Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Ketempat Anak-anak Jalanan


__ADS_3

Malam ini Adisty sudah siap pergi bersama Kelvin ke sebuah tempat, mereka malam ini terlihat sangat bahagia.


"Sayang cepetan, " ucap Adisty manja yang sudah menunggu Kelvin di dalam mobil.


"Iya, " balas Kelvin yang saat ini sudah masuk ke mobil.


Kelvin pun langsung masuk dan melanjutkan perjalanannya menuju tempat yang sedari tadi pagi Adisty ingin datangi yaitu pergi ke monas, sejak saat ia datang ke Indonesia sebenarnya Adisty ingin sekali pergi ke monas.


Dulu saat dirinya kecil ia suka sekali mengunjungi monas bersama dengan ibunya dan kadang juga bersama dengan pembantu rumah tangga yang dulu bekerja di rumahnya Adisty.


Karena ibu dan ayahnya dulu sibuk kerja ia sering pergi ke monas bersama dengan pembantunya, di perjalanan ia mengingat sesuatu yang akhirnya membuat dia malah berubah pikiran.


"Yang, kita gak usah ke monas deh, " ucap Adisty sambil menatap Kelvin.


"Loh kenapa? " tanya Kelvin heran, bukannya dari tadi siang Adisty mau ke monas.


"Aku mau beli beberapa baju sama nasi kotak sama cemilan aja lah, " balas Adisty.


"Kamu kan tadi udah beli baju siang, masa mau beli baju lagi? " tanya Kelvin.


"Aku tau, tapi ini baju bukan untuk aku, " balas Adisty yang memberitahukan bahwa ia beli itu semua bukan untuk dirinya.


"Terus buat siapa? " tanya Kelvin sambil meminggirkan mobilnya.


"Dulu tuh sebelum aku ke Amerika, aku sering kasih makan atau baju sama anak-anak jalanan, aku jadi inget mereka. Kan aku udah lama banget gak ketemu sama mereka, " jelas Adisty yang menjelaskan maksud dirinya.


"Oh aku pikir kamu mau beli baju buat kamu lagi, aku kan jadi kaget, " balas Kelvin yang akhirnya tau apa yang Adisty maksud.


"Ya udah ke mall yuk, " Adisty akhirnya mengajak Kelvin untuk ke mall dan membeli baju.


Kelvin kembali memajukan mobilnya dan mencari mall terdekat dari tempatnya saat ini, akhirnya ternyata ada juga mall yang jaraknya tak terlalu jauh dari tempat tadi mereka berhenti.


Mereka berdua langsung masuk ke mall itu dan pergi menuju toko pakaian anak-anak, setelah sampai di toko pakaian Adisty mendadak menghentikan langkahnya sambil berpikir.

__ADS_1


"Kamu kenapa? " tanya Kelvin sambil memperhatikan wajah Adisty.


"Mereka pasti udah tumbuh besar yah? " tanya Adisty sambil membalas tatapan Kelvin.


"Ya iyalah masa mereka mau kecil mulu, kan gak mungkin, " balas Kelvin.


"Terus aku beli bajunya harus ukuran apa? soalnya kan aku udah lama gak ketemu mereka, " tanya Adisty kembali.


"Ya mana aku tau lah, kamu mah aneh masa nanya sama aku. Apalagi aku, aku kan gak pernah sama sekali liat mereka, " balas Kelvin yang merasa Adisty aneh-aneh saja.


"Ah ya udah deh ukurannya aku cari yang agak besar, " tanpa ambil pusing Adisty akan membelikan mereka pakaian yang agak besar dari biasanya saja.


Setelah membeli beberapa baju kini Adisty dan Kelvin keluar dari mall tersebut dan pergi menuju rumah makan, untuk memesan beberapa makanan kotak.


Akhirnya kini Adisty dan Kelvin telah selesai membeli makanan kotak dan yang lainnya, mereka sekarang sedang menuju tempat anak-anak jalanan yang dulu sering Adisty kunjungi.


Di tempat lain Raihan dan Rossy baru saja selesai main di mall. Namun Raihan juga malah mengingat anak-anak jalanan itu dan mengajak Rossy untuk membelikan anak-anak jalanan itu beberapa makanan ringan dan juga beberapa buku pelajaran.


"Udah banyak nih yang, " ucap Rossy yang menunjukkan kresek yang berisikan makanan.


"Ya sudah kita pergi ke sana sekarang yuk, takut keburu malam. Nanti mereka keburu ketiduran, kan sayang kalau kita bangunin, " ajak Rossy, ia juga ingin tau dengan mereka.


"Baiklah yuk, " Raihan memegang tangannya Rossy lalu mereka berdua pergi ke parkiran untuk segera mengunjungi anak-anak jalanan itu.


"Aku jadi penasaran dengan masa lalu mu, soalnya kayaknya masa lalu mu itu indah dan menyenangkan, " ucap Rossy yang seperti nya ingin lebih tau tentang masa lalu Raihan.


"Kau tidak perlu tau itu, karena menurutku masa lalu ku bukan untuk di perbincangan. Terlalu banyak kenangan buruk di dalamnya, " balas Raihan yang merasa kenangan nya tak seindah yang Rossy bayangkan.


"Benarkah? aku malah beranggapan akan banyak kenangan indah, " Rossy benar-benar beranggapan kalau Raihan punya banyak kenangan indah.


"Memang banyak kenangan indah di masa lalu ku dulu, tapi itu sangat meyakinkan rasanya jika harus ku ceritakan pada orang yang tak ada dalam masa lalu ku, " gumam Raihan dalam hatinya.


"Andai saja dulu aku lebih cepat bertemu dengan mu, atau satu sekolah dengan mu, itu pasti akan sangat menyenangkan, " ucap Rossy yang membayangkan seindah apa jika sampai dulu dirinya satu sekolah bersama dengan Raihan.

__ADS_1


"Iya, " balas Raihan singkat dan datar.


Beberapa menit berlalu akhirnya mereka sampai di rumah anak-anak jalanan itu, ternyata rumah itu tak banyak yang berubah. Saat Raihan akan turun dari mobilnya ia jadi malah mengingat masa lalu saat dirinya pertama kali ke tempat ini bersama dengan Adisty.


Namun saat mereka sudah turun dan mengambil kresek yang berisikan makanan dan beberapa buku mereka malah berhadapan dengan Adisty dan juga Kelvin.


"Elu, " ucap keduanya berbarengan sambil saling tunjuk.


"Ngapain kamu di sini? " tanya Adisty sambil menatap Raihan.


"Mau main masak-masakan, " balas Raihan ketus. Raihan langsung menarik Rossy untuk masuk duluan ke rumah itu karena Adisty tak mau kalah ia juga langsung menarik Kelvin untuk masuk ke dalam rumah itu.


"Permisi, " ucap Raihan sambil mengetuk pintu rumah itu.


"Sebentar, " saut seseorang dari balik pintu tersebut.


Pintu itu pun terbuka, orang yang membukakan pintu itu sangat terkejut dengan apa yang ia lihat kali ini.


"Kalian, " ucap orang yang membuka pintu itu sambil tanpa sadar menjatuhkan air matanya.


"Ih kok kamu nangis sih? " tanya Adisty sambil berjongkok di hadapan orang itu dan menghapus air matanya.


"Kak Adisty, " ucap orang itu sambil memeluk Adisty dengan sangat erat.


"Kakak kemana aja sih sama kak Raihan? kita di sini kangen banget tau gak, " ucap orang itu kembali.


"Sayang kakak minta maaf yah, soalnya kemarin-kemarin kakak gak di Indonesia, " balas Adisty sambil melepaskan pelukan anak itu.


Saat anak-anak lainnya mendengar suara Adisty mereka langsung berhamburan ke arah pintu utama untuk melihat Adisty dan Raihan.


"Kalian kemana aja? kalian gak tau apa kita itu kangen banget sama kalian? " tanya yang lainnya sambil ikut menangis.


"Ih jangan nangis aku suka ikutan nangis, " ucap Adisty yang juga ikut menangis.

__ADS_1


"Masuk yuk kak, " ajak yang lainnya sambil menarik tangannya Raihan.


Mereka semua pun langsung masuk ke rumah itu, rumah yang tak sama sekali berubah. Hanya anak-anak nya saja yang terlihat berubah, mereka kini sudah semakin dewasa dan tumbuh besar.


__ADS_2