Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Rencana Makan Malam


__ADS_3

"Kamu dari tadi kenapa sih? kok balasnya suka singkat sama datar banget? " tanya Dinda temannya Raihan itu.


Raihan menatap ke arah Dinda dengan tatapan datarnya, "Kamu gak suka? tapi aku gak peduli, " balas Raihan sambil pergi meninggalkan Dinda di sana.


"Demi apa dia bersikap ke jutek itu sama gue, untung ganteng kalau enggak gue ceburin tuh anak di sumur, " kesal Dinda ketika di perlakukan seperti itu oleh Raihan.


Raihan berniat untuk pulang saja ke rumahnya, hari ini benar-benar membuatnya lelah. Belum lagi ia harus tetap belajar karena besok ia harus mengerjakan tes tulis di kantornya, sudah seperti ulangan akhir saja.


Di rumah sakit Adisty sudah berada di sana bersama dengan Max, sedangkan keluarganya Mira harus tetap bekerja dan terpaksa meninggalkan Mira di sini bersama dengan Max.


"Eh Max mau tau gak? " tanya Adisty sambil menatap Max yang berada di depannya.


"Apa? " tanya balik Max.


"Tapi jangan bilangin Raihan yah, " pinta Adisty sambil menaik turunkan alisnya.


"Apaan sih? lu suka bikin gue penasaran aja, " balas Max yang penasaran.


Saat ini Mira sepertinya masih tertidur.


"Tadi gue ketemu sama si Gerry, " ucap Adisty sambil memalingkan tatapannya.


"Ketemu Gerry? " tanya Max.


"Iya ketemu Gerry, " Adisty kembali memperjelas ucapannya.


"Lu gak di apa-apain kan? " tanya Max yang khawatir kalau Adisty di lukai oleh Gerry.


"Ya enggak lah kalau gue kenapa-napa gue gak bakalan di sini, mungkin gue udah ada di ruang UGD terbaring lemah, " balas Adisty sembari mendramatiskan ucapannya.


"Iya sih, " ucap Max.


"Terus lu ngapain ketemu dia tadi? " tanya Max.


"Cuman ngobrol aja sih, gue nanyain kabar dia dan dia nanyain kabar gue, " balas Adisty.


"Oh gue kira ngapain aja, " ucap Max.


"Max, " panggil Mira.


"Iya apa sayang, " Max langsung berjalan menghampiri Mira lalu duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Enggak aku cuman mau mastiin kamu ada di sini aja, " balas Mira.


"Kamu duduk yah, " Max membantu Mira untuk duduk.


Adisty ikut berdiri di samping Max sambil menatap Mira dan membantu memberikan bubur pada Max yang akan menyuapi Mira.


"Kamu makan dulu yah, " Max mengambil mangkuk yang berisi bubur dari Adisty.


"Adisty ada di sini juga? tadi aku kayak denger suara dia, " ucap Mira yang merasa mendengar suara Adisty.


"Iya Mir gue di sini, abisnya di rumah bete, " balas Adisty sambil duduk di kursi yang berada di samping ranjang nya Mira.


"Aku seneng kamu mau ada di sini, jadi aku punya temen deh, " ucap Mira sambil tersenyum.


"Udah ah kamu makan dulu sana! " titah Adisty yang kini sedang memainkan ponselnya.


"Sayang kamu lagi dimana? gimana kerjanya udah di Terima apa belum? " Adisty mengirimkan pesan pada Raihan.


Sementara itu kini Max sedang menyuapi Mira makan, walaupun Mira tadi sempat menolaknya tapi Max memaksa Mira untuk makan. Karena kalau tidak makan itu akan memperlambat pemulihannya.


"Udah, tadi aku udah selesai tes pertama dan berhasil. Tapi aku masih harus tes tulis besok kamu do'ain aja, " balas Raihan di chat.


"Benarkah, aku senang kalau gitu. Besok kalau kamu selesai gimana kalau kita rayain, sekalian sama rayain keberhasilan operasi nya Mira, " usul Adisty sambil cengengesan bersama ponselnya.


Adisty menatap Max kikuk, " Apa? " tanya Adisty.


"Elu kenapa malah senyum-senyum gak jelas? " tanya lagi Max.


"Dih kepo luh, " balas Adisty sambil memincingkan tatapannya.


"Ah tau ah, " ucap Max sambil memalingkan tatapannya dan kembali menyuapi Mira.


"Max besok Mira kapan buka perban? " tanya Adisty sambil memegang pundaknya Max dan menatap wajahnya Max.


Max berbalik menatap Adisty, " Kayaknya agak siangan deh, emangnya mau apa? " tanya balik Max.


"Enggak cuman mau tau aja, " balas Adisty cuek sambil kembali melepaskan tangannya dan menatap ponsel miliknya.


"Ih ni anak bikin gue kesel aja, " kesal Max.


"Enggak jadi gini, aku sama Raihan niatnya mau makan-makan nanti malam sama kalian. Ngerayain kesembuhan Mira sambil keterima Raihan kerja, " Adisty akhirnya menjelaskan apa yang ingin ia lakukan besok malam.

__ADS_1


"Iya bagus juga tuh, aku setuju kok, " balas Max yang setuju dengan ucapan Adisty.


"Ya udah besok yah malam, " ucap Adisty pada Max.


Di tempat lain saat ini Gerry sedang terduduk di balkon kamarnya bersama dengan satu orang teman atau bisa di bilang sahabat Gerry.


"Kenapa luh bengong aja kek orang yang banyak pikiran? " tanya Galih temannya Gerry.


"Gue jadi inget masa lalu kalau ketemu Adisty, " balas Gerry tanpa menatap ke arah Galih.


"Emangnya tadi lu ngobrol apa aja sama Dia?" tanya Galih lagi.


"Dia cuman nanyain kabar gue gimana, gue ngerasa yakin banget kalau dia itu mirip sama Bulan, " balas Gerry yang malah kembali mengingat Bulan.


"Beda ah, gue gak liat mukanya mirip sama si Bulan, " ucap Galih yang merasa kalau Adisty tidak mirip sama Bulan.


"Bukan mukanya, tapi kelakuannya yang mirip. Bulan gak pernah benci sama orang yang jahat sama dia, begitu juga dengan Adisty, dulu kan gue udah jahat sama Raihan, tapi dia tetep baik, " jelas Gerry.


"Oh gue pikir mukanya yang mirip, iya sih kayaknya emang mirip banget kalau soal kelakuannya, " akhirnya Galih mengakui kalau Adisty memang mirip dengan Bulan.


"Udah ah gue mau pergi dulu, " Gerry pergi meninggalkan Galih di sana, Gerry sedang ingin mencari angin segar untuk menenangkan pikirannya.


Entahlah ada apa saat ini di pikirannya setelah bertemu dengan Adisty ia malah kembali mengingat masa lalunya yang sebenarnya sudah ia kubur dalam-dalam.


Di tempat lain Raihan sedang membaringkan tubuhnya, "Ahhh melelahkan, " gumamnya.


"Raihan makan dulu nak, " teriak ibunya dari lantai bawah.


"Nanti aja lah mah, " balas Raihan yang malas untuk makan.


"Raihan kamu mau bantah mamah? kamu gak tau apa mamah udah masak banyak untuk kamu sekarang, " ucap ibunya.


"Iya aku makan, " balas Raihan malas sambil turun dari kasurnya lalu berjalan dengan gontai menuju tempat makan.


"Nah gitu dong, " senang ibunya Raihan sambil tersenyum saat melihat Raihan sudah berada di tangga.


Raihan duduk di meja makan dengan malas, ia belum mau makan sebenarnya tapi ibunya terus saja memaksa dirinya untuk makan sekarang juga.


"Kapan kamu ajak Adisty ke sini lagi? " tanya ibunya sambil menyiapkan makanan untuk Raihan.


"Gak tau, dia belum mau ke sini, " balas Raihan datar tanpa menatap ibunya.

__ADS_1


"Oh nanti kamu ajak ke sini dong, mamah udah kangen banget sama dia, " ucap ibunya.


"Iya mah nanti aku ajak dia ke sini, " balas Raihan.


__ADS_2