KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
124


__ADS_3

Mendapat bentakan dari wanita cantik yang selama ini selalu menempati setiap posisi dalam hatinya, membuat Arhan membatu, ditambah pula samurai yang berkilau sangat tajam itu menempel erat dileher kirinya


"Zea, please" Ujar Arhan memohon


"lu mau gantiin posisi Renjun?" Tantang Zea tanpa menghiraukan ucapan Arhan


"kalu gw mati bisa buat lu bahagia, bunuh, bunuh gw sekarang Zea" Teriak Arhan frustasi


Teriakan Arhan membuat Zea melonggarkan serangan nya pada Arhan, perlahan samurai itu mulai turun dari leher Arhan hingga akhirnya menyentuh Tanah tergeletak begitu saja, membuat Arhan dan Renjun bernafas lega, melihat Zea mulai kembali sadar dari titik amarahnya, Arhan mencoba mengajaknya kembali berbicara


"Ze, minum dulu, istighfar Ze" ujar Arhan mencoba mengingtkan


Zea mengambil air putih dari botol kemasan yang diberikan Arhan kemudian mencari kursi untuk duduk dan meminum air yang Arhan berikan, melepas dahaga kemudian menundukkan kepalanya dengan deraian air mata


"Kalau kamu tau, Ayahmu dan keluarga besar mu berhasil membuatku serta ibuku harus hidup berjauhan selama bertahun-tahun dari Appa dan juga hyeongie ku, kami bahkan berpura-pura mati serta memiliki kuburan atas nama kami untuk tetap bertahan hidup sampai aku benar-benar sehat, aku bahkan dipaksa berjauhan dari tanah kelahiranku selama bertahun-tahun karena eomma tak ingin appa serta hyeongie ku mengalami lebih banyak penderitaan, membunuhmu, adik kembar mu Maysun bahkan membunuh Juno Samchon saja rasanya tidak cukup menghapus semua rasa sakitku!" Ujar Zea lirih dalam tangis pilu nya


Arhan tidak pernah tau apapun soal hidup wanita cantik yang ia sangat cintai itu, membuatnya ikut merasa kepedihan yang tengah Zea ungkapan

__ADS_1


"Kau tau? kenapa namaku tidak menggunakan marga appaku? karena tadinya kami benar-benar tidak ingin kembali bersatu, kalau bukan Abang dan Oppa yang menyadari keberadaan ku, mungkin sampai saat ini kami tetap hidup terpisah dunia! kenapa kamu dan keluarga mu sebegitu bencinya pada keluarga ku? apa dosa yang sudah eomma appa ku perbuat pada kalian sampai kalian terus dendam seperti ini pada keluargaku? Kalau memang ada hutang yang harus aku bayar berapa banyak jumlahnya biar aku yang lunasi? kalau memang ada hutang nyawa yang harus aku tebus, aku bersedia menebusnya, supaya ini jadi dendam terakhir supaya anak-anak hyeongie ku nantinya tidak pernah mengalami hal se mengerikan yang pernah eomma dan aku alami" jelasnya lagi


"Zea, atas nama keluarga leluhur ku, aku mohon maaf!" Ujar Renjun akhirnya buka suara, Zea hanya melirik nya dengan tatapan sinis, sementara Arhan yang tidak paham apapun hanya menjadi pendengar yang baik saat itu berdiri diantara keduanya agar tidak terjadi hal-hal mengerikan


"Aku, aku yang jadi penjamin dendam ini selesai, kalau diantara aku atau keluarga besarku nanti nya akan mengusik keluarga Zuu ke depannya aku yang akan menjadi tameng demi keluarga Zuu, aku mohon maafkan aku, sungguh aku tidak tau kalau kenyataan pahit yang selama ini tersembunyi kamu lewati dengan begitu berat, aku minta maaf untuk masa lalu pahitmu, aku janji itu tidak akan terulang untuk anak-anak mu, anak-anak kakakmu atau keturunan zuu kedepannya!" Ujar Renjun berjanji


"aku tidak menerima janji apapun, karena seorang lelaki bukan banyak berjanji tapi memberikan bukti, sekarang pergi lah, tinggalkan aku sendiri" Ujar Zea menunjuk ke arah pintu keluar


"bagaimana dengan permintaan maaf ku Ze?" Tanya lelaki tampan itu


"aku maafkan, beritahu Maysun soal ini, jelaskan semua masalahnya, agar salah faham ini selesai" Titah si bungsu


Renjun akhirnya menuruti kemauan si bungsu Zea, dibantu Arhan ia keluar dari tempat yang sangat menyeramkan itu


"Ze, aku antar Renjun pulang dulu, kamu tunggu disini nanti aku jemput kamu" Pinta Arhan


"Nggak usah, aku ada supir yang antar tadi, bawa dia ke rumah sakit Zuu, aku akan hubungi doker jaga disana" Ujar Zea yang ikut masuk kedalam mobilnya, entah ia akan kemana Arhan menatap sedih pujaan hatinya itu

__ADS_1


"Renjun, lu okeh?" Tanya Arhan memastikan


"Okeh, cuma lemes ajah gw, karena gw menolak semua makanan yang udah disiapin Zea" Jawabnya dengan nada penyesalan


"gw nggak tau dan tidak mau tau masalahnya kalian semoga cepat selesai, maaf soal Maysun karena gw anggap dia kaya adik buat gw, dan sejujurnya gw sangat menyukai Zea sejak pertama kali gw lihat dia, padahal gw belum pernah lihat dia sekalipun wajahnya kaya apa!" Ucap Arhan lirih


"Mari kita bersaing secara sehat!" Ajak Renjun membuat Arhan membulatkan matanya kaget


"Maksud lu apa hah?" Tanya Arhan teriak


"Sejak setahun lalu, gw mulai mata-matin Zea gw juga udah jatuh cinta sama dia, tapi karena urusan dendam yang gw sendiri nggak tau asal usulnya bikin cinta gw yang belum sempat berkembang keburu layu" Ujar Renjun


"kalo gw tau lu naksir Zea, mending tadi gw biarin lu mati ajah" Jawab Arhan sinis


"jadi, gimana? mau bersaing?" Tanya Renjun


"siapa yang takut!" Jawab Arhan pasti

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2