
Adisty sudah pulang dari rumah sakit, ia kini tengah bersama dengan Raihan di kamarnya berduaan. Mereka tengah duduk di baku balkon kamar memandang indahnya langit malam ini.
"Sayang, aku takut jika aku harus pergi, " ucap Adisty sambil menatap ke arah langit, ia menyenderkan Kepala ke dada bindang Raihan. Raihan merangkul Adisty.
"Aku yakin kamu akan kembali sembuh, " balas Raihan yakin, ia meyakinkan hatinya sendiri.
"Aku juga mulai sekarang akan minum obat tepat waktu, dan juga lebih menjaga kesehatan ku, " Ucap Adisty sambil tersenyum ke arah Raihan. Reihan mencium kening Adisty.
"Gimana kuliah kamu? " tanya Adisty.
"Kamu tau gak? aku hampir gak punya semangat selama satu tahun ini, gara-gara kamu, " balas Raihan, bukannya menjawab pertanyaan Adisty ia malah bicara hal lain.
"Udah sayang aku kan udah ada di samping kamu saat ini, jadi jangan ungkit-ungkit masa lalu ku lagi, " balas Adisty.
"Baiklah, di kampus semuanya baik-baik aja kok, aku juga masuk kampus impian ku, " ucap Raihan manis.
"Bagus lah, aku juga udah 1 tahun ini belajar di rumah karena dokter dan juga orang tuaku ngelarang aku buat ke sekolah, takutnya capek, " Balas Adisty.
"Udah malam tidur yuk, " ajak Raihan yang di balas anggukan oleh Adisty.
Mereka berdua berjalan menuju tempat tidur Adisty, Adisty langsung membaringkan tubuhnya ketika sudah berada di tempat tidur, Raihan menyelimuti Adisty lalu ia duduk di samping Adisty yang akan tidur.
Ia mengelus kening Adisty, " Sayang kalau kamu udah tidur aku pulang yah, " ucap Raihan.
"Kamu nginep aja, tidur nya di kamar tamu, ini udah malam loh takut di jalannya, aku akan khawatir sama kamu, "larang Adisty,tidak mau Raihan pulang, karena ini sudah malam.
" Ya sudah kamu cepetan tidur, " Reihan mengelus mata Adisty agar ia tertidur.
__ADS_1
"Ih yang aku kan masih kangen sama kamu, kamu gak Kangen apa sama aku, udah satu tahun aku gak bisa meluk kamu, " ucap Adisty sambil memegang tangan Reihan yang menghalangi pandangannya.
"Udah malem, kamu harus tidur tenang aja aku gak akan habis di makan semut kok, besok juga pasti masih bisa liat aku, " balas Reihan sambil menyimpan tangannya di mata Adisty.
"Yang ih, jangan bercanda, serius nih aku, " ucap Adisty sambil kembali membuka matanya.
"Ya udah cepetan kamu tidur, " Balas Raihan sambil duduk di lantai, sementara dagunya ia tempatkan di kasur dan juga tangannya ia gunakan untuk bantalan dagunya.
Adisty berbalik menatap ke arah Raihan sambil tersenyum, "Makasih yah kamu mau buat aku kembali bahagia, " Ujar Adisty halus.
"Iya sayang, cepetan tidur, " Balas Raihan yang juga tersenyum.
"Iya aku tidur, " ujar Adisty, ia menaruh tangannya di kepala Raihan sementara Raihan ia memegang tangan Adisty yang berada di rambut nya.
Setelah beberapa menit akhirnya Adisty tertidur pulas, " Mimpi indah sayang, " ucap Reihan ia menyimpan tangan Adisty ke kasur, lalu ia berdiri. Sebelum pergi Reihan menyempatkan mengecup kening Adisty terlebih dahulu.
"Aku sayang kamu, apapun dan bagaimana kamu saat ini, " Ucap Raihan sekali lagi. Raihan tersenyum melihat wajah damai Adisty saat tertidur.
Saat ini ia juga sangat khawatir tentang kondisi Adisty, namun ia berusaha menampilkan bahwa ia percaya kalau Adisty akan sembuh agar Adisty punya semangat untuk hidup.
"Aku pulang yah sayang, " pamit Raihan pada Adisty yang sudah tertidur. Ia pergi dari kamar Adisty, berniat untuk pulang karena ini sudah malam lagian ia tidak enak kalau harus menginap di sini. Walaupun mereka tidak sekamar tetap saja Raihan merasa tidak enak.
Namun saat sudah turun dari tangga rumah Adisty, rupanya ibunya Adisty belum tidur, ia sedang berdiam di ruang keluarga.
"Sayang kamu nginep aja ini udah malam tau, " rupanya ibunya Adisty pun melarang Raihan untuk pulang.
"Gak papa tante aku mau pulang aja, " balas Raihan yang tetap mau pulang.
__ADS_1
"Sayang ini udah malam, " Ibunya Adisty berjalan mendekati Raihan yang berada di jalan menuju pintu luar.
"Gak papa, saya udah biasa kok pulang malam, " kekeh Raihan yang tak mau menginap.
"Lagian besok juga saya ke sini lagi kok untuk menjenguk Adisty, " Lanjut Raihan.
"Ya sudah kalau kamu tetap mau pulang, Hati-hati yah di jalannya, " pasrah Ibunya Adisty, karena bagaimana pun ia tidak memaksa Raihan.
"Ya sudah tante saya pulang dulu yah, " pamit Raihan sambil sebelum pergi ia bersalaman dengan ibunya Adisty terlebih dahulu.
Di tempat lain Lily tengah berada di kamarnya bersama Andra, biasa pengantin yang nikah muda selalu ada aja kebiasaan nya. Mereka saja kini masih bermain-main.
"Sayang kamu tau gak kenapa malam gelap? " tanya Andra, mereka tengah tiduran di kamarnya sambil menatap ke langit-langit kamar.
"Gak tau memang kenapa? " tanya balik Lily yang mulai menatap dan mendengarkan Andra suaminya.
"Ya karena gak ada matahari kalau ada matahari mah gak akan gelap lah, " Balas Andra sambil tertawa. Rupanya candaannya berhasil namun itu juga menurutnya.
Lily menatap Andra dengan tatapan tajam, seperti mau memakannya saja " Gak lucu, " Kesal Lily ia sudah berharap kalau Andra akan menggobalinya, namun rupanya ia hanya bercanda.
Lily berbalik membelakangi Andra, Andra memeluk Lily dari belakang, ia juga menyimpan dagunya di bahu Lily, " Jangan marah lah, aku kan bercanda, gini deh matahari nya kan di kamu, jadi kalau malam kamu hanya milik ku bukan milik orang lain, " Rayu Andra agar Lily tak marah lagi padanya.
"Terus kalau siang aku milik orang lain dong kalau menurut kamu aku matahari, bukannya kalau siang matahari akan terbit dan dilihat oleh orang lain, " balas Lily yang masih kesal dan ngambek.
"Ah yang maafin aku napa? ganti aja deh gombalnya, " balas Andra yang terus merayu Lily agar tidak marah.
"Oh iya, kalau kamu mau aku maafin asal besok belanjaan aku, " pinta Lily sambil kembali menghadap kearah Andra.
__ADS_1
"Baiklah besok kita belanja, " pasrah Andra.
Lily tersenyum lebar sambil langsung memeluk Andra, "Aku sayang kamu, "