
Hari sudah mulai pagi dan pada pagi ini Max dan Mira kembali pergi untuk membeli cincin pernikahan dan beberapa pakaian yang akan mereka berikan pada orang terdekatnya. Karena mereka ingin orang tua dan sahabat mereka menggunakan pakaian yang seragam.
"Yuk berangkat? " ajak Max yang sudah berada di halaman rumahnya Mira.
Mira masuk ke dalam mobil Max mereka berdua pun langsung menuju tempat yang ingin mereka datangi. Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di toko perhiasan yang berada tak jauh dari rumahnya Mira.
Mereka sudah berada di dalam toko tersebut sedang memilih cincin dan perhiasan mana yang akan mereka beli untuk acara pernikahan mereka.
"Kamu mau yang mana? " tanya Max sambil melihat-lihat perhiasan yang berada di sana.
"Sebentar yang, aku lagi bingung nih, " ucap Mira yang rupanya sedang kebingungan.
Di tempat lain Adisty dan Kelvin saat ini sedang membeli cincin pertunangan mereka di sebuah toko perhiasan yang berada di salah satu Mall di Jakarta.
"Kamu mau cincin yang mana? " tanya Kelvin sambil menatap Adisty.
"Sebentar sayang aku lagi liat-liat dulu cincinnya, soalnya bagus-bagus. Aku jadi gak bisa milih satu cincin, " balas Adisty yang masih kebingungan.
"Ya udah beli semuanya aja kalau bingung, " ucap Kelvin sambil tertawa.
Adisty langsung menatap Kelvin, " Yang bener aja mau di beli semuanya, " balas Adisty.
"Ya kalau kamu mau kenapa enggak, " ucap Kelvin tak main-main.
"Udah ah kamu ini gak usah bercanda deh, aku kan lagi bingung. Suka jadi tambah bingung tau gak, " balas Adisty yang merasa menjadi tambah bingung.
"Aku gak main-main sayang, beneran kalau mau beli aja semua yang kamu suka, " ucap Kelvin meyakinkan ucapannya pada Adisty.
"Terus nanti cincinnya aku pakai semua di tangan gitu? " tanya Adisty sambil mengangkat kedua tangannya.
"Ya enggak gitu juga kali, yah maksud aku itu kamu beli cincin banyak terus kamu simpan aja yang lainnya di kamar mu. Yang di pakai waktu tunangan satu aja, " balas Kelvin.
__ADS_1
"Tapi aku maunya di pakai semua gimana tuh? " tanya Adisty sambil mengerutkan keningnya.
"Ah ya udah kalau gitu kamu pilih satu aja, " Kelvin akhirnya meminta Adisty untuk memilih satu cincin saja.
"Dari tadi juga aku lagi milih satu cincin sayang, " balas Adisty.
Setelah beberapa menit berlalu akhirnya mereka sudah mendapatkan cincin yang mereka inginkan, saat ini mereka sedang mencari baju untuk hari pertunangan mereka.
Kelvin awalnya meminta Adisty membeli baju di butik tapi Adisty menolaknya, ia ingin membeli baju di mall saja karena harga bajunya juga kalau di mall akan lebih murah. Itulah yang ada di pikirannya Adisty, padahal banyak juga baju yang lebih mahal di mall daripada di butik.
"Mau cari baju ke mana? " tanya Kelvin yang saat ini sedang menggandeng Adisty.
"Ke toko yang berada di sana yuk, " Adisty menunjuk salah satu toko yang berada di depannya saat ini.
Mereka saat ini berada di lantai dua mall dan Adisty pergi ke salah satu toko yang menjual merek terkenal yaitu merek chanel.
"Katanya gak mau pergi ke butik karena malah, tapi kok sekarang malah ke sini? " tanya Kelvin.
"Ya iya lah, " balas Kelvin sambil tertawa.
"Oh jadi gitu yah, tapi aku denger sih katanya kan di butik itu mahal, aku pikir lebih mahal dari chanel, " ucap Adisty yang baru tau.
"Ya kalau butik di Indonesia sih kayaknya lebih murah dari chanel, tau kalo di luar negeri. Tapi itu setau aku yah, " balas Kelvin yang sudah lumayan tau tentang Indonesia.
"Karena aku udah tanggung ada di sini, jadi belinya di sini aja lah, " ucap Adisty yang menarik tangan Kelvin untuk masuk ke toko itu.
"Ya udah kamu pilih baju sana, aku tunggu di sini yah, " ucap Kelvin sambil duduk di kursi yang tersedia di sana.
Adisty di antar oleh salah satu penjaga toko itu untuk melihat-lihat dress yang akan ia beli kali ini.
"Untuk acara apa yah mba? " tanya penjaga toko wanita sambil mengantar Adisty mencari-cari pakaian.
__ADS_1
"Saya mau tunangan mba, " balas Adisty sambil menatap penjaga itu.
"Oh mari saya antar ke salah satu dress yang seperti nya cocok untuk mba, " penjaga itu berjalan mendahului Adisty untuk menunjukkan dress terbaik yang mereka punya.
Beberapa menit kemudian akhirnya Adisty selesai membeli dress namun dengan beberapa temannya. Adisty memang wanita yang suka belanja saat ini, dulu ia tak tau dengan hal yang seperti itu atau lebih tepatnya tak mau tau.
Sekarang dunia sudah berputar jadi Adisty sudah mulai suka dengan belanja apalagi barang-barang yang harganya cukup mahal, tapi tenang saja Adisty tetap bukan wanita yang terlalu gila harta.
Mereka saat ini sedang makan di salah satu kafe yang juga berada di mall tersebut, kafe itu berada di lantai 3 mall ini.
"Kamu mau balik lagi ke Amerika? " tanya Adisty sambil memakan hamburger.
"Iya, besok aku mau pulang dulu ke Amerika sama orang tuaku, tapi hari Jum'at aku pulang lagi kok ke Indonesia, " balas Kelvin yang juga sedang makan.
"Jangan lama-lama napa, " ucap Adisty yang kesal Kelvin selalu meninggalkannya.
"Ini juga kan demi kamu sayang, perusahaan yang aku urus di sana juga perusahaan ayah mu, " Kelvin kembali menjelaskan bahwa dirinya ke Amerika juga demi Adisty.
"Gimana kalau aku ngomong aja sama papah kalau kamu untuk minggu ini aja, gak udah ke sana. Gimana? " tanya Adisty.
"Sayang gak usah yah, aku gak papa kok, " balas Kelvin sambil memegang tangan kiri Adisty.
"Aku tau kamu gak papa, tapi aku yang kenapa-napa, " ucap Adisty ketus.
"Hey jangan gitu dong, aku cuman bakalan pergi beberapa hari kok sayang, " balas Kelvin.
"Iya deh iya, silahkan aja kalau mau pergi, " Adisty akhirnya mengiyakan ucapan Kelvin.
Di tempat lain Raihan baru saja mendapat kabar bahwa pertunangan dirinya dan Rossy akan di percepat menjadi minggu depan, yaitu bertepatan dengan pertunangan Adisty.
Namun pertunangan Raihan akan di adakan secara tertutup dan hanya keluarga yang datang, Raihan juga tak mau memberi tahu sahabatnya akan pertunangan mereka. Niatnya sih Raihan hanya ingin sahabatnya tau nanti saja kalau dirinya menikah dengan Rossy.
__ADS_1
Di hatinya yang paling dalam entah kenapa Raihan masih saja berharap kalau Adisty akan menjadi miliknya, jika pikiran itu kembali datang ke otaknya, Raihan selalu langsung menepis nya. Agar dirinya tak terlalu berharap dan mencoba untuk mencintai Rossy.