Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Rumah Sakit


__ADS_3

Setelah beberapa menit berlalu tiba-tiba tubuhnya Adisty mendadak melemah dan pusing, ia bahkan saat ini menyenderkan kepalanya ke pundaknya Raihan.


"Kamu kenapa? " tanya Raihan khawatir.


"Kepala aku mendadak pusing, " balas Adisty sambil memegang kepalanya.


"Yang benar saja, kenapa kamu gak bilang dari tadi kalau kamu pusing, " ucap Max khawatir.


"Tapi aku baru merasakan pusing ini barusan aja, " balas Adisty lemah.


"Baiklah sekarang kita ke rumah sakit, " Raihan langsung membawa Adisty masuk ke dalam mobilnya dan Max juga masuk ke mobilnya sendiri.


Raihan pergi menuju rumah sakit terdekat Max pun menyusulnya namun sebelum pergi ke rumah sakit Max menyampaikan terlebih dahulu kabar ini pada Mira dan yang lainnya.


Agar mereka saat ini pergi ke rumah sakit untuk menyusul Max dan yang lainnya.


Beberapa menit kemudian Raihan dan Max pun sampai di rumah sakit, dengan keadaan basah kuyup mereka langsung memanggil suster yang sedang berada di sana. Salah satu susternya langsung membawa Adisty ke ruang UGD untuk di periksa.


Raihan dan Max menunggu Adisty di luar ruangan UGD dengan keadaan yang panik dan sangat khawatir dengan kondisi Adisty saat ini, namun mereka berdua saling menenangkan dan mencoba untuk berpikir positif saja.


Tak lama kemudian Mira dan yang lainnya datang ke sana, lalu mereka dikagetkan dengan adanya Raihan di sana, tadi saat di telpon Max lupa memberitahu kalau Raihan juga ada di sini dan membatalkan semua acaranya bersama dengan Rossy.


"Kok dia ada di sini sih? " tanya Lily sambil menatap Max, meminta jawaban pada Max.


"Tadi yang pertama nemuin Adisty juga dia, " balas Max malas.


"Iya tapi kenapa? " tanya Lily yang pertanyaannya belum Max jawab.


"Ya karena dia khawatir juga sama Adisty, " balas Max acuh.


"Terus peruntungannya? " tanya Lily.


"Kamu tanya sama orangnya langsung aja napa? kan dia juga ada di sini, " balas Max yang malas menjawab pertanyaan Lily lagi.


"Oh iya aku lupa, " ucap Lily sambil menepuk keningnya sendiri.


"Kamu batal tunangan? " tanya Lily sambil menatap Raihan dan meminta jawaban atas semua ini.


"Iyah, " balas Raihan singkat.

__ADS_1


"Kenapa? " tanya Lily kembali.


"Tadi kan udah di jawab sama Max, " balas Raihan yang merasa jawabannya akan sama dengan apa yang Max katakan tadi.


"Ah kalian mah gak asik, " kesal Lily yang langsung duduk di samping Raihan, ia kesal karena keduanya hanya menjawab pertanyaan dirinya dengan seadanya saja.


Mereka berdua memang tak ada niatan menceritakan apa yang terjadi, yah memang seharusnya Lily tak berharap lebih dari mereka, apalagi dari Raihan diakan mantan kulkas berjalan.


"Kamu tunggu Adisty bangun aja, " ucap Andra yang kini duduk di sebelah Lily.


"Iya, " balas Lily singkat.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya dokter yang memeriksa Adisty pun keluar dan membicarakan kondisi Adisty yang baik-baik saja, ia hanya kelelahan dan kedinginan saja. Saat ini juga Adisty sudah bisa di jenguk yah walaupun Adisty nya belum bangun.


"Sayang kamu gak mau ganti baju dulu? nanti masuk angin loh, " tanya Mira sambil menatap Max.


"Nanti yah sayang setelah aku liat Adisty, kita nanti pulang dulu untuk ganti baju. Lalu setelah itu kita kembali lagi dan bawakan baju untuk Raihan, aku yakin anak itu pasti tak mau pulang, " balas Max.


"Baiklah, " setuju Mira sambil ikut masuk ke ruangan Adisty yang kini sudah di pindahkan ke ruang rawat.


Raihan duduk di samping Adisty sambil memegang tangannya Adisty dengan erat, seperti benar-benar tak mau kehilangan Adisty kembali, " Adisty aku kali ini tak akan melepaskan mu kembali, " ucap Raihan sepenuh hati.


"Jika itu benar terjadi, itu akan menjadi contoh kata kalau jodoh memang tak akan kemana, " balas Andra yang juga senang jika itu memang terjadi.


Adisty perlahan-lahan membuka matanya, lalu orang yang pertama kali ia lihat adalah Raihan. Raihan tersenyum melihat Adisty yang akhirnya kini sudah bangun dan membuka matanya.


"Aku dimana? " tanya Adisty sambil memperhatikan sekeliling tempatnya.


"Kamu di rumah sakit, " balas Raihan yang terus memegang tangannya Adisty.


"Kalian ada di sini juga? " tanya Adisty yang baru sadar akan kehadiran sahabatnya.


"Ya iyalah kita tuh khawatir tau gak, bisa gak sih kalau kecewa itu jangan pergi atau kabur dari rumah, " balas Lily kesal pada Adisty karena telah membuat dirinya khawatir.


"Maaf, " ucap Adisty sambil menampilkan wajah bersalahnya.


"Kali ini gue maafin tapi awas aja lu kayak gini, gue gak mau nyariin luh ah, " balas Lily masih ketus.


"Lu mah orang sakit malah di marahin, " ujar Raihan sambil menatap Lily.

__ADS_1


"Hey mon maaf yah, dia udah bikin gue hampir jantungan nyariin nya, " balas Lily sambil menatap tajam kepada Raihan.


"Lu takut yah kalau lagi marah, " timpa Max yang merasa Lily menakutkan kalau lagi marah.


"Wah bukan lagi, " ujar Andra sambil tersenyum.


"Dih, " balas Lily sambil memalingkan tatapannya.


"Adisty aku sama Mira pamit pulang dulu yah, mau ganti baju dulu nanti aku ke sini lagi, " pamit Max pada Adisty.


"Kalian kalau gak mau kesini lagi juga gak papa kok, aku udah baik-baik aja kok sekarang, " balas Adisty.


"Gak papa nanti sore aku ke sini lagi, " kekeh Mira yang akan tetap ke sini.


"Ya udah kalau emang kamu mau, " balas Adisty.


"Ya udah kita pamit dulu yah, " pamit Max sekali lagi sambil berjalan keluar dari ruangan itu bersama dengan Mira.


"Kamu gak ganti baju? " tanya Adisty sambil menatap Raihan.


Raihan kini sudah melepaskan tangannya Adisty, " Aku gak bisa tinggalin kamu, " balas Raihan yang tak mau meninggalkan Adisty.


"Tapi nanti kamu masuk angin, terus sakit. Kalau kamu sakit siapa yang jagain aku? " canda Adisty hanya agar Raihan berganti pakaian saja.


"Iya kalau lu mau pulang, pulang aja dulu. Adisty biar gue yang jagain sama Andra, sampai lu datang lagi ke sini, " ucap Lily yang menyuruh Raihan untuk pulang dulu.


"Gak papa kok nanti juga kering sendiri, " Raihan tetap tak mau pulang, ia ingin tetap berada di sini.


"Ih dasar batu, " umpat Lily yang kembali melihat Raihan keras kepala seperti batu.


"Tadi kita juga udah bilang sama orang tuamu, " ucap Andra yang saat ini sedang duduk bersama Lily di sofa yang berada di sisi kanan ruangan ini.


"Mereka mau ke sini? " tanya Adisty sambil menatap mereka berdua.


"Katanya sih iya, " balas Andra.


"Kapan? " tanya Adisty kembali.


"Ya gak tau lah, " balas Andra kembali, " Tadi mereka cuman bilang mau ke sini aja, mereka gak bilang kapannya, " sambung Andra.

__ADS_1


__ADS_2