Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Keberangkatan Ke Amerika


__ADS_3

Hari sudah mulai pagi dan saat ini Adisty sedang membereskan pakaiannya, ia menuruti apa yang ayahnya katakan padanya. Yaitu pergi ke Amerika untuk meneruskan pekerjaan ayahnya di sana, sebenarnya berat tapi ia juga harus melupakan Raihan kali ini.


Di tempat lain Raihan belum tau soal itu dan sejujurnya ia tidak mau tau lagi soal itu, Raihan sudah kesal pada Adisty yang dengan mudahnya mengakhiri semua ini padahal untuk sampai saat ini itu bukanlah hal yang mudah dan gampang.


Semua yang telah mereka lalui adalah perjuangan yang amat sangat panjang, Raihan beranggapan Adisty bukanlah orang yang bisa menghargai sebuah hubungan dengan baik.


Sedangkan Adisty beranggapan kalau Raihan tidak pernah mau mengerti dirinya, padahal ia sudah sering mengalah dan mengerti apapun kondisinya Raihan.


"Lu gak ke bandara? " tanya Alya pada Raihan.


"Gak, " balas Raihan.


Alya tau akan kandasnya hubungan Raihan dari Raihan nya sendiri, sedangkan keberangkatan Adisty ia tau dari Max yang tadi berbicara dengan Raihan akan hal itu.


Di tempat lain Adisty sedang berpamitan pada Mira, Max, Andra dan Lily. Mereka sedang menyangkan keputusan Adisty saat ini, padahal Adisty adalah orang yang tidak gampang memutuskan hubungan selama ini.


"Kamu yakin sama keputusan kamu? " tanya Lily sambil menatap matanya Adisty.


"Aku udah yakin sama keputusan ku kok, lagian Raihan juga gak ngelarang aku buat pergi kan. Pasti dia lagi asik sama selingkuhan sekarang ini, " balas Adisty.


Adisty tadi tidak sengaja mendengar kalau saat ini Raihan sedang bersama dengan Alya, orang yang malam itu bersama dengan Raihan. Dan itu malah membuat keputusan Adisty semakin bulat, ia rasa ia tidak salah mengambil keputusan itu saat ini.


"Makasih yah selama ini kalian udah mau jadi sahabat terbaik ku, nanti aku juga akan main ke sini, " ucap Adisty sambil memeluk Lily, rasanya memang berat, tapi ini memang harus ia lakukan.


"Kenapa sih harus sekarang? padahal aku pengen banget main sama kamu terus, " ucap Mira yang merasa berat juga harus di tinggal Adisty.

__ADS_1


"Kamu kan masih punya banyak teman, " balas Adisty yang saat ini bergantian memeluk Mira.


"Adisty cepetan udah mau berangkat tuh, " panggil ibunya yang memberitahukan kalau pesawat nya akan segera berangkat.


"Ya udah aku pergi duku yah, " pamit Adisty.


"Dis, " panggil Max.


"Oh iya gue lupa pamitan sama luh, Max makasih yah untuk semua yang pernah lu lakuin untuk gue. Semuanya sangat berarti untuk hidup gue, " ucap Adisty sambil menegang tangan Max.


"Jangan lama-lama yah di sananya, nanti kita rindu lagi, " balas Max, bagaimana pun Max sudah menganggap Adisty sebagai Adiknya sendiri.


"Iya nanti kalau ada waktu aku main ke Indonesia lagi kok kalian tenang aja, " ucap Adisty sambil tersenyum, menahan semua kesedihannya.


"Ya udah aku pergi dulu yah, " Adisty melambaikan tangannya lalu pergi dari sana.


"Makasih udah hadir dalam hidup gue, " gumam Raihan yang rupanya pria itu ada di sana bersama dengan Alya.


Alya tau kalau Raihan sangat mencintai gadis itu, benar-benar sangat mencintainya. Walaupun Raihan menutupi semua ini darinya tapi Alya sangat yakin kalau Raihan saat ini sedang sedih karena kepergian Adisty.


"Pulang yuk, " ajak Alya, ia rasa Adisty juga sudah pergi tak ada lagi yang perlu ia lihat sekarang ini.


"Yuk, " setuju Raihan, ia datang ke sini hanya untuk melihat Adisty untuk yang terakhir kalinya lagi. Tapi itu hanya kemungkinan kita tidak tau kan bagaimana takdir akan bekerja.


Di tempat lain sahabatnya Adisty sedang berjalan menuju parkiran untuk pulang, " Aku gak nyangka dengan keputusan Adisty yang aku rasa terlalu terburu-buru, " ucap Lily yang masih tidak yakin dengan semua ini.

__ADS_1


"Tapi aku yakin apa yang Adisty pilih adalah keputusan terbaik menurutnya, " Mira malah setuju dengan apa yang Adisty ambil.


"Yah kita tidak tau bagaimana cara anak itu berpikir, kadang dewasa tapi kadang juga kayak anak kecil, " balas Max.


"Gue rasa Raihan juga salah besar di sini, padahal ini adalah hari terakhir Adisty di Indonesia untuk saat ini. Tapi Raihan gak punya niatan untuk bertemu dengannya gitu, walaupun Raihan kecewa karena keputusan Adisty tapi setidaknya Adisty sudah banyak memberi warna di hidupnya, " Andra merasa Raihan tak datang itu adalah salah.


"Iya juga sih, semarah apapun dia seharusnya ia tetap datang, " setuju Lily.


"Entahlah aku juga gak tau kenapa Raihan kayak gini sekarang, " ujar Max yang tidak tau harus apa untuk saat ini.


Sementara itu di tempat lain Raihan sedang berada di kamarnya, ia menyesal kenapa tadi ia tidak menemui Adisty saja dan kembali menjelaskan semua yang telah terjadi. Malam itu ia terlalu terbawa suasana bersama dengan Alya, ia juga tidak mengerti kenapa ia malah memeluk Alya.


Padahal ia paling anti sama perempuan selain Adisty dan juga ibunya, tapi untuk saat ini tidak ada gunanya Raihan menyesali semua ini karena ini sudah terlambat. Umurnya memang masih sangat muda jadi tidak papa lah kalau dirinya batal nikah tahun ini.


Raihan saat ini jadi punya tujuan ingin menikah nanti saja saat umurnya menginjak 27 tahun saja, sedangkan saat ini umurnya masih 21 tahun dan itu masih sangat muda bagi pria.


Di tempat lain Adisty sudah berada di pesawat ia sedang menatap pemandangan luar sambil tanpa sadar menjatuhkan air matanya, " Aku tak tau apakah keputusan ku benar atau salah, tapi aku kali ini hanya butuh waktu, " gumamnya dalam hati.


"Ini mungkin adalah keputusan ku untuk kembali memulai hidup yang baru di negara lain, aku memang ditakdirkan bukan di sini mungkin yah? " gumamnya kembali.


Adisty mulai mengikhlaskan apa yang terjadi saat ini, ia tau apa yang ia lakukan memang sudah menjadi keputusannya dan itu tidak baik ia sesali, ia tidak mau menutup hatinya untuk siapapun yang mau bersamanya nanti.


Tapi ia tidak mau kembali terburu-buru mengambil semua keputusan dalam menjalani hidupnya, ia tau ini juga berakhir karena dirinya yang masih belum dewasa dalam menyikapi semua permasalah itu.


Beberapa jam berlalu akhirnya ia sampai di New York Amerika Serikat, ia berjalan ke sebuah apartemen yang sudah ayahnya belikan untuk dirinya di Amerika. Ayahnya juga mengenalkan Adisty pada seorang pria yang katanya adalah anak dari teman ayahnya.

__ADS_1


"Hay, kamu yang namanya Adisty kan? " tanya seorang pria yang sudah berada di samping pintu masuk apartemen nya, pria itu sudah menunggu Adisty dari tadi.


"Yah, aku Adisty dan kamu Kelvin kan? " Adisty sudah di beritahu ayahnya kalau Kelvin akan menunggu dirinya di depan apartemen.


__ADS_2