
Zuumar sudah pasrah dengan apapun keputusan yang di ambil istrinya tercinta, tak ada waktu untuk menyesali semua yang sudah berlalu, ia duduk di dekat ruang tunggu operasi darurat yang tengah di lakukan duo dokter hebat sobat kental istrinya, tengah menguatkan hati nya untuk membaca selembar kertas bertuliskan tangan dari istrinya
ASSALAMU'ALAIKUM KESAYANGAN 💕
SAAT KAMU MEMBUKA CURHAT TERAKHIRKU, MUNGKIN AKU TENGAH BERJUANG MEMBAWA KEHIDUPAN BARU UNTUK DUA PUTRAMU
SALAHKU YANG SEDARI AWAL TETAP BERTAHAN MEMBERIKAN MEREKA BERTIGA KEHIDUPAN, AKU SANGAT EGOIS PADAMU SAMPAI TIDAK SEDIKIT PUN, SAKIT INI AKU BAGI PADAMU
KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR
SEDARI AWAL INI ADALAH KEPUTUSAN PAHIT YANG AKU AMBIL DENGAN BERBAGAI PERTIMBANGAN, SALAH SATUNYA KALAU AKU BERTAHAN MELAHIRKAN MEREKA AKU YANG HARUS MERELAKAN MU MELEPASKAN KU
KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR
AKU PAMIT YA SAYANG, TETAPLAH HIDUP BAIK TANPA AKU DISISIMU, TERIMAKASIH SUDAH MENJADI BAGIAN PENGGENAP HIDUPKU YANG GANJIL
KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR
KU TITIP DUA PRIA TAMPAN YANG AKAN TERUS MENGISI HARI-HARI MU AKU MUNGKIN TIDAK AKAN PERNAH BISA MELIHAT SENYUM MEREKA TAPI AKU YAKIN MEREKA AKAN SETAMPAN KAMU
KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR
MAAF YA PUTRI KECILMU TERNYATA TERPAPAR PENYAKIT YANG SAMA DENGAN KU, DAN AKU HARUS MEMBAWANYA BERSAMAMU
KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR
IZINKAN AKU MEMBERIKAN NAMA UNTUK KETIGANYA
BAYHAQI GHIFFARY ZAYYAN (ZA)
BAYHAQI GHIFFARY ZULFAN (ZU)
ZEA YEON AIDA (ZE)
TERIMAKASIH KESAYANGAN KU BAYHAQI GHIFFARY ZUUMAR, AKU PULANG YA
ASSALAMU'ALAIKUM
__ADS_1
Zuumar melipat surat yang lebih mirip dengan ucapan maaf dari mendiang istri cantiknya tersebut
"Zuumare oppa" Panggil Ji Soo
"operasi sudah selesai, aku akan segera membawa jenazah Kayyisha dan Yeon Aida ke pesawat" Jelas Ji Soo menahan tangisnya
"ijinkan aku berpamitan pada keduanya" Pinta Zuumar menguatkan hatinya, tak ada air mata yang mengalir di wajah tampannya, kalau Kayyisha sudah mengorbankan hidupnya demi anak-anak nya, Zuumar harus kuat menghadapi kenyataan sepahit ini dalam hidupnya
"terimakasih kesayangan sudah rela mengorbankan jiwa raga demi para penerus hidupku, entah aku yang kelewat egois, atau kamu yang memang keras kepala, titip Zea disisimu, aku akan jaga ZuZa sesuai permintaan mu, istirahat lah dengan damai, kita jumpa lagi di Jannah Nya ya Sayang, jangan khawatir aku tidak akan menikah dengan siapapun disisa hidupku, aku hanya akan berada disisi ZuZa sampai mereka sehebat kamu" Ujar Zuumar mengecup sayang kening dingin istrinya untuk terakhir kalinya
"Ji Soo, aku titip Ze dan Kayyisha ya, aku tidak mungkin ikut ke Korea karena ada ZuZa yang harus aku jaga" Lirih Zuumar menatap tubuh dingin istri dan anak perempuan nya yang kini sudah ditutupi kain putih darin ujung kaki sampai kepalanya itu
"iya kak, kami akan segera berangkat, aku titip ZuZa padamu, jangan khawatir Hana, Dokter Shin, Dokter Yumi akan bantu urus keduanya" pamit Ji Soo mendorong brangkar jenazah dua wanita yang sangat ia sayangi itu memasuki ambulance dan segera membawa nya ke Bandara dimana pesawat sudha menunggu mereka
"Hari ini tiba Kak, aku sudah menepati semua janjiku padamu, mari kita berjuang lebih keras lagi" Ujar Ji Soo pada Dokter Yumi dan Dokter Shin serta Hana yang tak bisa menahan tangisnya itu
"aku pamit semua" Ujar Ji Soo masuk kedalam Ambulance
Zuumar tengah di kuatkan oleh SAKTI SQUAD mereka saling menguatkan demi sahabat baiknya itu
"Zuum, ada ZuZa yang harus kita besarkan, jangan takut kehilangan kasih sayang, kami semua disini ada untuk mereka" Ucap Dokter Yumi menepuk pundak Zuumar menguatkan
"justru inilah awal perjuangan kita Demi ZuZa" Ucap Asher yang matanya masih memerah
"Dokter Yumi, sejujurnya aku tidak sanggup" lirih Zuumar lemas
"kalau di izinkan memilih, aku tidak ingin kehilangan Kayyisha demi ZuZa, tapi kenapa Kayyisha seperti ini?" Tanya Zuumar penuh sesal
"maafkan kami dari awal Kayyisha lah yang meminta kami merahasiakan semua, dan dari awal Kayyishalah yang meminta kami mempertahankan si kembar untukmu Zuumar" Ucap Dokter Shin sedih
"Zu dan Za bagaimana? apa bisa segera kami bawa kerumah?" Tanya Darrel yang sedari tadi banyak diam itu
"Saat ini keduanya tengah ada didalam inkubator, butuh waktu beberapa minggu untuk terus menstabilkan kondisi keduanya, bayi kembar lahir prematur harus mendapatkan perawatan khusus, kami mohon bersabar lah, sejauh ini kondisi mereka cukup sangat baik namun belum siap lepas dari alat ventilator" Jelas Dokter Yumi
"mari berusaha lebih keras lagi" Teriak Naresh memberi semangat pada SAKTI SQUAD juga Dou Dokter hebat didepannya
_
__ADS_1
4 tahun berlalu, Zulfan si abang dan Zayyan si adek tumbuh sehat dan pandai, dua dokter cantik beserta SAKTI SQUAD bergotong royong merawat mereka dengan sangat baik, Hana dan Rayyan menuruti janji mereka untuk tidak menikah terlebih dahulu karena akan mambantu Zuumar mengurus si kembar Zu Za, Hana bahkan bisa melanjutkan kuliahnya di sela-sela membantu mengurus kembar tampan yang jarang sekali merepotkan tersebut, namun sore ini mendadak keduanya panas tinggi membuat se isi rumah mendadak heboh
"hal-abeoji, halmeoni" Rengek Zu Za pada Mami dan Papi Zuumar
"Badannya panas Pih" Ujar Mami panik
"kan biasa anak kecil gini panas Mi, paling juga mau pinter" Jawab Papi yang sudah pensiun dari dunia bisnis ia menikmati masa tua nya dengan cucu kembar kesayangan nya
"telpon Dokter Shin Pih" pinta Mami pagi
"Sebentar ya sayang, Halmeoni telpon Shin Bangsanim" Rayu Mami sekali lagi
"Halmeoni, ulineun eommawa yeodongsaeng-i geuliwo" Tangis Si abang Zu pecah
"haduh punya cucu campuran begini giliran sakit ngambek nya pake bahasa eomma nya kita yang ikut mumit Mih" keluh Papi ikut pusing
"abang bilang dia kangen ibu sama adik perempuan nya Pih" Lirih Mami ikut sedih
"Tunggu Appa pulang dari kantor ya, nanti kita kerumah Eomma sama Yeon Aida, gimana?" Rayu Mami lagi
"Halmeoni, nggak usah bilang Appa Zuu, kita pulang ke rumah Eomma tanpa Appa Zuu, boleh kah?" Tanya si Adek Zayyan
"Halabeoji nggak berani takut Appa Zuu ngamuk" Tolak Papi
"Papi" Rengek Mami
"nggak usah ikutan merajuk Mih, kamu nggak inget Zuumar pernah ngamuk waktu kita bawa Zu Za diem-diem ke Korea karena mereka bilang kangen sama adeknya" Tegas Papi
"Kalau hal-abeoji, halmeoni nggak mau bantuin kita kabur, jangan salahin kita kalau diam-diam bisa teleportasi ke Rumah Eomma" Ancam si abang Zulfan
"Cucu nggak beda nya sama anak, ngancem terus heran!" Cicit Papi kesal sendiri
"Halmeoni janji, kalo Appa Zuu pulang kita langsung berangkat, sekarang minum obat penurun panasnya dulu" Rayu Mami lagi
"yeaaaaah.. halmeoni gamsahabnida!" Teriak keduanya seolah kembali sehat
🍀🍁🍀🍁🍀🍁
__ADS_1