Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
33,Kembali membaik


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit Adisty malah terdiam di pintu masuk, " Kenapa? " tanya Max sambil menatap ke arah Adisty.


"Gue masih ragu, gue takut, " balas Adisty sambil membalas tatapan Max.


"Gak usah takut, di samping lu ada gue, " Max berusaha menyakinkan kembali Adisty.


Kini Adisty mulai melangkah kan kakinya, dan mereka kini berjalan menuju tempat ayahnya Adisty di rawat, saat Adisty sudah dekat dengan ruangan itu ibunya melihat Adisty dan langsung berlari menghampiri Adisty dan memeluk nya.


"Sayang, akhirnya mamah udah nunggu kamu lama banget, " ucap ibunya sambil memeluk Adisty dengan erat, ia juga menangis di tubuh Adisty anaknya itu.


Namun Adisty tidak sama sekali membalas pelukannya ibunya, setelah lama ibunya memeluk Adisty kini ia kembali melepaskan nya, " Masuk yuk papah mu udah nungguin kamu di dalam, " ajak mamahnya.


Adisty malah melirik ke arah Max, lalu Max tersenyum sambil mengangguk, Adisty pun masuk bersama ibunya ke dalam ruangan rawat ayahnya Adisty, sementara Max menunggunya di luar. Saat Adisty masuk ke ruangan itu ia bisa melihat sosok ayahnya tengah terbaring lemah, dengan keadaan yang sangat memprihatinkan wajahnya sudah memucat.


"Pah, Adisty udah ada, " ujar ibunya sambil memegang tangan suaminya itu.


Papahnya Adisty membuka matanya perlahan, saat ia melihat Adisty tanpa sadar ia langsung menjatuhkan air matanya.


"Sayang, papah minta maaf, sayang, malam itu-, " ucapan permintaan maaf ayahnya di potong oleh Adisty.


"Aku udah maafin kalian kok, dari dulu juga udah sering, tapi bukannya kau sendiri yang bilang kalau aku bukan anak mu lagi, " balas Adisty tanpa menatap wajah ayahnya, ia tetap memalingkan wajahnya.


"Ayah khilaf sayang, ayah lagi emosi sayang, mohon maafin ayah yah? "mohon ayahnya Adisty sambil memegang tangan Adisty.


Ibunya pun ikut menangis, kini mereka menyesal telah mengabaikan anaknya ini, bahkan sering memarahi Adisty.


"Aku sayang sama kalian, tapi apa yang kalian lakukan sama aku selama ini, cuman buat aku kecewa, kalian gak tau sepi nya aku ketika menunggu kalian pulang ke rumah, " ujar Adisty agak keras.


Max yang mendengar itu langsung masuk ke ruangan itu untuk mencoba menenangkan Adisty, "Dis udah yah, kamu kan udah bilang sama aku kalau kamu akan beri mereka kesempatan kedua, " ujar Max melerai,


Adisty menatap ke arah Max, lalu ia menatap ke arah ayahnya yang sudah sangat memprihatinkan, "Baiklah aku akan berikan kalian kesempatan kedua, pah mah, aku ingin kalian bisa bagi waktu kalian buat aku " balas Adisty sambil ikut menangis.


"Makasih sayang, " mamahnya Adisty langsung memeluk Adisty, dengan ragu Adisty membalas pelukan mamahnya.


Setelah berpelukan dengan mamahnya kini ia berpelukan dengan ayahnya, " Maafin ayah yah sayang, " bisik Ayahnya di telinga Adisty.


"Aku juga minta maaf, karena udah egois, " balas Adisty.


Max pun tersenyum, lalu ia kembali ke luar dari ruangan itu, ia kembali duduk di kursi tunggu. Adisty duduk di kursi yang berada di samping tempat tidur ayahnya, " Yah, udah makan belum? kalau belum aku suapin yah? " tanya Adisty.

__ADS_1


"Iyah, " balas ayahnya sambil tersenyum, kini Adisty mengambil bubur yang berada di meja sampingnya, lalu menyuapi ayahnya sambil bercanda dan tersenyum.


Namun ibunya Adisty merasa kalau lelaki yang barusan mengantar Adisty bukan lah, orang yang tadi ia temui.


"Sayang mamah keluar dulu yah? " pamit ibunya sambil pergi ke luar untuk menemui lelaki yang barusan mengantar Adisty.


Ibunya Adisty duduk di samping Max, dan Max hanya tersenyum saat ibunya Adisty duduk di sebelahnya, " Kau siapa nya adisty? " tanya ibunya Adisty.


"Saya? saya temennya Adisty tante, " balas Max ramah sambil membalas tatapan ibunya Adisty.


"Oh, tante pikir siapa, soalnya tadi tante ketemu sama pacarnya Adisty, dan Adisty malah datang sama orang yang berbeda, " ujar ibunya Adisty.


"Oh tadi tante ketemu sama Raihan, dia sahabat aku, " balas Max.


"Makasih yah udah mau ajak dan bujuk Adisty ke sini, " ujar akila ibunya Adisty.


"Iya tante, sama-sama, aku juga pernah berada di posisi Adisty saat ini, dan aku gak mau Adisty ngalamin apa yang pernah aku alami beberapa tahun lalu, " balas Max, sambil tersenyum dan menundukkan pandangan nya.


Setelah menunggu hampir setengah jam di luar akhirnya Adisty keluar dari ruangan ayahnya, " Mah aku pulang dulu yah, nanti malam aku ke sini lagi, soalnya aku mau ke sekolah lagi, " ujar Adisty, sambil menghadap ke ibunya.


"Baiklah hati-hati yah sayang, " balas ibunya sambil mengelus rambut Adisty.


Kini Adisty dan Max pergi menuju parkiran, mereka ke sini membawa mobil Adisty, mereka pun sudah berada di dalam mobil.


"Udah, makasih yah, akhirnya mereka sadar kalau selama ini yang aku butuhkan bukan hanya materi tapi juga kasih sayang mereka, " balas Adisty sambil tersenyum dan melihat kearah depan.


"Oh iya, kamu kenal sama yang namanya Mira gak? " tanya Max.


"Mira, oh yang deket rumah orang tua ku? " balas Adisty sambil berbalik ke arah Max.


"Iya. "


"Oh diakan buta yah? aku salut banget sama dia, emang yah di dunia ini gak ada yang sempurna, dia cantik, putih, mulus, baik, tapi dia buta, " balas Adisty sambil tersenyum.


"Dia pacar ku, " ujar Max.


"Apa? yang benar aja? " kaget Adisty sambil menatap penuh selidik ke arah Max.


"Iya, dia pacar gue, gue sayang banget sama dia, emang umurnya beda dua tahun sama gue tuaan dia, tapi gue cinta sama dia gue gak peduli dia mau gimana pun, " balas Max sambil tersenyum dan membayangkan wajah kekasihnya itu.

__ADS_1


"Ah, yang aku kaget kan bukan lu suka sama dia, tapi dia mau yah pacaran sama orang kayak lu, " heran Adisty.


"Ya ampun gue kan ganteng, " balas Max tak terima.


"Ya ganteng aja gak jamin seseorang mau sama lu, apalagi dia kan gak bisa liat, bukan apa-apa yah, cuman kenyataan kayak gitu, " jelas Adisty sambil tertawa kecil.


"Gue kan perhatian, terus gue juga baik, apalagi gue ini ngangenin, pengertian lagi, " Max mengagungkan dirinya sendiri.


"Itu kan menurut lu, menurut orang lain belum tentu kan? " balas Adisty sambil tertawa.


"Lu mah ngehina gue mulu, " kesal Max.


"Iya deh, gue percaya kalau dia pacar lu, lain kali kenalin gue dong, sekalian lu ceritain gimana lu bisa deket sama dia, " balas Adisty.


Kini mereka sudah sampai di depan gerbang sekolah, Adisty dan Max langsung turun ini sudah mulai sore dan di sekolah masih banyak orang. Rupanya mereka tengah berlatih untuk acara besok, Adisty dan Max berjalan secara berdampingan menuju ke kantin, ia tau kalau Andra akan di sana.


Ternyata benar saja Andra masih berada di sana, bersama Raihan, " Hay sayang? " sapa Adisty sambil duduk di samping Raihan.


"Hay, " balas Raihan sambil merangkul Adistya lalu mencium kepalanya.


"Gak usah mesra-mesraan di sini deh, gue jadi iri tau gak, " sinis Max, yang kini duduk di samping Andra.


"Yang, kamu tau gak? cewek yang namanya Mira, yang ada di dekat rumah aku, yang cantik itu loh, " tanya Adistya sambil menatap ke arah Raihan.


"Bentar, " Raihan berpikir sejenak mengingat-ngingat wanita itu.


"Ah, iya aku tau, emangnya kenapa? "


"Dia pacaran sama dia, " Adisty menunjuk ke arah Max, sementara Max bergaya dengan sombongnya.


Andra yang tengah minum pun langsung memuncratkan minuman itu ke arah Max, "Ah basah, " teriak Max tak terima dirinya di sembur oleh Andra.


Akhirnya Raihan merasa sedikit lega, ia pikir Max suka dengan Adisty, tapi ternyata itu cuman perasaan nya, ia tidak pantas cemburu pada Max, dia kan sahabat nya, tidak mungkin ia akan merebut Adisty dari dirinya.


"Yang bener? ah gue ngejar-ngejar dia juga, masa ni orang yang dapetin nya sih, " Andra merasa dirinya di tikung oleh Max.


"Eh siapa cepat dia dapat, orang dia kan belum pacaran sama lu, jadi masih berhak sama gue, lagian lu juga gak pernah ngomong kalau lu suka sama dia, " balas Max, tak mau dirinya di salahkan.


"Ahhhhhh, " teriak Andra kesal.

__ADS_1


"Eh, si Lily juga jomblo kok, lu sama dia aja, " usul Adisty yang masih di rangkul oleh Raihan.


"Ah iya juga yah, lagian dia juga gak kalah cantik kok, " Andra kembali tersenyum lebar, dan memutuskan untuk mengejar Lily sekarang.


__ADS_2