Kisah Cinta Yang Konyol

Kisah Cinta Yang Konyol
48,Mulai kembali Berubah


__ADS_3

Terkadang apa yang menurut mu baik,


belum tentu baik untuk orang lain. Jadi hal


yang paling baik untuk menyelesaikan


masalah adalah dengan berdiskusi.


Mira dan Max sudah masuk ke ruangan Adisty, Adisty tersenyum saat melihat mereka masuk, Max menuntun Mira ke dekat kasur Adisty. Setelah Mira berada di dekat Adisty, Adisty langsung memegang tangan Mira.


"Kamu udah baikan? " tanya Mira sambil tersenyum ke arah Adisty, Mira terus di pegangin oleh Max juga.


"Kalian kenapa sih? kok mukanya tegang amat, " tanya Adisty yang heran melihat tingkah mereka berdua, ini bukan kali pertama nya Adisty masuk rumah sakit, jadi kenapa harus tegang.


"Gue mau ngomong sama lu, tapi jangan marah yah, apalagi buat hal yang aneh, " ucap Max dengan sedikit ragu.


"Ngomong aja kali, " balas Adisty sambil tersenyum, menurutnya tingkah mereka berdua sangatlah aneh.


"Pertama gue mau minta maaf sama lu, karena gue udah kasih tau semuanya sama Raihan dan juga yang lainnya tentang kondisi mu saat ini, " jelas Max.


Adisty menatap mereka dengan tatapan tak percaya, "Kenapa lu lakuin itu? " tanya Adisty kesal.


"Ini bukan salah Max, gue yang bilang duluan sama Raihan tentang lu, gue gak tega liat lu Adisty, " Mira membela Max, karena ini memang bukan salah Max, melainkan salah dirinya.


"Kalian kenapa sih harus bilang sama mereka? kalian udah janji loh sama aku, " balas Adisty sambil mengacak-acak rambut nya, ia merasa kalau memang mereka harus bilang ini kenapa harus sekarang, setelah Adisty sudah mulai terbiasa sendiri.


"Mereka ada diluar, gue suruh masuk yah? " Ucap Max sambil berjalan menuju pintu masuk.


Adisty tak sama sekali menjawab ucapan Max ia hanya menangis sambil mengacak-acak rambut nya.


"Gue minta maaf Adisty, gue cuman kasian aja sama lu, " ucap Mira meminta maaf pada Adisty.


"Sudahlah, lagipula ini sudah terjadi mau di apakan lagi, " balas Adisty dengan rasa sedikit kecewa pada mereka.


Reihan berlari menuju Adisty ia memeluk erat tubuh Adisty sambil menangis, Adisty hanya bisa menangis tanpa suara, ia tak tau harus bicara apa pada Raihan saat ini.

__ADS_1


"Kenapa lu lakuin sama gue? " tanya Reihan sambil terus memeluk Adisty dengan erat.


"Lepasin gue! Reihan lepasin gue! " titah Adisty sambil berusaha melepas pelukan Reihan.


"Kenapa? gak usah bohong lagi sama gue, " Raihan melepas pelukan Adisty sambil menatap Adisty dengan intens sambil meminta penjelasan darinya.


"Kalian pergi dari sini! " titah Adisty dengan tegas, namun sambil menjatuhkan air matanya, namun ia segera menghapus nya.


"Kenapa? kamu tuh udah dewasa harusnya kamu juga pikirin satu hal, di sisi lain aku sangat menderita karena keputusan kamu, " Balas Raihan.


Adisty berusaha keras memalingkan wajahnya dari Raihan, ia tidak sanggup menatap Raihan untuk saat ini.


"Jangan pernah pikir apa yang kamu lakukan saat ini benar, di sini kita sayang sama kamu Adisty, kita mau kembali seperti dulu, jangan pernah mengambil keputusan secara sepihak Adisty, " Lily angkat bicara sambil berdiri di samping Adisty.


Adisty menatap Lily sambil menangis ia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, "Aku cuman takut kalian akan sedih ketika tau kondisi aku, apalagi Raihan. Aku gak mau di sedih atas kepergian aku, " Balas Adisty sambil menunduk dan menangis.


"Gak ada yang akan pergi, Adisty kamu harus kuat kamu jangan menyerah begitu aja, kamu itu kuat Adisty. Kita di sini siap menghibur kamu 24 jam, " Ujar Lily sambil berjongkok dan menatap ke arah Adisty.


"Tapi dokter bilang waktu ku sudah tidak lama lagi, aku udah gak punya harapan lagi, " balas Adisty lemah.


Adisty berbalik ke arah Raihan yang masih setia menunggunya, Adisty duduk lalu memegang tangan Reihan. "Aku minta maaf, aku egois, aku gak tau kalau kamu ternyata lebih menderita tanpa aku, " ucap Adisty sambil menunduk.


Reihan langsung menarik Adisty ke pelukannya, "Jangan lakuin ini lagi yah, aku sayang sama kamu dalam kondisi apapun, asal kamu tau aku hampir gila memikirkan ini" ucap Raihan sambil mengelus pundak Adisty.


Adisty melepas pelukan Reihan laku mereka kini saling bertatapan, "Jangan gila dong, kalau kamu gila, yang jagain aku siapa? " Balas Adisty sambil tersenyum.


"Makannya jangan lakuin itu lagi, " ucap Reihan sambil mencubit hidung Adisty gemas.


"Oh iya hubungan kamu sama Dila gimana? " tanya Adisty.


"Aku tidak punya hubungan apapun sama dia, di hatiku kan cuman ada kamu, yang lainnya sudah aku usir jauh-jauh, " balas Raihan sambil mengecup kening Adisty.


Lily dan andra saling berpelukan, begitu pula dengan Max dan juga Mira, mereka bahagia Akhirnya ke salah pahaman ini telah usai, Adisty dan Raihan Akhirnya kembali harmonis.


Namun tiba-tiba dokter masuk ke ruangan itu untuk kembali memeriksa keadaan Adisty, " Aku mau pulang, " rengek Adisty. Dokter itu memang sudah sangat akrab dengan Adisty, mungkin karena Adisty memang sering juga ke rumah sakit itu.

__ADS_1


Dokter itu bernama Juna, ia masih muda dan juga belum menikah namun ia sudah memiliki kekasih yang bernama Chelsea, tapi kekasihnya sekarang tidak ada di Indonesia, Kekasih sekolah di Amerika, Chelsea juga sama mengambil jurusan kedokteran.


"Tidak, kondisi mu tidak memungkinkan untuk pulang" balas Juna.


"Aku tidak mau tau, aku ingin pulang, " kekeh Adisty.


"Ya sudah kalau kau tidak mau mengizinkan ku pulang maka aku akan kabur lagi saja, gampang, " ancam Adisty sambil memalingkan wajahnya.


"Jangan pernah melakukan hal gila macam itu lagi, kau tau aku hampir mati mencari kamu, " Balas Juna sambil menatap Adisty tajam.


"Aku tidak takut dengan tatapan mu, aku pokoknya mau pulang, " Ujar Adisty sambil memasang wajah memelas kehadapan Juna.


Juna yang merasa tidak tega lun akhirnya mengiyakan permintaan Adisty, "Baiklah aku akan mengizinkan mu pulang dengan satu syarat, "


"Apa?" tanya Adisty kegirangan, ia sudah sangat bosan dengan suasana dan juga bau rumah sakit.


"Jangan pernah melakukan hal yang membuatmu kembali Drop, " Ucap Juna.


"Hey kamu pacarnya?" Panggil Juna pada Raihan yang sedang duduk menunggu Adisty di periksa oleh Juna.


"Saya?" tanya Raihan sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya memangnya tanganku menunjuk siapa, tembok, yang benar saja saya memanggil tembok, saya masih waras, " Balas Juna.


Reihan berjalan mendekati mereka, "Sayang dia mah emang gitu di maklum aja, " ucap Adisty sambil menggenggam tangan Raihan.


Reihan menatap Adisty sekilas sambil tersenyum, lalu ia kembali menatap Juna, "Ada apa? "


"Tolong jaga pacarmu ini, jangan sampai dia kecapean dan masuk rumah sakit karena gak minum obat, " ucap Juna sinis.


Adisty memukul tangan Juna sambil menatapnya sinis, " Jangan bertingkah seperti itu pada pacarku, asal kau tau dia adalah ketua geng, nanti kamu mati konyol gimana? " Ancam Adisty, karena Juna bersikap judes pada Raihan.


"Baiklah aku akan menjaga Adisty, aku berjanji padamu kalau Adisty akan minum obat tepat waktu mulai sekarang, " Balas Raihan sambil tersenyum.


"Bagus, " ucap Juna sambil berjalan keluar dari ruangan Adisty.

__ADS_1


__ADS_2