mu di Password bukan? dan kamarmu selalu dalam keadaan terkunci" jelas Zuumar
"mereka kan...!!" ucap Ji Soo terputus "mana mungkin aku jujur soal sepandai apa dua makhluk ajaib ini pada ayahnya" ucapnya dalam hati
"mereka kenapa Ji Soo ya Imoo?" Tanya Zuumar menyelidiki
"aah sudah lupakan, awas nanti kalian!" Ancam Ji Soo pada dua anak kembar Zuumar
"Imoo sangat menakutkan saat mengancam seperti itu" Bisik Za pada saudara kembarnya
"Za, ayo segera masuk kamar" Bisik balik Zu mengedipkan mata sipitnya itu
"Appa, Imoo, Manzare Hyeong, hari ini kami lelah sekali, kami akan segera istirahat, sampai ketemu besok pagi, Assalamu'alaikum, Annyeong" Pamit Za kemudian segera menarik Zu masuk kedalam kamarnya
"Wa'alaikumsalam wr wb" Jawab ketiganya kompak
__ADS_1
"Zuumare Samchon, dari pagi mereka berdua bertindak aneh, mereka tidak buat ulah kan?" Tabya Manzar
"nggak ko, mereka hanya merengek camilan ini itu saat di Itaewon tadi, kamu juga istirahatlah, besok masih harus sekolah bukan?" Tanya Zuumar
"baiklah Paman" Jawab Manzar menurut
"Ji Soo, maaf kan anak-anakku, ini semua karena aku yang kurang mengawasi tingkah mereka selama ini, nanti akan aku mintai Darrel membantu mu memulihkan laptop yang sudah di acak-acak si kembar, kamu tidak perlu menutupi apapun dariku, selama ini aku hanya pura-pura tidak tau keajaiban mereka dibelakang ku, kalau nanti mereka ada minta bantu kamu, tolong bantu mereka, karena kali ini mereka tidak akan memintaku membantunya" Jelas Zuumar panjang lebar
"memang ada masalah apa?" Tanya Ji Soo penasaran
"tidak ada masalah apapun, hanya ada ketakutan akan masa depan, aku ke kamar dulu ya" Pamit Zuumar berlalu
"apa ini soal rumor Kayyisha eonni lagi? si kembar Z yang ajaib itu tidak biasanya mencuri resep racikan berbagai macam obat penawar yang aku miliki, dan kali ini mereka mencurinya dariku, ah keluarga ini kenapa penuh rahasia sih, bikin pusing saja" keluh Ji Soo yang masih setia menunggu Darrel pulang dari kantornya
"Mikirin apa?" Tanya Darrel mengacak sayang pucuk kepala Ji Soo yang rambutnya tidak pernah berwarna hitam itu
"aniyo! ko baru sampai?" Tanya Ji Soo tersenyum
"itu yang punya nggak tau kemana seharian ini main sama si kembar, terus kayanya mereka minta waktu disini di perpanjang" Jawab Darrel ikut duduk disebelah Ji Soo
"tidak seperti biasanya" Ujar Ji Soo dalam hati
"heran, mereka menyebalkan, tapi masih ada saja yang rindu dengan kegaduhan yang sering mereka buat!" Jawab Ji Soo
"kamu juga gitu, Rela bolak balik Jakarta Incheon cuma buat ribut sama mereka hehehe" ledek Darrel mencubit gemas pipi pacarnya
"iya juga sih, senakal apapun mereka tidak pernah sampai melukai, hanya buat pusing saja bukan?" Tanya balik Ji Soo
"mereka kaya gitu karena cari perhatian sayang, sesayang apapun Mami Papi nya Zuumar, kasih sayang ibu tidak pernah bisa digantikan, walau ada kami, ada Hana ada Dokter Yumi dan Shin tetap saja mereka butuh ibu di sisi mereka" Jawab Darrel lagi
"Jagiya, kalau tiba-tiba Kak Zuumar ketemu jodohnya kembali bagaiamana?" Tanya Ji Soo penasaran
"jangan lah, Zuumar mulu, Aku Naresh Asher sama Rayyan ajah belum ada yang ketemu jodohnya, baru sebatas jagain jodoh nggak tau kan kamu jodoh aku apa bukan?" Ledek Darrel membuat Ji Soo merengut
"jeongmal jjajeungnanda" (nyebelin banget sih) Jawab Ji Soo
__ADS_1
"abisnya kamu tuh, sarjana udah, umur cukup, aku nya juga udah mapan, tapi kenapa masih belum mau nikah juga coba?" Tanya Darrel lagi
"karena Kak Yumi belum nikah" Jawab Ji Soo lagi
"nanti aku suruh Asher nikahin kak Yumi" Sahit Darrel
"Terserlah, sana balik ke kamar kamu, aku juga mau tidur" Ujar Ji Soo
"nggak bisa sekamar ajah kita?" tanya Darrel menggoda Ji Soo
"kkum-eul kkujima neo" (Mimpi ajah kamu!) Jawab Ji Soo berlari masuk kedalam kamar dan menguncinya, membuat Darrel gemas sendiri melihat nya "gw udah 26 doi nya juga udah 23 kalo nunggu Asher nikahin Yumi yang nggak jelas kapan, keburu Zuumar nikah lagi nanti" ujar Darrel dalam hati
setelah memastikan semua orang masuk kedalam kamarnya masing-masing, si kembar pembuat onar justru tengah asik dengan kegiatan-kegiatan nya
"Gimana? ada suaranya nggak?" Tanya Za pada Zu yang masih sibuk mendengarkan sesuatu di alat sadap nya
"kayanya dia tau, kita ada pasang alat di badannya" Jawab Zu pasrah frustasi
"nah, bener kan dugaan kita! mereka bukan orang biasa, itu alat udah kita modif banget kan? masa masih ketahuan?" Ujar Za berpendapat
"tapi ketemu nih lokasi terakhir mereka" Tunjuk Zu pada sebuah peta yang tertera dalam layar laptop nya
"jauh nggak?" Tanya Za lagi
"hah?" teriak keduanya kaget
"sebelah rumah Hyeongie???" Tanya keduanya beradu tatap
"besok pagi kita cek lagi ya, aku ngantuk banget nih" Ujar Za yang mulai terus menguap
"baiklah, rapihkan dulu semuanya, jangan sampai bangun tidur Appa masuk misi kita luluh lantah" Jawab Zu mulai berkemas
"iya, bawel!" Jawab Za ikut mmbantu saudara kembarnya itu
Beberapa menit setelahnya mereka sudah selesai merapihkan perabotan rahasianya, mereka bahkan sudah terlelap dalam buaian alam mimpi, wanita cantik tersenyum senang melihat alat penyadap milik Zu dan Za yang kini berada di tangannya
__ADS_1
"lihatlah, usia sekecil mereka sudah pandai memodifikasi alat ini agar tidak ketahuan" Ujarnya sambil merusak secara permanen, kemudian membuang asal alat penyadap tersebut
🍁🍀🍁🍀🍁🍀🍁🍀