Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
Berjalan dengan lancar


__ADS_3

Setelah berada di ruangan Mira Raihan dan Adisty berdiri di samping kanan Mira, sedangkan di samping kirinya Mira ada Max dan juga keluarganya. Matanya Mira masih menggunakan perban dan Mira juga masih belum sadarkan diri.


"Kalian kalau mau pulang, pulang aja. Gak papa kok Mira udah selesai operasinya, " ucap ibunya Mira.


"Gak papa tante aku masih mau nungguin Mira bangun, " balas Adisty sambil tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu tante ke kantin dulu yah, " ucap ibunya Mira sambil berjalan meninggalkan mereka di ruangan itu.


Sedari tadi Max terus memegang erat tangannya Mira.


"Kalau di rumah sakit, aku jadi suka inget masa lalu, " ucap Adisty sambil menatap Mira dan mengingat dirinya dulu juga sering bulak-balik ke rumah sakit karena penyakitnya.


"Udah ah jangan mikirin itu lagi, " balas Raihan sambil merangkul pundaknya Adisty.


"Duduk sana yuk, " Raihan mengajak Adisty untuk duduk di sofa yang berada di pojok kanan.


"Yuk, " setuju Adisty. Mereka berdua pun duduk di sana sembari menunggu kesadarannya Mira.


Tak perlu menunggu waktu lama akhirnya Mira mulai menggerakkan tangannya, pertanda kalau dirinya akan segera bangun dan sadar.


"Sayang kamu lihat itu, kayaknya Mira udah sadar deh. Ke sana lagi yuk, " Adisty menarik lengannya Raihan untuk kembali ke sampingnya Mira.


"Max, bangun ih bangun, " Adisty menggoyangkan tubuhnya Max yang tertidur di samping Mira.


"Apaan sih? " tanya Max sambil menatap malas Adisty.


"Mira udah bangun tuh, " balas Adisty sambil menunjuk tangannya Mira yang bergerak menggunakan matanya.


Max menatap tangannya Mira yang memang sudah bergerak, " Sayang kamu udah sadar? " tanya Max sambil memegang tangan kirinya Mira.


"Aku di mana? " tanya Mira sambil meraba tangannya Max.


"Sayang kamu tenang yah, operasinya berjalan dengan lancar dan kamu sekarang masih berada di rumah sakit. Dokter bilang kamu jangan dulu buka perban yah, " jelas Max.


"Aku panggil dulu dokternya yah, " ucap Adisty sambil berjalan menuju keluar ruangan untuk memanggil kan dokter.

__ADS_1


Setelah beberapa menit keluar akhirnya Adisty masuk bersama dengan dokter dan ibunya Mira, Adisty kembali ke sampingnya Raihan. Sedangkan dokternya saat ini sedang mengecek tubuhnya Mira.


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan semuanya berjalan dengan lancar, tapi kami baru bisa buka perban nanti setelah tiga hari, " dokter tersebut menjelaskan apa yang terjadi.


"Baiklah kami akan menunggu tiga hari untuk kembali melihat perkembangan yang terjadi, sebenarnya operasi ini bisa di katakan berhasil 100% nanti setelah perban ini di buka. Maka kalian terus lah berdoa, agar semua ini tidaklah sia-sia, " sambung sang dokter itu lagi.


"Baiklah terimakasih, " balas ibunya Mira.


"Ya sudah kalau begitu saya permisi lagi, kalau ada apa-apa kalian bisa panggil saya kembali, " dokter itu kembali meninggalkan ruangan Mila.


"Sayang kamu bisa dengan suara mamah? " tanya ibunya Mira sambil memegang tangan kanannya Mila.


"Mah, aku bisa mendengar semuanya, " balas Mira.


"Baiklah kamu harus tau di sini banyak orang yang menunggu kamu, sahabat-sahabat kamu berada di sini. Jadi kamu harus kuat yah jangan menyerah, " ucap ibunya kembali.


"Iya mah aku tau itu, " balas Mira.


"Sayang kamu cepet sembuh yah, biar nanti aku ajak kamu mengelilingi kota ini, " ucap Max yang sudah tak sabar menunggu tiga hari lagi.


"Hay, kamu pasti masih kenal suara aku kan? kenapa sih kalian berdua gak bilang dari awal kalau Mira akan di operasi? " tanya Adisty.


"Iya tapi kenapa coba? " tanya Adisty lagi.


"Karena aku mau bikin kejutan buat kamu, " jawab Mira.


"Benarkah? tapi aku lebih senang kalau kamu memberitahu ku dari awal. Agar aku dapat jagain kamu, dulu juga kamu udah banyak bantuin aku, " balas Adisty.


"Kamu tau gak? setelah keluarga ku, kamulah orang yang ingin sekali aku lihat, " ucap Mira yang berhasil membuat hidung Adisty terbang melesat ke langit.


Adisty menatap Raihan sambil memegang hidungnya, " Yang hidung aku gak terbang kan? " tanya Adisty.


"Ya enggak lah, " balas Raihan. Lalu setelah itu Adisty menatap ke arah Max.


"Kasian banget lu gak di anggap, " ledek Adisty pada Max.

__ADS_1


"Kok gitu sih yang? padahal yang jagain kamu selama ini adalah aku, yang selalu bantuin kamu ke sana kemari itu aku. Kenapa sekarang yang mau kamu lihat malah dia sih? " tanya Max sambil menunjuk Adisty.


"Karena dulu kamu selalu cerita banyak hal tetang Adisty, Adisty juga bisa dapetin Raihan yang kata kamu hatinya kayak batu dan keras kepala. Berarti Adisty bukanlah wanita biasa, aku jadi ingin tau seperti apakah Adisty ini, " jelas Mira sambil memegang pipinya Max.


Adisty tertawa kecil mendengar penjelasan Mira, ia tau apa yang akan terjadi sebentar lagi di sini.


"Oh jadi kamu dulu selalu bilang aku ini hatinya kayak batu, terus keras kepala Iyah? " tanya Raihan sambil menarik kerah baju Max.


Ternyata apa yang di pikirkan Adisty benar-benar terjadi, " Cerita apa lagi lu tentang gue sama Mira? " tanya Raihan tegas.


"Gak, gak gitu maksud gue, " bantah Max, ia tidak bermaksud berkata seperti itu pada Mira.


"Oh jadi kamu mau nyalahin pacar kamu? " tanya Adisty memanas-manasi suana.


"Ah lu mah bikin si Raihan tambah marah aja, " ucap Max sambil menatap Adisty.


"Di sini gue yang ngajak lu bicara, tatap mata gue dan jelasin apa yang lu ucapin itu? " Pinta Raihan.


Sebenarnya Adisty masih mau melihat Max kena marah Raihan, tapi ini bukanlah tempat yang tepat untuk itu. Bisa-bisa mereka di usir paksa dari sini jika membuat keributan dan itu adalah hal yang sangat memalukan sekali.


"Udah sayang, udah yah. Kita pulang yuk udah sore, " Adisty mencoba melepaskan tangannya Raihan dan mengajaknya pulang.


"Awas lu yah, " Raihan menatap Max tajam sambil menunjuk Max.


"Max nanti kalau ketemu di jalan semoga aja gak di apa-apain, " goda Adisty sambil menatap Max.


"Tante aku pulang dulu yah, " Adisty kembali membungkuk di hadapan ibunya Mira.


"Mira aku pulang dulu yah, sebenarnya aku masih mau di sini. Ya udah besok kalau ada waktu aku ke sini lagi, " pamit Adisty pada Mira.


Kini mereka berdua sudah berada di luar ruangan Mira, mereka sedang berjalan berdampingan menuju tempat parkir.


"Mau makan gak? " tanya Raihan datar.


"Iya nih aku lapar belum makan dari tadi pagi," ucap Adisty sambil memegang perutnya, ia baru sadar kalau dirinya belum makan.

__ADS_1


"Ya udah nanti mampir ke restoran dulu yuk, " ajak Raihan.


Sementara itu di rumah Lily sedang menatap sebuah poto yang memperlihatkan diri-Nya dan para sahabatnya dulu saat mereka SMA, di poto itu mereka terlihat sangat bahagia tersenyum tanpa beban apapun.


__ADS_2