
Hari sudah pagi dan pagi ini di rumah Mira semuanya sedang sibuk mempersiapkan pernikahan Mira. Mira saat ini sedang di make-up oleh salah satu MUA profesional yang sudah terpercaya di Jakarta ini.
Sedangkan Adisty dan Lily pun sekarang sedang mempercantik diri di kamar Mira, mereka juga di make-up oleh asisten dari MUA yang merias Mira saat ini. Adisty dan Lily juga sudah memakai baju yang seragam yang di belikan oleh Mira.
"Mba namanya siapa? " tanya Asisten MUA yang merias wajahnya Adisty.
"Adisty, emangnya ada apa? " tanya balik Adisty.
"Enggak, mba cantik aja, " balas dia.
"Nama mba siapa? " tanya Adisty.
"Natasha, tapi kadang cuman di panggil Nata doang, katanya sih biar gak terlalu panjang, " balas asisten itu yang bernama Natasha.
"Kamu juga cantik kok, " puji Adisty pada Natasha yang memang dia juga cantik.
"baiklah sudah selesai, " ucap Natasha yang sudah selesai merias wajahnya Adisty.
Kini Adisty menatap pantulan dirinya di cermin ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, " Ini beneran aku kan? " tanya dirinya pada Natasha.
"Ya iya lah, kamu pikir memangnya siapa? " balas Natasha sambil tersenyum dan membereskan make-up yang tadi ia gunakan untuk merias Adisty.
"Wah ternyata kamu hebatnya, " Adisty benar-benar kagum dengan riasan Natasha, Adisty walaupun di make-up tapi tetap terlihat tidak terlalu tebal dan tetap cantik.
"Yah memang pada dasarnya udah cantik, " balas Natasha yang memang Adisty nya sendiri sudah sangat cantik.
"Ah kamu mah suka bikin aku makin terbang aja, " ujar Adisty sambil tersenyum menatap Natasha.
"Adisty, liat gue cantikan? " teriak Lily yang berpose di samping kanan Adisty agar Adisty melihat dirinya.
"Terserah, " balas Adisty acuh, wanita itu masih mengagumi wajahnya sendiri di kaca.
"Ah kamu mah gitu, " ucap Lily yang kecewa melihat ekspresi Adisty saat melihatnya.
"Ya udah aku mau liatin ini sama Andra aja deh, " Lily memfoto dirinya sendiri untuk store instagram nya.
__ADS_1
"Terserah, " balas Adisty.
Di rumah Max saat ini mereka sudah mulai bersiap-siap juga, mereka sudah memakai jas berwarna hitam sedangkan Max menggunakan jas berwarna putih terang. Mereka sedang menunggu Om dan tantenya Max yang masih bersiap-siap di kamarnya.
"Cie yang nanti malamnya malam pertama sama istrinya, " ledek Andra sambil menatap Max yang sedang gemetaran, mereka saat ini sudah berada dalam mobil.
Max meminta agar kedua sahabatnya ini satu mobil dengannya, untuk menenangkan rasa groginya tapi Andra malah membuatnya semakin grogi, bukan hanya grogi Andra membuat Max panik dan ketakutan. Keringat dingin saat ini sudah membasahi pakaiannya Max.
"Gak usah keringat gitu juga kali, " ledek Andra kembali sambil menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi mobil.
"Lu bisa diem gak? " ucap Raihan yang sudah mulai kesal mendengar ocehan Andra.
"Makannya Rey, lu harus cepetan nikah biar lu ngerasain apa yang Max rasain juga saat ini, " balas Andra sambil tersenyum dan menatap Raihan.
"Berisik luh, " timpa Max yang juga kesal dengan ucapan Andra.
"Hey kalian berdua itu harusnya jangan terlalu tegang napa, ini kan belum juga di mulai, " balas Andra enteng.
"Sudahlah mendengarkan perkataannya hanya akan buat kita tambah kesal, " ucap Raihan acuh.
"Benarkah? " goda Andra sambil menatap genit Raihan dan Max.
"Iya deh iya, gue tutup mulut, " balas Andra sambil menutup mulutnya lalu terdiam.
"Itu baru bagus, " ucap Raihan senang.
Mereka saat ini sudah mulai berangkat menuju rumahnya Mira, rumah Max agak lumayan jauh untuk ke rumahnya Mira, yah kira-kira membutuhkan waktu 30 menit kalau membawa mobilnya dalam kecepatan rata-rata.
Kalau bawa mobilnya kayak Valentino rossi bawa motor mah gak lama kok nyampai nya, 10 menit atau 5 menit juga pasti sudah sampai di rumah Mira.
Selama di perjalanan Andra menutup mulutnya walaupun Raihan dan Max mengobrol, sebenarnya Andra mau bicara tapi ia juga tak mau di turunkan di tengah jalan kalau sampai ia bicara.
Di rumahnya Mira saat ini mereka sudah selesai merias semua orang yang ingin di make-up, sekarang Mira sedang duduk dengan di temani Adisty dan Lily di sampingnya.
Adisty dan Lily saat ini menggunakan dress berwarna putih di atas lutut dan itu sangat terlihat cantik di tubuh mereka berdua. Dress itu sengaja Mira belikan untuk mereka berdua karena Mira merasa itu akan sangat cantik dan ternyata itu memang sangat cantik di gunakan oleh Lily dan Adisty.
__ADS_1
"HM siapa nih yang mau nikah, udah kek mandi keringat aja kau ini, " ledek Lily sambil menatap Mira yang saat ini sedang keringetan padahal kamarnya Mira saat ini sedang dingin karena AC.
"Aku grogi tau, " balas Mira yang benar-benar grogi.
"Udahlah gak usah dengerin ucapan dia, dia suka ngawur, " timpa Adisty tanpa menatap ke arah Lily maupun Mira, matanya sedari tadi terus menatap ponselnya sambil terkadang ia tersenyum.
"Tuh anak kenapa? " tanya Lily sambil memperhatikan Adisty yang sedang tersenyum dengan ponselnya.
"Lagi kemasukan hantu ponsel kayaknya, " balas Mira sambil tersenyum.
"Kayaknya sih begitu, " ucap Lily sambil ikut tersenyum.
"Kalian gak usah ngomongin gue deh, " ujar Adisty yang tau kalau kedua sahabatnya sedang membicarakan dirinya, namun matanya masih menatap ke arah ponsel.
"Udah ah dianya juga udah datang, " lanjut Adisty sambil kembali menyimpan ponselnya di meja rias dan menatap kedua sahabatnya.
"Dia? dia siapa? " tanya Lily kebingungan.
"Hantunya kali, " balas Mira.
"Maaf mengganggu waktu kalian, tapi mempelai prianya sudah datang. Saya di minta untuk memberitahu kalian agar segera bersiap-siap, " tiba-tiba seseorang datang ke kamar Mira membuat semua menatapnya.
"Oh gue ngerti sekarang dia itu siapa? " ujar Lily yang akhirnya tau siapa yang Adisty maksud.
"Aku juga tau nih, " Mira juga tau siapa yang Adisty maksud.
"Iya mba kita udah siap kok, " balas Adisty pada orang yang tadi memberitahu bahwa Max sudah datang saat ini.
Wanita itu kembali pergi dari kamarnya Mira untuk membicarakan lagi kalau Mira sudah siap saat ini.
"Udah mulai ada rasa lagi nih, " goda Lily pada Adisty, saat ini Lily pindah menggoda Adisty bukan Mira lagi.
"Iya aku doakan deh supaya kamu cepetan nyusul nya, " setuju Mira.
"Sudah ah aku jadi malu, " balas Adisty bercanda ia juga hanya ingin menggoda kedua temannya saja.
__ADS_1
"Bentar aku mau liat Andra dulu, " Lily berlari ke arah jendela kaca yang berada di kamar Mura hanya untuk melihat suami tercintanya.
Lily tadi menitipkan Liana pada ibunya kembali, bukannya apa-apa cuman Lily tak mau Liana merasa terganggu akibat keramaian ini, karena Liana tak suka dengan keramaian.