Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Di Sebuah Kafe Malam


__ADS_3

Suara ketukan pintu kamar Adisty terdengar sangat keras membuat sang pemilik kamar itu membuka matanya, ia bangun dari tidurnya sambil mendudukkan tubuhnya di kasur.


Sebelum membuka pintu Adisty terlebih dahulu mengumpulkan nyawanya, setelah menurut nya sadar ia langsung berjalan menuju pintu dengan jalan yang gontai.


Saat ia membuka pintu kamar dengan wajah yang kusut ia langsung di peluk oleh orang yang berada di depannya.


"Apaan sih Li? Lepasin! " ucap Adisty sambil melepas pelukan Lily.


"Lu kenapa? Muka lu kusut amat kaya jemuran yang baru di peres, " ledek Lily.


"Bangun tidur gue, udah ah masuk yuk, gue mau mandi dulu, " Adisty mempersilahkan Lily masuk ke kamarnya, sementara Lily menunggu Adisty di kamar, sedangkan Adisty nya mandi.


Setelah selesai mandi Adisty langsung menganti pakaian nya dan setelah selesai mengganti pakaian ia langsung pergi ke Lily yang tengah menonton TV di kamar Adisty.


"Main yuk! " ajak Adisty pada Lily, ia sudah siap dengan baju kaos dan rok mini, tak lupa ia juga memakai tas selempang yang kecil berwarna biru tua.


"Kemana? " tanya Lily sambil mendongkrak kan kepalanya ke arah Adisty.


"Clubbing yuk, udah lama enggak ke sana, " ucap Adisty.


"Boleh tuh, tapi jangan banyak-banyak yah minumnya nanti gue susah seret lu pulang, " Lily menyetujui ajakan Adisty, ia segera berdiri dan berjalan menuju ke luar kamar Adisty.


Di ikuti oleh Adisty dari belakang, ini sudah pukul 9 malam.


Adisty dan Lily sudah berada di mobil, mereka tengah menuju ke kafe malam.


Setelah sampai di tempat itu Adisty dan Lily turun dari mobilnya dan langsung saja masuk ke tempat itu, tempat yang biasa Adisty datangi ketika sedang memiliki masalah.


Sesampainya di sana Adisty dan Lily juga punya banyak kenalan di sana karena mereka suka pergi ke sana akhir-akhir ini.


Adisty sepertinya tidak tertarik dengan suara musik di sana, Adisty malah memutuskan diam di meja dengan berbagai minuman di depannya. Sementara Lily ia asik berjoget dengan yang lainnya.


Di tempat lain Raihan tengah berjalan bersama Max, mereka sedang ingin pergi ke klub, entah kenapa Raihan kali ini ingin sekali pergi ke sana, padahal sudah beberapa bulan lamanya ia tidak pernah mau lagi menginjakkan kakinya lagi di sana.

__ADS_1


Karena ada seorang gadis yang melarangnya, namun malam ini rasanya ia ingin minum sedikit saja, untuk menenangkan rasa penatnya.


"Tumben lu ngajak gue ke sini? Bukannya lu suka gak mau yah kalau gue ajak ke sini?" Max juga heran dengan Raihan saat ini.


"Lu gak usah banyak tanya, kalau gak mau ikut ya udah, " datar Raihan saat memasuki klub itu.


Namun saat ia masuk rupanya di klub malam itu sangat penuh, bahkan mereka tidak kebagian meja.


Setelah mencari-cari meja yang kosong, mata Raihan menemukan sosok wanita yang beberapa hari ini membuatnya kesal.


Ia menghentikan langkah nya bahkan Max menubruk tubuh Raihan yang tiba-tiba mematung.


"Napa si lu malah berhenti mendadak? " Tanya Max, Max mengikuti tatapan Raihan.


Saat Max tau siapa yang membuat Raihan berhenti, Max tersenyum lebar sambil mengangguk-angguk.


"Ngapain dia di sana?" tanya Raihan dengan mata yang terus menatap ke arah wanita itu.


"Ya elah, lu pikir gue bapaknya, ya mana gue tau lah bangke, " balas Max.


Tanpa membalas ucapan Max, Raihan langsung saja pergi ke arah wanita yang kelihatannya sudah sangat mabuk.


"Ngapain lu di sini?" dingin Raihan yang kini sudah berada di depan gadis itu.


Gadis itu menoleh pada asal suara itu, namun terlihat dari mata gadis itu gadis itu kini sudah setengah sadar. Adisty tidak menjawab ucapan Raihan ia malah tertawa pada Raihan.


Saat itu Lily menyadari keadaan Raihan dan juga Max, Lily juga melihat kalau Raihan tengah menginterogasi Adisty yang sudah mabuk berat.


Lily berjalan menghampiri Raihan, tadinya Lily akan pergi meninggalkan Adisty, karena ia tau kalau besok ia pasti akan di hukum oleh Raihan karena ketahuan sedang berada di tempat haram ini.


"Sorry kak, Adisty sama aku akan pulang kok," ucap Lily yang baru datang dan ia juga langsung menyadarkan Adisty.


"Lu pulang aja, Adisty biar gue yang bawa, " ucap Raihan datar.

__ADS_1


Max yang sedang memandang para wanita yang tengah berjoget pun sontak melirik ke arah Raihan ia kaget dengan apa yang Raihan katakan barusan.


Pasalnya selama dua tahun ini ia tidak pernah tertarik lagi pada wanita selain pada dia. bicara pada wanita lain saja Raihan sudah jarang, namun kali ini Raihan mau mengantarkan Adisty pulang, bahkan tanpa ada yang minta ia untuk mengantarkan pulang.


"Lu serius mau ngantar dia pulang? " Max memastikan pendengaran nya, bisa saja kan ia salah dengar.


Raihan mengangguk dan menggendong Adisty, "Lu bawa mobil kan? " tanya Raihan sambil menatap ke arah Lily.


"Bawa, " jawab Lily sedikit gugup.


"Lu pulang bareng Max aja, gue pinjem mobil luh, " ucap Raihan.


Lily langsung memberikan kunci mobilnya pada Raihan dan Raihan pergi dari sana, ia masukan Adisty ke mobil. Setelah Adisty berada di dalam mobil kini giliran Raihan yang masuk mobil.


Sementara itu Max dan Lily masih mematung di tempatnya, mereka menatap satu sama lain.


"Mau pulang sekarang? " tanya Max pada Lily yang di balas anggukan kecil oleh Lily.


Di mobil, Raihan fokus menyetir mobil, ia juga bingung pada dirinya sendiri kenapa ia melakukan hal ini.


"Gue gak mau uang mereka, gue cuman mau mereka, " gumam Adisty sambil tersenyum ia masih dalam keadaan mabuk.


Raihan menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia berbalik menatap ke arah Adisty.


"Tapi gue bisa apa? " gumam Adisty sekali lagi, sambil tertawa.


"Semua orang ninggalin gue, gue gak punya siapa-siapa, hidup gue hancur, gue gak mau hidup, " ucap Adisty kini Adisty mulai menangis.


Reihan yang melihat itu pun kini mengerti kenapa Adisty seperti ini, ia menarik tubuh Adisty ke pelukannya, ia tau apa yang Adisty rasakan karena ia dulu juga pernah merasakan hal yang sama seperti itu.


"Lu gak usah nangis, kalau nangis lu jadi jelek," ucap Raihan sambil menghadap kan tubuhnya ke depan Adisty.


Adisty menatap Raihan sayu dan mulai kembali tersenyum, " Emang bahagia itu harus dengan uang yah? " Tanya Adisty dengan wajah polosnya, ia kali ini masih mabuk , jadi ia tidak bisa mengontrol ucapannya, bahkan ia tidak mengenal siapa lelaki di depannya itu.

__ADS_1


"Udah yah, jangan ngomong apa-apa, kita pulang sekarang, " ucap Raihan, namun sambil memasang kan sabuk pengamannya pada Adisty, tatapan mereka saling bertabrakan membuat mereka saling tatap beberapa detik, sebelum pada akhirnya Raihan memalingkan tatapannya.


JANGAN LUPA FOLLOW JUGA YAHH😍


__ADS_2