
Hari sudah kembali berlalu dan di rumah Adisty saat ini sedang ribut karena semua keluarga Adisty saat ini ada di sana, mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke Bali.
Berbeda dengan Adisty ia malah terlihat santai, saat ini Adisty sedang duduk di sofa sambil ngemil dan nonton TV.
"Kamu udah siap-siap? " tanya tantenya Adisty saat melihat Adisty malah santai-santai di depan TV.
"Udah, sama bibi di beresin, " balas Adisty sambil menatap ke arah tantenya.
"Oh, semuanya? " tanya tantenya lagi.
"Ya iyalah semuanya lah, " balas Adisty.
"Ya udah, " tantenya Adisty kembali melanjutkan aktivitasnya.
Sedangkan Adisty melanjutkan menonton televisinya, ia malas beres-beres jadi ia meminta pembantu rumah tangganya untuk membereskan semua kebutuhan Adisty, di bantu oleh ibunya Adisty juga.
Setelah beberapa waktu berlalu para sahabatnya Adisty saat ini sudah berada di rumahnya Adisty, di rumah itu kini semakin ramai saja, tapi semuanya sudah mulai selesai beres-beresnya.
"Kita berangkatnya kapan? " tanya Max.
"Kita tunggu keluarga Raihan dulu, " balas Adisty.
"Emangnya mereka belum datang? " tanya Mira.
"Belum, tadi sih Raihan bilang sebentar lagi berangkat. Katanya belum selesai semua, " balas Adisty acuh.
"Oh, Kira-kira jam berapa berangkat ke Bali? " tanya Mira.
"Nanti siang, jadi kan pernikahan ku jadinya hari senin soalnya waktunya melet kalau besok, perjalanan kita kan jauh, " balas Adisty.
Kebetulan Max dan Andra juga meminta cuti dari kantornya dua hari dan mereka di ijinkan untuk cuti hari itu.
"Oh gitu yah, " ujar Lily sambil menganggukkan kepalanya.
"Terus kita jadi naik mobil bokap luh? " tanya Max.
__ADS_1
"Iya tapi mobilnya mobil bus kecil, yang nyetir mobilnya juga anak buah bokap. Takutnya kalian capek kalau kalian di suruh nyetir, " balas Adisty.
"Mobil yang mana? " tanya Andra.
"Bukan punya bokap sih mobilnya juga, tapi punya temennya bokap, " balas Adisty yang sebenarnya mobil itu bukan milik ayahnya melainkan milik teman ayahnya.
"Oh, " ucap Mereka mengerti.
Di luar rumah terdengar sepertinya keluarga Raihan dan Raihan sudah sampai di sana, mereka sudah di sambut hangat oleh keluarga Adisty yang berada di luar rumah.
"Kayaknya Raihan udah datang deh, " ujar Lily sambil melihat ke arah luar.
"Ya udah aku ke depan dulu yah, " Adisty pergi ke arah depan untuk menyambut Raihan.
"Hay sayang, " sapa Raihan sambil merangkul Adisty.
"Masuk yuk, " Adisty membawa Raihan masuk dan duduk bersama dengan yang lainnya di sofa.
Sementara keluarga Raihan sedang memasukan barang-barang mereka ke dalam bus, awalnya mereka berniat untuk naik kereta saja biar cepat tapi Adisty tak mau naik kereta. Katanya sih ia suka mual kalau naik kereta.
"Kayaknya dia udah gak tahan nih, " ledek Max.
"Iya udah mau sama kayak kita aja, " timpa Lily sambil ikut tersenyum.
"Kalian tuh bicara apa sih? " tanya Raihan dok tak mengerti dengan apa yang sahabatnya katakan.
"Gak usah pura-pura **** deh, nanti **** beneran tau rasa luh, " balas Max.
"Ya jangan lah, kalau nanti gue **** anak gue siapa yang ngajar dong, " ucap Raihan yang tak mau ****.
"Ya guru lah, " balas mereka serentak sambil menatap Raihan.
"Ya ampun bisa biasa aja gak ngingetin nya sampai kaget saya, " ucap Raihan sambil menegang dadanya.
"Tau ah, " balas mereka yang kembali berbarengan.
__ADS_1
"Sayang cepetan masuk ke mobil, kita udah mau berangkat, " titah ibunya Adisty dari luar rumah.
Mereka yang berada di sana pun langsung berdiri dan mengambil tas mereka lalu pergi ke luar, mereka langsung naik bus yang akan mereka pakai untuk pergi ke Bali. Di bis itu hanya ada Lily, Andra, Max, Mira, Adisty, Raihan dan supir saja.
Adisty meminta kendaraan khusus untuk dirinya dan teman-temannya, ia tak mau di satukan dengan mereka yang berada di bis yang satunya, itu akan sangat berisik.
Bus mereka sudah mulai menyalakan mesinnya lalu menjalankan mobil itu, selama perjalanan di Bis Adisty sangat tenang dan sunyi Adisty memilih duduk berdampingan di belakang, sedangkan Lily dan Andra di tengah.
Lalu Mira dan Max berada di depan di dekat supir, tapi tenang saja supir tak bisa melihat keadaan di belakang karena di tutup, mobil ini sudah banyak di modifikasi oleh pemiliknya.
"Sayang aku lapar, " ucap Lily pada Andra.
"Di tas mu kan ada banyak makanan, " sebelum pergi Lily dan Andra membeli beberapa makanan ringan di supermarket untuk dirinya dan juga untuk Liana.
Lily menyuruh Andra untuk memegang Liana terlebih dahulu, sedangkan Lily saat ini sedang makan-makanan ringan yang tadi ia beli. Padahal sebelum berangkat tadi Lily sudah makan banyak sekali, tapi kali ini ia malah lapar lagi.
Di meja kursi belakang Adisty sedang tidur di pangkuan Raihan, namun ia tak benar-benar tidur saat ini, ia hanya menyenderkan kepalanya ke pundaknya Raihan saja.
"Sayang malam ini kayaknya kita bakalan menghasilkan waktu di mobil deh, " ucap Adisty pelan mungkin saja suara nya barusan hanya bisa Raihan dengan karena memang berada di sampingnya Adisty.
"Ya memang sepertinya kita bakalan tidur di mobil malam ini, " balas Raihan.
"Aku senang kita akhirnya kembali bersama, " ucap Adisty senang.
"Apalagi aku, sedari dulu aku yakin kalau kita akan terus bersama sampai kapanpun, " balas Raihan.
"Sekarang aku percaya dengan ucapan mu, semakin hari semuanya pun sudah mulai kembali dan mungkin saja sudah bertambah lagi melebihi rasaku yang dulu, " ucap Adisty.
"Rasa kita kini telah kembali menyatu, kita harus meneruskan apa yang seharusnya kita teruskan dulu, " balas Raihan sambil mengecup kening Adisty hangat.
"Aku sangat senang mendengarnya, semoga saja perjuangan kita selama ini tak sia-sia, " ucap Adisty yang sudah semakin nyaman dengan posisinya saat ini.
Di depan Mira dan Max sudah mulai tertidur, mereka akan tidur siang ini agar nanti malam mereka bisa bangun dan melihat indahnya kota di malam hari.
Terkadang memperbaiki itu ada bagusnya, yah walaupun ada banyak juga yang gagal ketika kita kembali memperbaiki sesuatu, yah bagaikan barang saja, kita bisa memperbaikinya sampai bagus kembali tapi ada kalanya ketika kita memperbaiki barang itu maka barangnya akan tambah rusak.
__ADS_1
Dan pada sekarang ini memperbaiki semuanya adalah jalan yang terbaik dan butuh di coba, kita harus dapat mengambil sesuatu yang beresiko untuk tau jawabannya. Jadi kita harus mencoba tanpa harus takut gagal, karena apapun butuh resiko.