KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
120


__ADS_3

"Mau, gw butuh bicara sama lu" Ujar Arhan dingin saat mereka sudah duduk bersama dalam kelas


"mau ngomong apa? ngomong ajah!" Jawab Maysun tanpa menoleh kearah Arhan bicara


"lu kenapa ngelakuin ini ke Zea May?" Tanya Arhan to the point


"ngelakuin apa maksud lu?" Jawab Maysun maosh pura-pura cuek bersikap bodo amat


"lu fikir gw nggak tau, lu kan yang suruh Adya lepas Niqab Zea! jahat tau nggak lu!" Hardik Arhan kesal dengan tatapan nyalang pada Maysun


"bicara tanpa bukti adalah fitnah, jangan asal nuduh!" Jawab Maysun tidak mau kalah


"ini" Ujar Arhan memberikan potongan video saat Maysun di lorong sekolah menelpon sesorang, Maysun terbata menatap layar ponsel milik Arhan


"Zea nggak pernah jahat sama lu, bahkan sama gw yang pernah nyakitin hati dia ajah, Zea tetap baik ke gw!" ujar Arhan


"karena gw suka Zea, dan lu suka gw, makanya lu sekejam ini sama temen lu? sadar May, cuma Zea yang berkawan tulus sama lu tanpa pernah bully dengan penampilan aneh lu" ujar Arhan membuat Maysun menitikkan air matanya


"bukan karena itu!" Jawab Maysun menahan marah


"terus? karena apa? lu bisa sejahat itu sama dia? jawab May!" teriak Arhan membuat siswa siswi dikelasnya menoleh ke arah Arhan dan Maysun


"pulang sekolah akan gw jelasin semua, lu kerumah gw!" Jawab Maysun tak ingin memperpanjang masalah ini disekolah


*


Sementara Triple Z sudah selesai diadili di sekolah, seperti biasa mereka hanya akan di skorsing tidak boleh masuk beberapa waktu, setelahnya mereka langsung menuju rumah sakit dimana Adyatama di rawat


"Imoo" Panggil Zea mendekati Shin Bangsanim


"Yeon'ni shi ttwiji ma" (yeon jangan lari-lari) Ujar Shin memperingati


"Adiatama'yi sangtaeneun eotteohseubnikka?" (bagaimana kondisi Adyatama?) Tanya Zea khawatir

__ADS_1


"hmmm, kenapa sekhawatir itu?" Tanya Shin Bangsanim


"Oppa sama Abang mukulin dia nggak pake ampun imoo" Jawab Zea merasa bersalah


"Hyeongie nggak akan main pukul kalo dia nggak ngelakuin kesalahan fatal Ze" Jelas Shin Bangsanim


"dia narik niqab aku Imoo sampai lepas" Jawab Zea menundukkan kepalanya


"kalau tau dia bikin ulah senakal itu, imoo suntik sianid* ajah tadi!" Kesal Dokter Shin


"Makanya Abang ngerasa nggak bersalah bikin dia babak belur Imoo, kelakuan Adyatama seperti itu diluar batas kewajaran, dan itu lebih parah dari Arhan saat teriakin kamu terori*" Jelas Zayyan masih kesal


"Abang dengerin dulu" Pinta Zea sedikit memohon


"mau jelasin apa? udah fatal banget tau nggak kelakuan si Adya tuh!" Jawab Zulfan lagi


"Adek lagi cari tau dalang nya siapa Bang! Oppa! Adya tuh cuma boneka, kita perlu tau semua saat Adya sadar, nanti kalau Adya yang sadar, biar adek yang nemuin dia, Abang sama Oppa diluar ajah!" Jelas Zea sekali lagi


"kamu bilang pasukan bayangan kamu siapin di se penjuru sekolah, kenapa masih bisa kecolongan soal kaya gini dek?" Tanya Zayyan lagi


Mengerti kalau si bungsu tengah memberikan kode rahasia Zu dan Za menganggukan kepalanya faham


"Imoo lihat Adya dulu ya, nanti kalau Adya sadar imoo beri tahu, kalian ganti baju dulu di ruangan imoo sana!" Titah Shin ikut menganggukkan kepalanya melirik kearah si bungsu yang memberikan kode nya


Ketiganya meninggalkan ruang perawatan Adya untuk berganti baju, si bawel Zu terus saja banyak bertanya namun Zea hanya dia saja menanggapi abang sulung nya itu, setelah sampai di sebuah ruangan rahasia yang disediakan khusus untuk keluarga pemilik rumah sakit, Zea menunjukkan rekaman CCTV tepat di ruangan Adyatama


"Ini ulah dia Ze?" Tanya Zu tak percaya


"katanya sih!" Jawab Ze sambil terus mengamati gambar yang bergerak itu


"ayo!" Ajak Zu emosi


"Oppa, Hajima!" Pinta Ze

__ADS_1


"Sabar Zu, ikuti dulu alurnya, biar dia jalanin rencana dia ke kita, kita cukup waspada supaya hal begini nggak terulang lagi" Ujar Za


"Mau tanya Eomma? atau Appa tentang kejelasan kasus ini?" Tanya Zu lagi


"Belajar beresin semua masalah sendiri Zu, Eomma Appa, udah banyak repot sama masalahnya sendiri" Jawab Za yang kini tengah meretas sesuatu


"Abang, alat sadap Abang masih dirumah " dia" nggak?" Tanya Ze menekan kata dia


"Masih, ini kita berhasil retas CCTV dirumah dia" Jawab Za tersenyum sinis


"yang dibagian kamar jangan!" Perintah Zu


"gw juga tau" Jawab Za


"Ze, Adya sadar" Ujar Hana Bangsanim


Ketiganya segera menuju ruang perawatan Adya, namun sosok dia yang terus membuntuti tak terlihat, Za sudah menaruh beberapa hidden cam diruangan ini sambil terus mengamati lewat gawai pandainya itu


"Zea!" Panggil Adyatama yang wajahnya kini masih banyak luka lebam


"Lu harus hati-hati, kalian bertiga harus hati-hati" Lirih Adyatama


"Jangan banyak berfikir berat dulu" Ujar Shin yang mengawasi Adya sejak tadi


"maaf untuk hari ini Ze, Zu, Za, gw cuma diminta seseorang berbuat kaya gini" sesal Adya


"kenapa?" Tanya Zu lagi "Kenapa lu mau?" Ujar Zu marah


"karena gw suka dia, makanya gw mau bantu dia, tapi ternyata dia minta gw nggak buka mulut soal ini, kalian bisa bantu gw buat jaga keamanan selama gw disini? gw takut dia nekat dan gw malah kenapa-kenapa!" Pinta Adya


"asal lu bisa diajak kerjasama!" Ujar Za menawarkan


"oke, gw setuju" Jawab Adya

__ADS_1


🍃🍃🍃🍃🍃


__ADS_2