
Hari kembali berganti, kini matahari sudah terbit dan bersinar cerah di langit. Semalam Raihan dan yang lainnya pulang agak malam sekali, mereka semalam saling bercanda dan kembali mengenang kisah dulu mereka.
Rasanya memang indah ketika kita membicarakan masa lalu dengan orang yang memang ada dalam masa lalu itu. Adisty sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumahnya Mira, hari ini ia akan membantu Mira untuk mempersiapkan pernikahannya.
"Sayang sarapan dulu, " panggil ibunya dari meja makan.
"Bentar mah, " balas Adisty yang masih merias wajahnya di kamar.
Beberapa menit berlalu Adisty pun turun dari kamarnya untuk sarapan, tapi ia tak melihat ayahnya berada di meja makan.
"Mah papah mana? " tanya Adisty yang sudah sampai di meja makan.
"Papah mu sudah berangkat kerja, makannya kalau bangun tuh jangan siang dong, " balas ibunya sambil menyiapkan makanan untuk Adisty.
"Pagi banget papah kerjanya? " tanya Adisty yang sudah mulai makan.
"Yang ada kamu bangunnya ke siangan, " balas ibunya kembali.
"Udah ah kamu sarapannya sendiri soalnya mamah tadi udah sarapan sama papah, " sambung ibunya kembali sambil meninggalkan Adisty di meja makan.
Adisty akhirnya sarapan sendirian di meja makan, setelah beberapa menit sarapan kini Adisty sudah selesai dengan sarapannya. Ia sudah akan berangkat menuju rumah Mira.
"Mah aku ke rumahnya Mira dulu yah, " pamit Adisty pada ibunya.
"Iya, " balas ibunya.
Adisty berjalan kaki menuju rumah Mira yah karena memang jarak rumah mereka kan tidak jauh hanya terhalang beberapa rumah saja jadi Adisty tak perlu naik kendaraan.
Setelah sampai di sana Adisty sudah melihat banyak sekali orang yang sedang membuat pelaminan dan dekorasi lainnya, Adisty jadi ingin cepat-cepat menikah kalau melihat ini semua.
Adisty langsung masuk ke sana dan mencari Mira, " Maaf tante, Mira nya ada? " tanya Adisty pada ibunya Mira yang kebetulan ada di luar rumahnya.
"Mira nya di kamar, kamu ke sana aja. Taukan kamarnya Mira yang mana? " balas ibunya Mira sambil menunjuk ke dalam rumah nya.
"Saya tau kok tante, ya sudah saya ke kamarnya Mira dulu yah, " pamit Adisty yang mulai masuk ke rumah Mira.
__ADS_1
Adisty saat ini tengah berjalan menuju kamar Mira yang letaknya berada di kamar atas, setelah sampai di sana Adisty langsung mengetuk pintu kamarnya Mira terlebih dahulu.
"Mira, " panggil Adisty.
"Masuk aja gak di kunci kok, " balas Mira.
Adisty pun langsung masuk ke rumah itu dan pergi ke samping Mira yang sedang melakukan lulur oleh beberapa orang.
"Cie yang udah mau nikah, " goda Adisty.
"Makannya kamu juga harus nyusul, " balas Mira sambil menatap Adisty yang saat ini berada di sampingnya.
"Iya nanti aku nyusul deh, " ucap Adisty yang memang pada kenyataannya ia akan menikah, namun entah kapan.
"Aku doakan semoga kamu cepetan nyusulnya, " balas Mira yang berharap Adisty segera menikah.
"Baiklah, aku akan mencari waktu yang tepat nanti, " ucap Adisty yang malah tidur di samping Mira kali ini.
Di tempat lain Raihan saat ini sedang bersama Max di rumahnya Max, Raihan sudah berhenti kerja di kantor nya Rossy karena ia di pecat yah walaupun ia tak di pecat ia akan tetap mengundurkan dirinya.
"Yah begitulah, aku bahagia namun sedikit takut, " balas Max yang otaknya terus saja memikirkan beberapa kemungkinan yang akan terjadi besok.
"Aku yakin kok, besok akan menjadi hari yang paling bersejarah dalam hidupmu. Akhirnya penantian kalian selama ini sudah akan terbayar, " ucap Raihan.
"Yah ini semua di karenakan kesabaran aku dan Mira pastinya, " balas Max yang memang ini semua butuh kesabaran dan kedewasaan.
"Setiap hubungan memang perlu hal seperti itu yah, andai saja dulu aku dan Adisty sama-sama dewasa mungkin perpisahan kita tak akan pernah terjadi, " ucap Raihan.
"Mungkin Tuhan melakukan itu untuk membuat kalian lebih dewasa dan belajar lebih lagi dalam menjalin sebuah hubungan, " balas Max yang memang percaya kalau itu terjadi berkat kehendak Tuhan.
"Yah aku juga selalu berpikiran seperti itu saat ini, " ujar Raihan sambil menegak wine yang sudah ia tuangkan ke gelas.
"Hari ini kamu gak bakalan ke rumahnya Mira? " tanya Raihan.
"Enggak, kata mereka aku di larang buat ketemu Mira untuk hari ini saja, " balas Max.
__ADS_1
"Ya sudah hari ini kau bersama ku aja di sini, menikmati dunia ini, " ucap Raihan yang sudah mulai kacau.
"Iya memang sepertinya itu adalah yang terbaik, " balas Max setuju.
Mereka berdua pergi dari kamar Max menuju televisi sambil mengambil game yang Max miliki, sudah lama mereka tak main Game bareng, jadi kali ini mereka memutuskan untuk bermain Game saja. Untuk menghabiskan hari ini dengan hal yang membuat mereka senang.
Di rumah Lily saat ini ia juga sedang bersiap-siap untuk ke rumahnya Mira karena ia juga ingin membantu Mira. Padahal sebenarnya kerjaan Adisty dan Lily di sana nanti pasti hanya makan.
Mana mungkin ia akan membantu orang yang sedang bekerja di sana, palingan juga numpang makan saja mereka di sana. Tapi walaupun begitu Mira senang mereka dapat datang ke rumahnya dan menemani dirinya di sana.
Jadi Mira tak merasa sendiri jika ada mereka, ia bisa bicara seberapa groginya dia saat ini.
Lily sudah sampai di depan halaman rumah Mira bersama dengan Liana, tadi Lily naik taksi ke sini. Karena ia malas membawa mobil sendiri hari ini, Lily berjalan menuju orang tuanya Mira yang berada di sana.
Sepertinya orang tua Mira sedang melihat dekorasi yang sudah hampir beres itu, " Maaf tante, Mira nya ada? " tanya Lily.
"Ada di kamar, Adisty juga ada di kamarnya Mira deh kayaknya, " balas ibunya Mira.
"Ya sudah tante saya ke kamarnya Mira dulu, " pamit Lily sambil pergi ke kamarnya Mira.
"Adisty lu kok ninggalin gue? " Lily yang baru datang langsung bicara seperti itu, membuat orang yang berada di kamarnya Mira langsung menatap Lily.
"Apaan sih luh? malu-maluin tau gak, " balas Adisty.
Lily langsung duduk di samping Adisty tanpa menampilkan wajah berdosa atau bersalahnya, ia langsung menyimpan Liana di kasus itu juga.
Adisty langsung saja mengambil Liana ia sudah rindu pada anak itu, " Sayang, nanti kalau udah besar jangan kayak ibumu yah, kayak aku aja, " ucap Adisty sambil menatap Liana.
"Mamah, " ucap Liana manis.
"Iya gak udah kayak mamah kamu, " balas Adisty.
Liana pun tertawa mendengar ucapan Adisty seakan-akan ia mengerti apa yang Adisty ucapan padahal kan ia gak ngerti sama sekali.
"Dianya ngerti, " ucap Mira sambil ikut tertawa.
__ADS_1
"Ternyata anakmu lebih pintar dari ibunya, " balas Adisty yang ikut tertawa menertawakan Lily.