
Hari terasa cepat sekali berlalu ini sudah hari dimana pertunangan Adisty akan di adakan kemarin Kelvin pas hari jumat sudah kembali ke Indonesia, tanpa sepengetahuan siapapun sebenarnya Kelvin ke Indonesia membawa Jessica.
Awalnya ia akan memberitahu semua ini pada Adisty pas hari jumatnya langsung, namun Kelvin masih tak punya keberanian. Bahkan sampai saat ini Kelvin belum bicara pada Adisty tentang masalahnya, ia tak tau harus bicara apa pada Adisty kali ini.
Kelvin masih berada di apartemennya bersama dengan Jessica, pertunangan mereka akan di laksanakan di rumahnya Adisty. Pertunangan Adisty dan pertunangan Raihan hanya berbeda 3 jam saja, Adisty yang duluan akan bertunangan dan bertukar cincin dengan Kelvin.
"Kamu ini gimana sih? cuman bilang apa yang terjadi pada kita aja susah banget kayaknya, " tanya Jessica yang merasa Kelvin tidak punya keberanian sebagai laki-laki untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.
"Aku sedang memikirkannya, " balas Kelvin yang sudah benar-benar kebingungan.
"Kalau kamu gak mau bicara sama Adisty, biarkan aku yang bicara padanya, " Jessica langsung keluar dari apartemen Kelvin dan berniat pergi ke rumahnya Adisty untuk membicarakan apa yang sebenarnya tengah terjadi.
"Hey bukan begitu caranya, " Kelvin mengejar Jessica agar tak bicara apapun pada Adisty.
Jessica bukanlah orang Amerika asli melainkan orang Indonesia yang menetap di Amerika, karena pekerjaan dirinya yang mengharuskan dia untuk tinggal dan menetap di sana.
Di rumah Adisty saat ini mereka sudah siap mempersiapkan semua acara pertunangan ini, semuanya tengah tertawa bahagia. Di kamar Adisty sedang bersama dengan kedua sabahat wanitanya yaitu Mira dan juga Lily.
"Aku udah gak sabar, " ucap Adisty sambil menatap kedua sahabatnya.
"Gak usah lebay deh, inikan bukan pertunangan pertama mu jadi yah kamu pasti tau lah gimana rasanya, " balas Lily agak sarkas.
"Ih kamu kok bilang kayak gitu? " tanya Mira sambil memukul lengannya Lily.
"Emang kenyataan tau gak, " balas Lily yang memang mengatakan yang sebenarnya.
"Iya gue juga tau, ya tapi tetep sama aja kali gue ngerasa deg-degan, " ucap Adisty ketus.
"Iya deh terserah kamu, " balas Lily.
Seseorang masuk ke dalam kamarnya Adisty.
__ADS_1
"Ada apa? " tanya Adisty pada orang itu.
"Maaf mba ganggu, tapi mas Kelvin kok belum datang juga yah? Padahal ini udah mau mulai loh, " tanya orang itu sambil menatap Adisty dan yang lainnya.
"Begitu yah, saya coba hubungi Kelvin nya deh, " balas Adisty yang akan mencoba menghubungi Kelvin.
"Ya sudah kamu tunggu yah mba, " orang itu kembali pergi dari hadapan Adisty.
Adisty langsung mencoba menghubungi Kelvin namun berkali-kali pria itu tak mengangkatnya membuat dirinya saat ini benar-benar khawatir dan panik dengan semua ini.
"Kamu tenang aja, mungkin Kelvin masih ada di jalan jadi dia gak bisa angkat telpon kamu, " Lily mencoba menenangkan Adisty.
"Iya apa yang di ucapkan Mira kali ini ada benarnya juga, " Mira pun setuju dengan ucapan Lily kali ini.
"Tapi aku takut dia kenapa-napa di jalan, " di otaknya Adisty saat ini ia hanya punya satu pikiran yaitu ia berpikir Kelvin kecelakaan di jalan.
"Tenang kalau kamu sekarang panik itu akan membuat suasana ini jadi semakin kacau, " ucap Mora yang juga iku menenangkan Adisty.
Adisty berdiri dari tempat duduknya lalu kembali mencoba menelpon Kelvin dengan panik dan sangat khawatir dengan keadaan Kelvin. Tak biasanya Kelvin seperti ini jika memang tak ada yang terjadi pada Kelvin.
Di tempat lain sebenarnya Kelvin sudah sampai di halaman rumahnya Adisty, saat ia turun dari mobilnya ia langsung menarik Jessica untuk bicara dulu dengannya.
Kelvin mengajak Jessica ke sebuah tempat yang lumayan sepi.
"Ada apa lagi sih? bukannya memang kamu ingin ini kan? " tanya Jessica sambil melepaskan genggaman tangannya Kelvin.
"Jangan bicara apapun pada Adisty, " pinta Kelvin yang tau mau ini semua berakhir.
"Kenapa? kamu takut kalau semua kemewahan yang di berikan Adisty padamu akan hilang? " tanya Jessica sambil tertawa kecut.
"Bukan itu maksud ku, " balas Kelvin yang benar-benar tidak pernah memikirkan hal itu.
__ADS_1
"Lalu apa? " tanya Jessica tegas.
"Aku hanya tidak mau Adisty terluka? " balas Kelvin yang memberitahu apa yang sebenarnya membuat dirinya tak mau bicara ini pada Adisty.
"Sampai kapan kamu menyembunyikan hal ini? " tanya Jessica sambil menangis.
"Aku tak tau, " balas Kelvin yang benar-benar tak tau.
"Untuk mendapatkan sesuatu ada kalanya kamu harus juga melepaskan sesuatu, " ucap Jessica yang akhirnya pergi dari hadapan Kelvin, kali ini ia harus benar-benar mengatakan ini pada Adisty.
Kelvin kembali mengejar Jessica untuk menahannya bicara apapun saat ini pada Adisty.
Di tempat lain Raihan pun sudah siap dengan acara pertunangannya, namun entah kenapa harinya selalu tertuju pada Adisty. Entah kenapa ini terjadi pas di hari-H, padahal pertunangannya akan terjadi beberapa jam lagi.
Di luar rumah Raihan semuanya sudah siap untuk pergi ke tempat di mana pertunangan itu akan di lakukan, mereka memesan sebuah restoran untuk acara ini. Yang akan dihadiri beberapa kerabat kerja kedua orang tua mereka berdua saja, tanpa melibatkan orang lain.
Ataupun teman dari kedua pasangan ini, mereka tak mengundang satu orang pun ke acara ini. Jadi acara ini memang benar-benar tertutup.
Sedari tadi Raihan merasa akan terjadi hal buruk pada Adisty, namun ia tak tau apa yang akan terjadi pada Adisty. Pikirannya saat ini berkecamuk memikirkan Adisty yang dirinya sendiri tak tau kenapa ia malah memikirkan hal itu.
Di rumah Adisty saat ini sedang menangis karena mencemaskan Kelvin, jujur saja saat ini dirinya sudah benar-benar khawatir dengan Kelvin.
Namun di luar mendadak semuanya ribut dan saling bisik karena pada akhirnya Kelvin datang namun Kelvin malah membawa terlihat sedang mengejar seorang wanita yang tengah menangis.
"Adisty dimana? " tanya Jessica pada salah satu orang yang berada di sana.
"Adisty di kamarnya, " balas orang itu sambil menunjuk rumahnya Adisty.
"Bisa tolong antar kan kita ke kamar! " pinta Jessica sambil menatap orang itu.
Akhirnya orang itu pun mengantarkan mereka berdua ke kamar Adisty, Max dan Andra yang melihat itu pun langsung berjalan menuju kamar juga. Mereka rupanya penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
__ADS_1
Saat mereka semua sampai di kamar Adisty langsung memeluk Kelvin tapi sambil menatap wanita yang saat ini memegang tangannya Kelvin.
Adisty melepaskan pelukannya lalu menatap Kelvin, " Dia siapa? " tanya Adisty sambil menunjuk Jessica menggunakan matanya.