
"Rossy aku tau bahagia perasaan mu saat ini, aku juga sedang merasakannya. Dunia seakan-akan tak mau kita bahagia, dunia hanya ingin melihat kita menderita, tapi kita harus lihat dari sisi lain jika kita ingin menemukan maksud sebenarnya dari dunia kenapa memperlakukan kita seperti ini, " jelas Adisty sambil menatap Rossy.
"Ya kamu enak masih ada Raihan yang siap menjaga mu dan bahkan sampai meninggalkan ku, " balas Rossy yang masih merasa Adisty lebih baik darinya.
"Kamu harus tau kedua orang tuamu pun mengkhawatirkan kondisi kamu, mereka sayang sayang sama kamu, mereka cinta kamu. Apakah itu belum cukup? " tanya Adisty.
"Tapi tetap saja kamu punya Raihan, karena yang ku butuhkan saat ini Raihan bukan orang tuaku, " balas Rossy.
"Aku saat ini juga kalau di bicarakan gak Raihan kok, aku butuh Kelvin. Tapi sayangnya dia malah seperti itu padaku, kita sama saja, " ucap Adisty.
Setelah di pikir-pikir ternyata apa yang di ucapkan Adisty memang benar, Adisty pun sama kehilangannya dengan Rossy. Namun dengan cara yang berbeda, " Dulu aku pernah bilang pada seseorang, kalau hidup tuh bukan hanya sekedar tentang cinta seorang kekasih. Tapi kita masih punya cinta seorang sahabat dan juga keluarga, " lanjut Adisty.
"Makasih yah udah buat aku sadar kalau aku tak harus melakukan hal ini hanya karena Raihan, " balas Rossy sambil menghapus air matanya.
"Bagus deh kalau kamu ngerti dengan ucapan ku saat ini, pokoknya sekarang kita harus berjuang untuk kembali mendapatkan orang yang benar-benar pas untuk kita, " ucap Adisty menyemangati Rossy.
"Kamu bakal balikan sama Raihan? " tanya Rossy.
"Aku gak tau, karena aku saat ini masih belum punya rasa apapun lagi pada Raihan, " balas Adisty, ia hanya belum menyadarinya saja.
"Baiklah aku pun saat ini tak akan mengurus hidupku hanya dengan cinta, " ucap Rossy yang kembali bersemangat.
"Terkadang Tuhan melakukan ini untuk memperlihatkan bagaimana hati pasangan kita sebelum semuanya terlambat, terkadang pasangan yang menurut kita jahat dan kotor belum tentu untuk orang lain juga seperti itu. Mungkin saja untuk orang lain dia adalah orang yang paling baik dan pengertian, " balas Adisty menyampaikan pendapatnya sendiri.
"Yah mungkin Raihan memang bukan yang terbaik untukku, tapi dia yang terbaik untukmu, " Rossy mengerti apa yang Adisty bicarakan.
"Yah seperti itu, " balas Adisty kembali.
"Udah yah jangan sedih-sedih mulu, kita sekarang bahagia aja, lepasin apa yang memang membuat kita susah, apalagi hanya karena pria, " sambung Adisty.
"Iya, " balas Rossy.
"Ya sudah aku ke luar dulu yah, kamu istirahat aja tapi jangan lupa makannya, " ucap Adisty sebelum pergi dari kamar itu.
Di luar semua orang langsung menyerbu Adisty dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam, bahkan Raihan bertanya apakah Adisty baik-baik saja, pria itu masih takut Adisty di lukai oleh Rossy.
"Aku gak papa kok, " balas Adisty sambil menatap Raihan.
__ADS_1
"Tante, Om, Rossy lagi tidur sekarang, dia udah gak papa kok, " ucap Adisty pada kedua orang tua Rossy.
"Makasih yah sayang, " balas ibunya Rossy.
"Baiklah kalau gitu kita mau pulang dulu, " pamit Raihan.
Mereka berempat pun langsung pulang namun saat mereka sampai di depan mobil Max menarik tangannya Adisty sampai Adisty menjadi menghadap ke arah Max.
"Apa sih? " tanya Adisty sambil menatap sinis Max.
"Gue nanya juga dari tadi gak di jawab-jawab lu mah, " balas Max.
"Ya udah nanti aja di rumah aku ceritanya, " ucap Adisty yang malas bicara di sini pada Max dan yang lainnya.
"Iya lu mah aneh deh, " Raihan melepaskan tangannya Max yang memegang Adisty, lalu menyuruh Adisty untuk masuk ke mobilnya.
Mereka saat ini sudah memajukan mobilnya dan pergi ke rumah Adisty, di dalam mobil Adisty dan Raihan terus saja mengobrol mereka berdua benar-benar tak kehabisan topik pembicaraan untuk mengobrol.
"Hari selasa ke pernikahan Max saya aku aja yah, " ucap Raihan.
"Ya udah kamu hari selasa tampil yang cantik yah, biar pengantinnya kalah sama kamu, " ucap Raihan bercanda.
"Gak boleh kek gitu lah, pengantin dimana harus lebih cantik, " balas Adisty sambil tersenyum.
"Tapi menurut aku kamu masih jauh lebih cantik di bandingkan siapapun, " gombal Raihan.
"Ih jangan ngegombal deh, " balas Adisty sambil memukul lengan Raihan.
"Emang kenyataan kayak gitu kok, " ucap Raihan menyakinkan Adisty kalau apa yang ia ucapkan memang kenyataannya.
"Udah ah, " balas Adisty.
Di mobil Max saat ini mereka juga sedang membicarakan hari pernikahan mereka yang akan di adakan hari selasa mendatang, semua persiapan sudah hampir beres.
"Kamu gak punya selingkuhan kan? " tanya Mira sambil menatap Max penuh selidik.
"Ya enggak lah, satu aja udah cukup kok aku mah, " balas Max yang menentang ucapan Mira.
__ADS_1
"Ya kali aja, soalnya hari ini bener-bener buat aku kebingungan tau. Banyak banget kejadian yang menurut aku sangat-sangat mendadak, " ucap Mira yang benar-benar lelah dengan apa yang terjadi hari ini.
"Iya kayaknya mereka memang beneran berjodoh deh, " kini Max beneran yakin kalau Raihan dan Adisty memang ditakdirkan untuk bersama.
"Aku juga beranggapan seperti itu, " balas Mira yang juga satu pendapat dengan Max.
"Tapi kita sekarang harus buat Adisty kembali mencintai Raihan, kan sekarang Adisty masih belum punya rasa apapun lagi nih sama Raihan, " usul Max.
"Iya kayak kita harus mendekatkan mereka lagi deh, ah kita akhirnya kembali bersama tanpa melibatkan orang lain lagi, " balas Mira setuju.
"Aku jadi inget dulu pas Adisty sama Raihan pedekate, " ucap Max yang malah mengingat masa lalu saat Adisty dan Raihan dulu masih saling mendekatkan.
"Iya, " balas Mira.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di rumah Adisty, mereka langsung masuk dan duduk di sofa yang berada di ruang tamu. Keadaan di luar rumah Adisty masih berantakan karena semua dekorasi sedang di copot, Adisty menatap itu dengan rasa yang masih terasa sedih.
"Ternyata kalian udah nyampe? " tanya ibunya Adisty yang ikut duduk bersama dengan mereka.
"Iya tante, tadi kita abis ada perlu dulu, " balas Raihan.
"Ya sudah kalian istirahat dulu saja di sini, tante mau ambilkan kalian makanan dan minumannya, " ucap ibunya Adisty sambil kembali pergi ke dapur untuk mengambilkan makanan dan minuman.
"Hari selasa jangan pada lupa lu yah? " ucap Max sambil menatap Adisty dan Raihan.
"Iya bawel banget sih lu jadi orang, " balas Raihan ketus.
"Ya gue cuman mau mengingat aja sih, " ujar Max yang berniat mengingat mereka saja.
"Iya tapi gue gak perlu di ingatkan kembali, " balas Raihan yang sudah sangat mengingatnya.
"Bagus deh kalau begitu, " ujar Max.
"Besok juga aku mau ke rumahnya Mira, mau ikut bantu-bantu, " ucap Adisty.
"Makasih yah, tapi emang kamu udah sehat? " tanya Mira yang masih khawatir.
"Kamu tenang aja, lagian aku udah gak papa kok, " balas Adisty.
__ADS_1