
Adisty sudah berada di rumahnya, ia tengah bersama Lily ia akan berangkat bersama Lily karena Raihan tadi bilang padanya kalau Raihan akan ke sekolah duluan, karena ia harus mengatur anak-anak yang lainnya.
Adisty tengah memilih baju yang akan ia pakai ke acara itu, sementara Lily tengah melihat Adisty yang tengah memilih baju, padahal waktunya tinggal satu jam lagi.
"Ah baju yang mana yah? " bingung Adisty ia bingung akan memakai baju apa? padahal ia sudah mengeluarkan semua bajunya dari lemari.
"Ya ampun Dis yang mana aja kali, baju lu kan bagus semuanya, " balas Lily yang sudah bosan melihat Adisty memilih baju.
"Tapi gue bingung, " ujar Adisty sambil duduk di lantai, dan menatap baju-bajunya yang sudah Berserakan.
"Nih lu pakai baju itu aja, " Lily memilihkan baju pada Adisty, yaitu kemeja dan juga rok mini berwarna hitam.
"Gue cobain yah, " Adisty pergi ke kamar mandi untuk mencoba pakaian yang Lily pilihkan untuk dirinya.
Setelah beberapa menit akhirnya Adisty keluar dari kamar mandinya, Lily langsung menghampiri Adisty lalu memasukan kemejanya sebelah ke rok nya.
"Ah emang lu paling The beast deh, " senang Adisty ia rasa baju yang di pilihkan Lily cocok untuk dirinya.
"Ya udah sana siap-siapa lagi, " titah Lily karena saat itu wajah Adisty masih terlihat berantakan dan kusut.
Adisty kini pergi ke meja rias nya lalu menyisir rambut nya, dan memakai lipbalm, setelah itu selesai deh.
"Yuk berangkat, " ajak Adisty ia kini sudah siap, ia juga memakai sepatu Sneakers berwarna hitam putih, dan juga memakai tas selempang berwarna putih.
"Yuk, " Adisty dan Lily berjalan menuju ke luar rumah.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil, dan sudah mulai menjalankan mobilnya menuju ke sekolah, " Dis, kemarin si Andra ngajak gue makan malam, " ucap Lily sambil membereskan rambut nya.
"Ya lu iyain aja, " balas Adisty sedikit acuh.
"Emang udah gue iyain, " ujar Lily.
"Bagus, " balas Adisty datar.
Setelah beberapa menit di perjalanan kini mereka sudah sampai di sekolah, rupanya di sekolah sudah banyak murid yang datang.
"Hay, " sapa Max saat melihat Adisty dan Lily berada di pinggir Lapangan.
"Reihan mana? " tanya Adisty, sambil melihat ke arah Max.
"Ada di sana, biasa lagi sibuk dia, ke sana yuk, bentar lagi mau mulai deh kayaknya, " balas Max, sambil mengajak Adisty untuk ke lapangan berkumpul dengan yang lainnya.
"Duluan aja, " balas Adisty.
"Ya udah gue ke sana duluan yah? " Max pun berjalan menuju ke depan panggung, menghampiri Andra dan juga murid yang lainnya.
"Ah gue mau minum dulu, " bukannya langsung ke lapangan Adisty malah pergi ke arah makanan yang sudah tersedia di sana.
"Eh tungguin, " Lily mengejar Adisty yang meninggalkan nya.
Adisty mengambil gelas yang berisi minuman lalu ia pergi ke depan panggung berkumpul dengan yang lainnya, di sana juga sudah tersedia kursi untuk duduk, agar tidak pegal.
Lily duduk di samping Adisty, " Dis, bukannya lu mau tampil? " tanya Lily.
"Ah nanti juga Raihan panggil gue, kalau emang udah mau tampil, " balas Adisty sedikit acuh.
__ADS_1
Sementara itu di tempat lain Raihan tengah sibuk mempersiapkan segalanya, di tambah dengan kedatangan Dilla sahabat kecilnya yang juga akan pindah ke sekolah di mana Raihan sekolah.
"Rey, " panggil Dila manja sambil tersenyum ke arah Raihan.
"Apa lagi? kau tunggu dulu sebentar di sana, atau kau ikut dengan ku saja? " Raihan membawa Dilla pergi dari sana, karena ia merasa risih selalu di panggil oleh Dilla yang bete.
"Mau kemana sih?" tanya Dilla.
Raihan berdiri di belakang seseorang, " Yang," panggil Raihan.
Dilla menatap tak percaya pada Raihan, Dilla tau kalau Raihan cinta mati pada Bulan tapi ia juga tau kalau Bulan sudah tidak ada, lalu bagaimana Raihan bisa kembali jatuh cinta.
Dilla tidak tau, sejatinya kalau yang hilang bisa di ganti. Adisty berbalik ke arah Raihan, ia menatap gadis di sebelah reihan " Apa? " balas Adisty.
"Lily lu jagain dia, dan lu Dilla lu di sini dulu, kenalin dia namanya Lily kalian pasti bisa jadi teman baik, dan kamu ikut aku, " Raihan melepaskan tangan Dilla lalu, ia menarik tangan Adisty, dan pergi tanpa kata lagi.
"Ah selalu saja begitu, " kesal Dilla, "Oh iya tadi nama mu siapa? " tanya Dilla sambil duduk di samping Lily.
"Ah aku Lily, " balas Lily sambil membalas senyuman Dilla.
Sementara itu acara telah di mulai, dari mulai sambutan dan juga tampilan tampilan perpisahan, kini sebentar lagi Adisty dan Raihan tampil.
Adisty tak lepas-lepasnya memegang tangan Raihan, "Yang, aku takut, " ucap Adisty sambil menatap reihan penuh harap.
"Memangnya mereka akan menggigit mu sampai kau takut, " balas Raihan, sambil merangkul Adisty.
"Ah kau ini, " Adisty memukul perut Raihan.
"Sakit sayang, " Raihan mencubit hidung Adisty.
Adisty langsung menatap geram ke arah Raihan, Adisty dan Raihan adalah penutup dari acara tersebut, sebelum akhirnya para murid akan makan-makan. Dan kini sudah waktunya mereka tampil pembawa acara juga sudah memanggilnya, dua menit yang lalu namun Adisty masih ragu untuk naik panggung.
Dengan langkah yang ragu akhirnya Adisty melangkahkan kakinya mengikuti Raihan, hingga mereka sampai di panggung, Adisty duduk di kursi dan juga Raihan, Adisty masih menunduk ia masih malu dan tidak percaya diri. Reihan mencoba gitarnya terlebih dahulu, setelah menurutnya pas, Raihan mulai memainkan gitarnya, Adisty menghadap ke arah Reihan agar tidak terlalu gugup.
Adisty menarik nafasnya
"You were the to my light
did you teel us?
another star
you fade away
afraid our aim is out of sight
wanna see us
alight"
Semua bertepuk tangan, dan mulai menikmati suasana yang mulai berbeda, semua seakan-akan sangat menikmati alunan lagu yang Adisty nyanyi kan.
Adisty mulai percaya diri, dan kini ia mulai menghadap ke arah penonton,
"where are you now?
__ADS_1
where are you now?
where are you now?
was it all in may fantasy?
where are you now?
we're you only imaginary? " Adisty mulai menghayati lagu yang ia nyanyikan, sekali kali ia menatap ke arah reihan.
"where are you now?
Atlantis
under the sea
under the sea
where are you now
the monster's running wild inside of me
I'm faded
i'm faded
so lost, I'm faded
I'm faded
so lost, I'm faded"
Reihan menatap ke arah Adisty, ia sangat menyayangi Adisty nya ini.
"These shallow waters never met what I needed
I'm letting go a deeper dive
Eternal silence of the sea, I'm breathing alive"
"Where are you now?
where are you now?
under the bright but faded lights
you ve set my heart on fire
where are you now?
where are you now? "
Semua orang bertepuk tangan Adisty dan Raihan juga setelah menyelesaikan lagunya langsung berpelukan, " Ah aku senang, akhirnya aku bisa menyelesaikan nya tanpa nada fals, " bisik Adisty di pelukan Raihan.
"Hey sudah lepaskan aku, kau tidak sadar ini di tonton banyak orang, kalau kau mau berpelukan dengan ku lebih lama, nanti saja jangan di sini, " balas Raihan.
__ADS_1
Adisty langsung melepaskan pelukan nya lalu berbalik dan menunduk ke arah penonton sambil tersenyum kikuk, sangking senangnya ia tidak sadar kalau mereka masih di atas panggung.
Setelah memberi hormat Adisty langsung turun dan meninggalkan reihan di atas panggung.