Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
39,Yang sebenarnya terjadi


__ADS_3

Adisty, Lily, Andra dan raihan kini sudah berada di depan rumah Lily, sepulang sekolah mereka langsung ke rumah Lily untuk membicarakan masalah mereka pada orang tuanya Lily.


"Kamu siap kan? " tanya Adisty sedari tadi Adisty tidak melepas genggaman tangan Lily dari nya.


Lily menatap ke arah Adisty lalu mengangguk, kini mereka berjalan bersama menuju rumah itu, entahlah perasaan Lily saat ini seperti apa, mungkin sedang sangat kacau. Mereka sudah masuk dan duduk di ruang tamu, ibunya Lily yang bernama Amel menyambut nya dengan sangat ramah.


"Ah kalian teman-temannya Lily, sebentar yah tante mau bikinin kalian minuman dulu, " ucap Amel sambil berjalan menuju dapur mengambilkan minuman untuk mereka.


Detik waktu terasa begitu lambat saat ini, tak ada suara seketika tempat itu menjadi dingin dan sunyi bahkan mereka dapat mendengar suara detak jantung mereka yang berdenyut sangat kencang. Apalagi Lily ia sangat merasa kalau dirinya sangat hina. Bagaimana bisa ia akan mengecewakan ibunya yang bahkan sudah susah payah mendidiknya dan mengangkat derajat nya, namun ia hancurkan sendiri atas dasar cinta. Kini ibunya kembali dengan membawa minuman, ia langsung menaruh minuman itu di meja lalu duduk kembali.


"Kalian mau kerja kelompok? ah ia juga yah, tante ganggu yah? ya sudah tante mau ke kamar dulu, " Amel merasa kalau dirinya mengganggu, karena sedari tadi tak ada yang bicara padanya.


"Ah tidak tante, kami ke sini mau bicara sama tante, " Adisty memberanikan diri untuk berbicara.


"Ya sudah bicarakan, ada apa? " Amel kembali duduk dan mulai mendekat kan wajahnya ke arah mereka berempat.


Adisty menatap ke arah Lily, ia memberi isyarat kalau Lily sendiri lah yang harus bicara, ia datang ke sana hanya untuk mengantar nya, dan membantu dia bicara jika itu di perlukan.


"Mah, maafin aku yah? " Lily angkat bicara, tanpa sadar ia menjatuhkan air matanya.


"Kenapa sayang? " tanya Amel sambil duduk di samping Lily, dan Adisty yang berada di samping Lily langsung pindah tempat.


"Mah, aku salah mah, " rupanya Lily terus memeluk ibunya sambil menangis.


Amel melepas pelukan anaknya itu lalu memegang kedua pundaknya Lily agar ia menatapnya, " Bicara pada mamah sekarang juga, ada apa? jangan buat mamah cemas, " khawatir Amel, tidak seperti biasanya anaknya ini seperti ini.


Adisty menarik tangan Raihan untuk pergi dari sana, tugas nya selesai ia membawa Raihan menjauh dari sana, mereka jadi hanya bisa menatap dan mendengarkan saja.

__ADS_1


"Mah aku hamil, " ucap Lily sambil terus menangis.


Amel melepas tangannya lalu tertawa, "Jangan bercanda, kau ini kenapa sih? " rupanya Amel merasa kalau anaknya ini sedangkan bercanda, karena ia tau kalau anaknya sangat baik jadi tidak mungkin melakukan itu.


"Tante apa yang di katakan Lily benar, aku yang menghamili anak tante, " timpa Andra, ia juga angkat bicara.


Tiba-tiba satu tamparan mendarat di pipi Lily, tamparan yang Amel berikan, sementara Lily hanya bisa memegang pipinya yang sudah mulai memanas sambil Menangis.


"Mah tampar aja aku mah, aku pantas mendapatkan itu, " Lily merasa dirinya pantas mendapat kan tamparan itu dari ibunya, karena kali ini ia benar-benar salah.


"Tante tampar aku juga, aku juga salah, " Andra juga merasa bersalah jadi ia juga harus mendapatkan tamparan dari Amel.


Amel berdiri dan menjauh dari anaknya, ia menangis dan menyesali kenapa ia tidak bisa mendidik anaknya jauh lebih baik, ia juga mengacak-acak rambut nya frustasi.


"Mah maafin aku, aku salah mah, tapi Andra bilang dia mau nikahin aku, " ucap Lily sambil mencoba mendekati ibunya.


"Jangan mendekat! aku tidak pernah mengajarkan itu pada mu, " ucap Amel sambil memajukan tangannya untuk menghadang Lily agar tidak mendekat dengannya.


Amel berjalan mendekat ke arah Andra lalu berdiri di depan Andra sambil menatap tajam ke arah andra, " Kau tau? aku berusaha keras menjaga kehormatan anak ku selama bertahun-tahun ini, bahkan dengan seluruh kekuatan ku aku jaga anak ku, tapi kau berhasil menghancurkan kehormatan anak ku dalam satu malam, itu sangat lucu, " sinis Amel sambil tersenyum kecut lalu memalingkan wajahnya.


"Aku tau aku salah, aku hina kau boleh pukul aku sekarang juga, " Andra menunduk di hadapan Amel, sementara Amel tak sama sekali menatap nya.


"Kalau dengan memukulmu itu bisa mengembalikan kesucian anak ku, maka akan ku pukuli kau sampai mati, namun jika tidak untuk apa?" Amel kecut.


"Mah aku minta maaf, " Lily kembali meminta maaf pada ibunya.


Amel duduk kembali di sofa sambil memegang kepalanya yang sudah sangat pusing. Sementara itu Adisty hanya bisa menatap mereka, ia juga sambil memegang tangan Raihan, Raihan merangkulnya lalu mencium pucuk rambut Adisty.

__ADS_1


"Aku akan menikahkan kalian, " ucap Amel secara tiba-tiba, ia tau semarah apapun ia sekarang itu tidak akan membuat anak nya kembali seperti dulu, ini sudah terjadi maka hanya itu satu-satunya cara.


"Makasih," balas Lily sambil memegang tangan ibunya, dan juga Andra yang masih tunduk di depan amel yang sedang menangis.


Amel tau kalau marah bukalah jalan untuk menyelesaikan masalah.


flashback on


Malam yang indah dengan di temani ribuan bintang dan juga satu bulan di langit, Andra tengah berjalan menuju beskem nya, ia juga membawa beberapa botol minuman beralkohol.


Namun di jalan ia bertemu dengan Lily yang tengah berjalan sendiri, Andra pun berjalan menghampiri Lily, " Hay, " sapa Andra sambil melambaikan tangannya ke depan wajah Lily.


"Eh kamu, " saut Lily sambil menatap ke arah Andra.


"Mau kemana? " tanya Andra, sambil menghentikan langkahnya, Lily pun ikut menghentikan langkahnya, mereka jadi saling berhadapan.


"Entahlah mungkin cari angin malam aja, " balas Lily, rupanya ia sendiri tidak tau mau ke mana, ia hanya bosan berada di rumahnya.


"Bagaimana kalau kau ikut dengan ku? aku mau ke beskem, kayaknya di sana ada orang deh, " Ajak Andra, ia pikir kalau di sana akan ada banyak orang.


"Ya sudah, " rupanya Lily menyetujui ajakan andra, ia rasa daripada pergi tak tau arah jadi lebih baik ikut dengan Andra.


Mereka pun berdampingan berjalan menuju beskem mereka yah tak jauh dari sana, setelah sampai di sana rupanya di rumah itu tidak ada siapa-siapa.


Andra duduk di sofa, Lily pun ikut duduk di samping Andra, Andra langsung menyimpan minuman yang ia bawa ke atas meja, lalu ia juga membuka satu botol dan menuangkan nya ke dua gelas, untuk dirinya dan juga untuk Lily.


"Kau mau? " tanya Andra sambil memberikan satu gelas yang sudah ia isi dengan wine.

__ADS_1


"Boleh dikit, " Lily langsung menerimanya dan langsung meneguk nya sampai tandas rupanya mereka ketagihan, sampai membuka kembali botol minuman itu, lalu mereka juga menghabiskan minuman dalam botol yang kedua.


Setelah itu mereka benar-benar sudah mabuk, bahkan mereka hanya mendapatkan setengah kesadarannya, saat andra akan pergi ke luar tiba-tiba ia jatuh dan menimpa tubuh Lily, kini mereka saling tatap.


__ADS_2