Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Keputusan Pernikahan Adisty


__ADS_3

Hari sudah kembali berganti dan pada pagi ini Raihan akan ke rumahnya Adisty untuk membicarakan rencana mereka yang sudah mereka bicarakan kemarin sore di taman.


"Pagi mah, " sapa Adisty sambil turun dari tangganya dengan wajah yang bahagia.


"Tumben kamu bangun pagi, " tanya ibunya yang heran Adisty bisa bangun sepagi ini.


"Karena aku sedang bahagia, " balas Adisty yang langsung duduk di samping ibunya dan Ayahnya.


"Memangnya apa yang membuatmu bahagia hari ini? " tanya Ayahnya sambil makan menghabiskan sarapannya.


"Raihan mau ke rumah pa, " balas Adisty.


"Ya memangnya ada yang berbeda, biasanya dia juga suka ke rumah. Tapi kamu biasa aja, kenapa sekarang kamu malah kegirangan? " tanya ibunya.


"Karena Raihan akan ke rumah untuk membicarakan hubungan ku dengannya, " balas Adisty.


"Bagus kalau begitu, papah sudah tak sabar mau menimbang cucu, " ucap ayahnya yang tau maksud dari ucapan anaknya.


"Yah papah sama mamah doakan saja semoga kali ini semuanya berjalan dengan lancar, " balas Adisty yang berharap untuk tidak gagal lagi.


Adisty memegang teguh kalau jangan jadikan kegagalan sebagai trauma, tapi jadikanlah kegagalan sebagai pelajaran hidup yang tak akan pernah kau dapatkan dari siapapun, karena guru terbaik adalah diri kita sendiri.


"Ya sudah papah hari ini gak mau ke kantor ah, mau nunggu Raihan aja, " ayahnya Adisty saat ini malah tak mau ke kantor dan ingin menunggu Raihan saja.


"Itu ide yang bagus, " balas Adisty setuju dengan apa yang ayahnya katakan.


"Baiklah kalau begitu, aku akan bilang dulu pada asisten ku kalau aku tak akan ke kantor hari ini, " ayahnya Adisty langsung menghubungi asistennya yang berada di kantor dan langsung memberitahu kalau dia tak akan datang hari ini.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka selesai juga makan, mereka kini sedang mengunggu kedatangan Raihan. Karena Adisty bilang katanya Raihan akan datang tak terlalu siang, katanya kalau siang panas dan dirinya tak mau keluar kalau sedang panas.


Sebenarnya itu hanya bercanda, Raihan hany ingin mempercepat pertemuan ini saja, makannya mengajak bertemunya pagi saja. Raihan akan datang bersama ibunya ke rumah Adisty.


Saat ibunya Raihan mendengar kabar kalau anaknya akan bersama dengan Adisty ia sangat senang, ini adalah hal yang memang ia inginkan sejak dulu. Ia ingin Raihan bersama Adisty bukan bersama yang lain.


Di rumah Raihan masih bersiap-siap, tapi ia bukan mempersiapkan penampilannya tapi mempersiapkan kata apa yang akan ia ucapkan nanti di sana, ia takut salah mengucapkan kata-kata kalau sedang gugup.

__ADS_1


"Aduh aku kok malah grogi sih? " tanya Raihan pada dirinya sendiri.


"Tenang Raihan tenang, semuanya pasti akan berjalan dengan lancar, " Raihan menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskan nya kembali, hanya untuk membuat dirinya menjadi sedikit tenang dan tak panik.


"Raihan udah belum? " tanya ibunya dari balik kamar Raihan.


"Ibu udah siap nih, " lanjut ibunya kembali.


"Iya mah tunggu bentar, " balas Raihan.


"Mamah tunggu di mobil kamu yah, " ucap ibunya sambil berjalan meninggalkan kamarnya Raihan, ibunya pergi lebih dulu ke dalam mobil Raihan.


Raihan kini sudah siap dan langsung pergi dari kamarnya menyusul ibunya yang sudah berada dalam mobil, " Mah kita berangkat sekarang? " tanya Raihan yang saat ini sudah berada di dalam mobil.


"Iya emangnya mau ngapain lagi? " tanya balik Ibunya.


"Ya siapa tau aja mau ngapain lagi, " balas Raihan yang langsung memajukan mobilnya menuju rumahnya Adisty.


"Sekarang kamu udah yakin dengan pilihanmu? " tanya ibunya Raihan yang memastikannya saja.


"Bagus deh, udah berapa kali kamu gagal nikah? " ucap Ibunya.


"Yah mungkin kemarin itu masih belum waktunya, Tuhan masih belum mengijinkan nya saja, " balas Raihan.


"Mamah tau itu, " ucap ibunya.


Beberapa menit kemudian akhirnya mereka sampai di rumahnya Adisty, mereka sudah dipersilahkan untuk tunggu di sofa. Ibunya Adisty masih harus memanggil suaminya dan anaknya yaitu Adisty.


"Sayang Raihan dan ibunya udah sampai tuh di sini, " panggil Ibunya Adisty sambil mengetuk pintu kamar Adisty.


Dengan cepat Adisty langsung membuka pintu itu lalu tersenyum ke arah ibunya, "Yang bener? " tanya Adisty.


"Memangnya untuk apa mamah bohong sama kamu, " balas ibunya sambil pergi menjauh dari Adisty ia masih harus memanggil suaminya yang juga masih berada di kamar.


Adisty kini turun untuk menemui ibunya Raihan dan Raihan nya langsung.

__ADS_1


"Pagi tante, " sapa Adisty yang sudah berada di sana.


Kini Adisty duduk di samping Raihan, mereka saat ini masih menunggu kedua orang tuanya Adisty datang ke sana. Pembantu rumah tangga di rumah ini pun sudah menyiapkan makanan ringan dan minumannya juga.


"Adisty sekarang kamu terlihat semakin dewasa saja, " ucap ibunya Raihan yang melihat Adisty sudah mulai dewasa.


"Mah wajahnya emang udah dewasa tapi kelakuannya masih kayak anak kecil, " ledek Raihan.


"Apaan sih? enggak kok tante kali ini tingkah laku aku juga udah mulai mau dewasa, " balas Adisty sambil membalas senyum ramah ibunya Raihan.


Kedua orang tua Adisty pun datang dan ikut duduk di sofa, " Silahkan makan-makanan yang sudah kami sediakan, atau mau minum dulu silahkan. Perjalan kalian jauh sepertinya, " Ibunya Adisty menyuruh mereka untuk makan atau minum dulu sebelum pembicaraan mereka di mulai.


"Tidak usah, rumah kita tidak terlalu jauh kok dari sini, " balas ibunya Raihan yang memang tak merasa haus atau mau ngemil.


"Baik kalau begitu, ada apa anda datang ke rumah kami? " tanya Ayahnya Adisty.


"Jadi begini Om maksud kedatangan saya dan ibu saya ke sini adalah untuk melamar anak Om dan Tante, " balas Raihan mengutarakan apa yang ia ingin sampaikan.


"Saya selaku ayahnya Adisty menerima lamaran itu, karena saya memperhatikan kamu selama ini kamu memang terlihat sangat mencintai Adisty, " ucap Ayahnya Adisty.


"Sayang memang mencintai putri Om dengan tulus, " balas Raihan yang memang mencintai Adisty.


"Kita menyerahkan semua keputusan ini pada Adisty saja, karena yang akan menikah dan menjalani kehidupannya adalah Adisty, " ibunya Adisty mau Raihan bertanya langsung pada Adisty di sana.


"Adisty, " panggil Raihan.


Adisty langsung menatap ke arah Raihan, " Iya apa? " balas Adisty.


"Aku ingin kau menjadi teman hidupku untuk selamanya, mau kah kau menikah denganku saat ini? " tanya Raihan benar-benar dari dalam hatinya.


"Aku mau, " balas Adisty yang langsung menerima lamaran itu tanpa banyak pikir lagi.


Setelah beberapa waktu berlalu Raihan dan ibunya kini akan kembali pulang, tadi mereka juga sudah membicarakan akan pernikahan mereka yang akan di adakan dua minggu dari sekarang.


Awalnya Raihan meminta minggu depan tapi itu terlalu mepet untuk melangsungkan acara pernikahan. Jadi mereka mengambil waktu pada minggu depannya lagi, yaitu dua minggu dari sekarang.

__ADS_1


__ADS_2