
Tak sabar menanti proses eksekusi yang ingin ia lakukan membuat Zea tak bisa memejamkan matanya, bahkan sejak sujud nya di sepertiga malam ia tak melanjutkan tidurnya, nia berkendara menuju markas rahasia pribadi miliknya, markas rahasia berkedok peternakan kuda itu dijaga sangat ketat oleh pasukan khusus dibawah perintahnya langsung Eomma Appa bahkan kedua kakak kembarnya tidak pernah ia beritahu soal ini, keluar dari mobil sport mewahnya dengan pakaian serba hitam yang menampilkan mata indah nya itu, Zea sudah menenteng busur-busur kesayangan yang sudah dibubuhi racun racikan nya sendiri
Semua pasukan nya menunduk hormat pada si bungsu yang sudah dalam mode "pembunuh" ini
"Alpa tim'e kajja" teriak Zea begitu memasuki ruangan khusus dimana sosok lelaki tampan itu masih tertidur lelap, lelaki itu tak nampak seperti tawanan yang di ikat tubuhnya, bahkan ia dibiarkan bebas tidur tampan diatas ranjang mewah yang memang Zea siapkan untuk musuh-musuhnya
"ije reonjwin-i ileonasibsio" (bangun kan Renjun sekarang) titah Hana pada pasukan yang berjaga di dalam kamar mewah itu
Saat Renjun membuka mata hal pertama yang disuguhkan adalah rekaman dimana Jeno yang ternyata Ayah dari Renjun dan Maysun tengah mempersiapkan penculikan untuk pembunuhan si kembar Zu Za dan Ze ketika masih TK bertahun-tahun lalu, dalam rekaman itu berakhir ketika Jeno saudara kembar June koma dirumah sakit milik keluarga Zuu, bahkan sebelum Jeno menghembuskan nafas terakhirnya dia sempat meminta maaf atas semua tindakan yang ia perbuat mencelakai Zuu family karena terhasut Olivia yang tewas lebih dulu
"Zuumar, maafkan kesalahpahaman ini, tidak seharus nya aku berbuat jahat pada keluarga mu dan bahkan mencelakai putra putri kembarmu, terimakasih karena selama ini diam-diam keluargamu membantu keluarga ku secara rahasia, bahkan menopang hidup kami, terimakasih karena sudah merawatku dengan sangat baik di akhir hidupku, tolong jangan beritahu putra putri ku kalau ayahnya seorang bajinga* yang terlalu pengecut mengakui kesalahan nya, kalau nanti usiaku tidak panjang berjanjilah tidak mengabarkan apapun pada putra putriku, aku yakin mereka akan malu memiliki ayah seperti ku" Ucap Jeno kesulitan bernafas karena sesak dadanya
"Jeno, kami tidak pernah memusuhimu dan keluargamu, izinkan kami membesarkan putra putrimu, dimana mereka biar kami bisa bantu membesarkan mereka seperti anak-anak kami" Pinta Eomma Kayyisha memohon
"Tidak Sha, Anak-anak ku akan sangat aman di tempat itu, aku pamit Zuu" dan rekaman usang itu berakhir disitu
__ADS_1
Renjun terlihat menangis entah tangisan merasa bersalah, atau tangisan sedih melihat ayahnya namun tangisan haru nya berubah menjadi sebuah keterkejutan saat lima busur panah mengarah kepadanya, dengan sigap Renjun bisa menghindari nya walau bersusah payah
"Hai musuh ku? mau bertarung?" Tanya Zea melemparkan dua buah samurai ke hadapan Renjun, namun diluar dugaan Renjun menggelengkan kepalanya cepat
"Selama ini kau ingin membunuhku bukan? mari kita selesaikan segera, kau atau aku yang mati pagi ini?" Ucap Zea dingin dengan tatapan membunuh lurus pada mata sipit milik Renjun
"Bukan, bukan seperti itu" Jawab Renjun gugup tak menyangka kalau putri bungsu Zuumar akan se mengerikan ini
"Ambil itu, dan kita akan berperang sampai titik darah penghabisan" teriak Zea membuat semua pasukan bayangan yang berjaga ber jungkat kaget melihat nona mudanya semarah itu
"Maaf, maafkan kami" Ujar Renjun sekali lagi
"Kalian, jangan ada yang berani memisahkan aku dengan pecundang ini, kalian jadi saksi siapa yang akan terbunuh hari ini, jangan lupa nyalakan semua kamera untuk menjadi saksi seberapa hebatnya Renjun ini" Sindir Zea lagi, diluar dugaan Renjun berlutut memohon ampun dengan kesalahpahaman yang ia perbuat belakangan ini
"Maaf Zea, Maaf, aku tidak tahu kalau seperti itu masalah sebenarnya, aku diberi tahu oleh keluarga tante Olivia kalau ayah meninggal karena ulah keluarga kalian" Jelas Renjun
__ADS_1
"kau fikir aku percaya?" Tanya Zea lagi
"cepat bunuh aku sekarang!!!!!" Teriak Zea semakin geram dan melepaskan secara acak anak panah dari busurnya itu mbuat Renjun semakin ketakutan
"Maafkan aku Zea" Lirih Renjun putus asa
"kalau semua kata maaf mampu menyembuhkan luka, tentu akan ada banyak orang lain yang dengan sengaja menyakiti lalu meminta pengampunan lewat, tapi aku bukan salah satu si pemaaf yang dengan mudah mengampuni orang seperti mu!" Teriak Zea lagi
"Zea Yeon Aida, tolong buka, ini Arhan Ze" teriak Arhan diluar ruang eksekusi, membuat Zea mengerutkan dahinya bingung
"Zea, aku mohon buka pintunya Ze" teriak Arhan sekali lagi, dengan cepat Zea membuka pintu yang hanya bisa dibuka dengan pemindai wajah milik nya itu, namun lagi-lagi pemandangan yang tidak pantas dilihat terjadi, Zea mengarahkan samurai yang sangat tajam itu di leher milik Arhan yang langsung membeku ditempatnya berdiri
"Ze, ada apa?" Tanya Arhan mencoba mengalihkan pembicaraan, lagi dan lagi Zea hanya diam dengan tatapan pembunuhnya menatap marah Arhan yang sudah menganggu kesenangan nya itu
"Ze, kamu marah sama aku?" Tanya Arhan lagi
__ADS_1
"Diam atau Mati!" Gertak Zea tak menjawab pertanyaan Arhan
🍃🍃🍃🍃🍃