Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
27, Malam yang indah


__ADS_3

Adisty sudah bersiap dengan dress putih yang begitu sempurna melekat di tubuhnya, ia tengah menunggu Raihan karena tadi Raihan mengajak nya makan malam.


"Sayang aku udah di luar kamu keluar yah, " Adisty membaca pesan yang di kirimkan oleh Raihan, ia tersenyum saat melihat pesan itu.


Ia langsung saja turun dari kamar, ia juga tak lupa mengunci pintu apartemen nya, ia berjalan menuju parkiran.


Saat sampai di parkiran ia melihat Raihan yang menurutnya saat ini sangat lah tampan, Raihan menggunakan jas berwarna hitam yang ia padukan dengan celana panjang berwarna hitam juga, ia menunggu Adisty di depan mobilnya.


Kini Adistya sudah berada di depan Raihan, "Hay sayang? " sapa Raihan sambil mengecup kening Adisty.


"Rapih amat, " ledek Adisty, sambil memperhatikan seluruh tubuh Raihan.


"Kamu ini bagaimana sih, kita kan mau kencan pertama ya harus rapih lah, " balas Raihan sambil merangkul pinggang Adistya dan membawanya ke pintu masuk mobil, Raihan membukakan pintu mobil untuk Adisty.


"Silahkan masuk tuan putri, " ucap Raihan manis sambil menundukkan badannya.


"Apaan sih aku malu tau gak, di liatin banyak orang, " ucap Adisty malu, bahkan kini wajahnya sudah memerah.


Adistya pun masuk ke mobil Raihan dan Raihan langsung menutup pintu mobil itu, ia juga kini sudah masuk ke mobilnya, lalu sekarang ia langsung menyalakan mobilnya menuju restoran yang sudah ia pesan dari tadi sore.


"Maaf yah, beberapa hari ini aku sempat cuekin kamu, " ucap Raihan sambil fokus menyetir mobilnya.


"Sayang aku ngerti kok, " balas Adisty, ia tau beberapa hari yang lalu adalah hari paling sulit yang harus Raihan hadapi.


"Makasih udah mau ngertiin aku, " ujar Raihan sambil mengelus rambut Adisty dengan satu tangan.


"Sama-sama, " balas Adisty.


Kini mereka sudah sampai di restoran nya, Adisty berjalan masuk ke restoran tersebut dengan Raihan yang merangkul pinggang Adisty posesif.


Mereka kini duduk di meja yang telah Raihan pesan yaitu di meja yang berada di lantai dua dimana ia bisa melihat pemandangan kota jakarta di malam hari dari sana.


"Indah yah sayang, " kagum Adisty sambil menatap kagum ke luar.


"Iya, aku seneng banget punya pacar kayak kamu, yang bisa ngertiin aku lebih dari siapapun, " ucap Raihan sambil membelai halus Adisty.


"Yang, aku pernah egois dalam menjalin hubungan, dan hubungan itu malah membuat aku sakit hati, jadi sekarang aku akan mencoba lebih dewasa, " balas Adisty sambil mengenggam tangan Raihan. Makanan mereka pun kini sudah datang.

__ADS_1


"Yang, nanti pas acara perpisahan OSIS kamu nyanyi yuk sama aku, aku yang main gitar nya," ajak Raihan.


Adistya tiba-tiba tersendat mendengar ucapan Raihan, "Minum-minum, " Raihan memberikan gelas minum Adisty.


"Kamu bilang apa? nyanyi? aku gak bisa nyanyi yang, " tolak Adisty.


"Bohong, udah lah sama aku kan nyanyi nyah," kekeh Raihan sambil memasang wajah memohon.


"Baiklah, tapi kalau suara ku jelek jangan di ketawain yah, " pasrah Adisty, sebenarnya ia bisa bernyanyi, namun jika di hadapan orang lain ia tidak bisa, ia hanya bisa bernyanyi jika di kamar mandi.


"Iya sayang, tapi kalau suaranya jelek banget mah yah maaf, soalnya kan suka pengen ketawa, " balas Raihan.


"Ah yang, jangan gitu ah, " cemburu Adisty.


"Udah ah bicarain ininya nanti aja, kita abisin makannya dulu, " ucap Raihan, akhirnya mereka pun melanjutkan acara makannya.


Setelah selesai makan kini mereka berdua tengah berada di taman yang berada di dekat restoran tempat tadi mereka makan.


"Kamu dingin? " tanya Raihan saat melihat Adisty menggigil.


"Ah gak papa kok cuman dikit, " balas Adisty sambil membalas senyuman Raihan.


"Gak papa sayang, kalau kamu sakit nanti siapa yang mau hibur aku, " kekeh Raihan, setelah, memakaikan jas ke tubuh Adisty kini ia merangkul pundaknya Adisty dan membuat jarak di antara mereka kini semakin dekat.


"Aku takut, " ucap Adisty sambil menatap langit malam yang indah.


"Takut kenapa? " tanya Raihan.


"Jangan pergi jauh dari ku yah, aku gak bisa hidup kalau tanpa kamu, " ucap Adisty.


"Sayang, aku gak mungkin ninggalin dunia ku, dunia aku sekarang adalah kamu, " balas Raihan meyakinkan Adisty kalau ia tidak akan pernah meninggalkan nya.


"Syukur lah kalau kamu gak akan ningalin aku," ucap Adisty senang, sambil menyenderkan kepalanya ke bahu Raihan.


"Sayang besok pulang sekolah kita latihan nyanyi dulu di ruang musik, jangan dulu pulang yah, " pinta Raihan sambil mengusap rambut Adisty.


"Baiklah aku akan menunggu kamu pulang, tapi jangan terlalu lama, karena aku akan bosan menunggu kamu sendirian, " balas Adisty.

__ADS_1


"Oh iya yang, tadi aku pergi ke rumah anak jalanan yang suka kamu datangin itu, mereka bilang kangen katanya sama kamu, " ucap Raihan ia menyampaikan pesan anak-anak jalanan tadi pada Adisty.


Adisty langsung duduk dan menghadap ke arah Raihan, " Ya ampun yang aku lupa, aku kan belum ke sanah udah lama, mana aku ada janji lagi sama mereka, " ucap Adisty sambil menepuk keningnya, bagaimana ia bisa lupa.


"Ya udah besok abis pulang dari sekolah kita ke sana, kita liat mereka, " balas Raihan.


"Tapi anterin aku ke mall dulu yuk, untuk beli baju, soalnya aku udah janji mau beliin mereka baju, kayaknya uang masih cukup deh buat beli beberapa baju buat mereka, " ucap Adisty.


"Biar aku aja yang beliin mereka baju, uang kamu buat kamu aja sehari-hari " balas Raihan, ia tau kalau saat ini Adisty sedang menghemat uang untuk biaya hidup nya, karena orang tuanya kan baru saja mengusir nya, itu sih yang Raihan tau dari sahabat nya.


"Ah tidak usah sayang, aku kan yang janji sama mereka bukan kamu, uang ku masih ada kok, " tolak Adisty.


"Gak ada penolakan, " kekeh Raihan.


"Ya udah iyadeh terserah kamu, " pasrah Adisty sambil memeluk Raihan.


"Sayang pulang tuk udah malam, " ajak Raihan sambil membalas pelukan Adisty.


"Bentar yang, aku masih kangen, tunggu aku satu menit aja peluk kamu, " pinta Adisty manja.


"Baiklah sayang, " kini Raihan semakin mempererat pelukannya.


Setelah dua menit berlalu akhirnya Adisty mulai melepaskan pelukannya, " Makasih sayang, energi ku sekarang kembali penuh, " ucap Adisty sambil tersenyum, entah kenapa setelah memeluk Raihan Adisty selalu merasa energi nya kembali penuh.


"Ah kamu bisa aja, " ucap Raihan sambil tersenyum sambil menggenggam Adisty, lalu membawanya masuk ke mobil, ia harus membawa Adisty pulang sekarang walau Adisty kini tidak bersama keluarga, jadi tidak ada yang melarang.Namun bagi seorang perempuan tidak baik berkeluyuran jika sudah malam hari, apalagi anak perawan.


"Yang besok kamu yakin udah mau sekolah? " tanya Adisty ia masih khawatir dengan kondisi kekasihnya itu.


Mereka kini sudah berada di mobil " Aku udah sehat kok sayang, tidak usah khawatir, " balas Raihan.


"Aku cuman gak mau kamu sakit lagi, " ujar Adisty.


"Aku gak mungkin sakit lagi kan udah ketemu sama kamu, aku jadi langsung sembuh, " gombal Raihan.


"Gak usah gombal deh, " balas Adisty.


Setelah beberapa menit di perjalanan kini mereka sudah sampai di depan gedung apartemen, " Hati-hati yah sayang, kalau ada apa-apa langsung telpon aku " khawatir Raihan.

__ADS_1


"Iya sayang, aku akan langsung hubungi kamu kalau ada apa-apa, " balas Adisty, sebelum turun ia mengecup kening dan kedua pipi Raihan terlebih dahulu, lalu keluar.


__ADS_2