KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"

KISAH CINTA SANG JAWARA "TAWURAN"
53


__ADS_3

"Kenapa diam Zuumar? ada masalah di perusahaan? kenapa Asher nggak ikut kalian pulang?" Cecar Mami lagi, Zuumar menatap istrinya seolah meminta bantuan, karena tak ada satupun hal yang ia sembunyikan dari sang Mami


"Mi, Isha yang jelasin boleh?" Ujar Kayyisha meminta izin Zuumar, Darrel dan Ji Soo melalui tatapan matanya


"Boleh sayang ada apa?" Tanya Mami


Kayyisha menjelaskan secara detail tanpa ada yang dikurangi atau di lebihkan sedikitpun


"Oh, gitu? tapi sekarang udah selesaikan masalahnya?" Tanya Mami menatap Darrel


"Udahlah Mi, cuma tadi Asher ijin nggak ikut pulang, dia lagi pengen sendiri ajah katanya Mi" Jawab Zuumar lagi


"Kalian semua anak Mami, Mami sayang sama Asher, Naresh, Darrel, Rayyan, rata sama kaya Mami sayang ke Zuumar, kalian udah dewasa kalau ada masalah apapun jangan pake kekerasan, kalian besar dan tumbuh bersama, jangan saling menyakiti ya, Mami ikut sakit tau kalian bertengkar seperti ini" Ujar Mami tulus


"Maaf Mi, ini salah Darrel" Pinta Darrel lagi


"Nggak apa Rel, besok semua harus udah normal lagi ya, Mami nggak mau kalian pisah-pisah kaya gini, gimanapun caranya besok Asher harus makan malam satu meja sama kita lagi" Pinta Mami lagi


"Mi, aku disini loh" Jawab Asher melambaikan tangan sambil tersenyum lebar, membuat Mami ikut tersenyum


"Asher pulang? Sini makan" Ajak Mami antusias


"kebetulan aku laper banget Mi" Jujur Asher


"gayanya nggak mau balik, ternyata kelaperan juga" ledek Darrel


"hahaha siapa yang ngomong gw nggak mau balik, gw cuma bilang ada urusan bentar Rel, lu ajah kali ah yang masih sensi sama gw!" Jawab Asher meledek


"Udah ayo makan, abis itu kita rehat, besok pagi kita harus mulai aktifitas lagi kan!" seru Papi


Selesai makan malam mereka sudah bersiap kembali ke pos masing-masing, saat Zuumar dan Kayyisha mulai menapaki anak tangga, dengan Semangat Mami. berteriak


"Zuum, kalau palang merahnya sudah selesai jangan lupa mulai menabur benih" teriak Mami absurd, membuat Kayyisha merona malu dan secepat mungkin menaiki anak tangga


"An jrit Mami frontal banget" Ucap Asher seraya menggelengkan kepalanya


"Mami apaan sih, Isha malu tau" Jawab Zuumar yang tak menyangka Mami akan se absurd itu


"Semangat ya Zuum, Mami ingin segera menimang Cucu" Jawab Papi ikut mengompori sang anak

__ADS_1


"Mami Papi bisa 11 12 begini sih, kompak banget" Ujar Zuumar mencoba mengabaikan suara-suara yang meledek dibelakangnya


Masuk kedalam kamar Zuumar merasa canggung karena perkataan Mami


"Kenapa Zuum?" Tanya Kayyisha yang sudah berganti kostum tidurnya


"maafin Mami Sha" Ucap Zuumar tak enak hati


"maaf untuk apa Zuum?" Tanya Kayyisha lagi


"Soal Mami tadi, teriak-teriak gitu! aku nggak enak!" Ucapnya jujur


"eh nggak apa-apa, aku nggak ada marah ko Zuum, tapi aku emang masih belum selesai, nanti kalo udah selesai kita sebar benih, supaya bisa bikin Mami happy kita kasih kado terindah buat Mami" Jelas Kayyisha bersemangat


"Kenapa jadi kamu yang semangat semai benih Sha?" Tanya Zuumar heran


"itu bagian ibadah aku Zuum, dan itu pahalanya masa Allah loh" Jelas Kayyisha lagi


"hah?" Tanya Zuumar Kayyisha yang gemas mengecup singkat pipi kanan suaminya "cup"


"Kayyisha jangan begini, nanti aku nggak tahan" Lirih Zuumar


"siapa Sha?" Tanya Zuumar yang melihat istri cantik nya kembali menegang ponsel padahal sebelumnya sudah rebahan


"Kak Yumi Zuum" Jawabnya masih menatap ponsel


"Kak Yumi, apa katanya?" Tanya Zuumar heran


"Ezra udah ketemu ka Yumi, untung tadi pas ada Rayyan" Jelas Kayyisha singkat


"Ezra yang waktu itu nge chat kamu?" Tanya Zuumar


"Iya, udah yu tidur aku bales chat nya besok ajah, Ka Yumi juga pasti ngerti ko!" Jawabnya lagi


"Sini peluk" Ucap Zuumar memberikan bahunya untuk menjadi bantalan tubuh Kayyisha


Saking lelahnya Kayyisha terlelap dalam hitungan menit, Zuumar masih setia membelai lembut rambut hitam legam milik sang istri


"Ezra, June, entah nanti akan ada siapa lagi yang bakalan ganggu kita kedepannya Sha, semoga Tuhan memudahkan semua yang tengah kita semogakan" Doa Zuumar sebelum terlelap

__ADS_1


_


Korea Selatan


Malam ini Rayyan menginap dirumah sakit, walau seharian lelah dengan setumpuk tugas yang Zuumar titipkan, matanya belum juga mau terpejam


"Dari siang perasaan gw nggak enak banget, ada apa ya sama SAKTI SQUAD" ucapnya menatap ponsel


"disini udah jam 11 malam, di Jakarta baru jam 9, Anak-anak biasanya baru kelar makan bareng Mami, Papi, gw chat Naresh ajah deh" Ucapnya kemudian mengetik pesan untuk Naresh


"Resh, lu udah molor?" Pesan 📩 terkirim


"belum, lagi bantuin ngompres komuknya Asher nih" Jawab Naresh kemudian mengirim gambar sudut bibir Asher yang terdapat bekas luka


"Asher kenapa?" Tanya Rayyan


"Hahaha ditampol Darrel Ray" Jawab Naresh


"gw mau VC an ajah biar jelas" Jawab Rayyan, kemudian mereka melakukan panggilan video, Naresh menjelaskan apa yang terjadi pada Asher dan Darrel, sekitar 962 detik mereka selesai melakukan panggilan video


"pantesan ajah nggak enak banget perasaan gw, ternyata mereka selisih faham, umur kita baru 22 tahun tapi udah banyak banget kisah yang kita ukir bareng-bareng, dari awal sahabat kenal dijalan sampe jadi sahabat kentel kaya gini, kehilangan Dami karena salah jatuh cinta, semoga nggak ada kehilangan yang lain lagi, se umur hidup rasanya gw bergantung banget sama Asher, Naresh, Darrel dan Zuumar, nggak tau lagi kalo salah satu dari kita harus pisah jauh, hahaha stroberi banget hati gw hari ini" Ucapnya sambil menatap wajah Hana yang tetap cantik walau terlelap


"Bocil pirang, lu nggak kangen apa sama gw?" Tanyanya seraya membelai wajah cantik yang masih betah terpejam itu, namun tanpa di duga ada seseorang yang berhasil masuk mengendap-ngendap keruangan khusus perawatan milik Hana, sosok jangkung yang tadi siang sempat ia temui diruangan Dokter Yumi


"Oh, bocil yang tadi siang di ruangan pacar saya" Sapanya dengan wajah tidak bersahabat


"Pacarnya Dokter Yumi?" Tanya Rayyan dengan wajah meyebalkan


"Bantu saya mendapatkan Dokter Yumi, atau calon istri kamu akan saya buat benar-benar mati" Ucapnya kemudian dengan gerak cepat menyuntik kan sesuatu pada lengan kiri Hana


"breng sek, lu suntikkin apa ke calon istri gw" teriak Rayyan tak menyangka tindakan nekat Ezra di hadapan nya


"itu virus terbaru yang gw kembangin di laboratorium punya gw, dan penawar nya cuma ada ditangan gw, jangan coba-coba ngelaporin permasalahan virus ini ke Yumi, atau penawar ini nggak akan gw kasih buat calon istri lu" kemudia Ezra melenparkan sebuah kartu nama berisikan nomor telpon miliknya kedepan Rayyan


"Hubungi gw, akan gw jelasin bagaimana sistem virus itu bekerja pada sistem jaringan tubuh Hana" kemudian pria jangkung tersebut menghilang dibalik pintu


"Breng Sek" Ujar Rayyan meremas kartu nama yang di berikan Ezra


🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2